Tribun Wiki

Profil Habib Jafar, Pendakwah Muda Punya Garis Keturunan Nabi Muhammad

Habib Husein bin Ja'far Al Hadar atau yang lebih dikenal sebagai Habib Jafar adalah pendakwah muda dengan konten ceramah ringan dan mudah dipahami

|
Editor: Array A Argus
INSTAGRAM
Habib Jafar, pendakwah muda berdarah Madura 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Habib Jafar, pendakwah mudah ini cukup dikenal di kalangan anak milenial.

Pasalnya, dalam menyampaikan ceramahnya, Habib Jafar kerap memberikan pesan dengan cara yang mudah dipahami.

Selain itu, ceramah yang disampaikan Habib Jafar ini kerap diselingi dengan perumpamaan yang mengena ke audiens.

Tak heran, jika ia pun sering diundang sebagai motivator maupun penceramah di berbagai tempat.

Bukan cuma itu saja, Habib Jafar juga dikenal dekat dengan sejumlah komedian.

Ia sering tampil di televisi bersama para komedian, dengan candaannya yang khas.

Dengan kehadiran Habib Jafar, tak jarang para komedian merasa mendapatkan ilmu agama baru dari sosok pria berdarah Madura ini.

Lantas, seperti apa profil Habib Jafar ini? Berikut ulasannya.

Profil Habib Jafar

Habib Jafar memiliki nama lengkap Husein Jafar Al Hadar.

Ia lahir di Bondowoso, Jawa Timur pada 21 Juni 1988.

Habib Jafar merupakan seorang pendakwah berdarah Madura yang juga memiliki garis keturunan Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam (SAW).

Terkait pendidikan, Habib Jafar pernah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Bangil, Jawa Timur.

Beliau juga rupakan seorang Sarjana Filsafat Islam dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Habib Jafar kemudian melanjutkan pendidikannya mengambil program magister Tafsir Qu’ran di universitas yang sama.

Dikenal sebagai pendakwah, Habib Husein Jafar ternyata merupakan Direktur Akademi Kebudayaan Islam Jakarta dan Aktivis di Gerakan Islam Cinta.

Dirinya juga berkarier sebagai penulis yang telah aktif menulis sejak duduk dibangku perkuliahan.

Sebagai seorang penulis, Habib Jafar telah menghasilkan berbagai macam karya tulisan seperti, Anakku Dibunuh Israel, Islam Mahzab Fadlullah, dan Tuhan Ada di Hatimu.

Keunikan Habib Jafar dalam berdakwah terlihat dari bagaimana dirinya memanfaatkan teknogi dan media sosial yang ada saat ini.

Beliau terjun menjadi seorang content creator dan mengembangkan channel YouTube miliknya bernama 'Jeda Nulis'.

Dalam kanal YouTube-nya tersebut, Habib Jafar menyuguhkan beragam konten yang menarik dan juga kekinian.

Habib Jafar tidak tampil sebagai seorang pendakwah yang kaku, melainkan ia tampil dengan beragam kreativitas dalam menyampaikan dakwahnya.

Tujuannya tentu untuk menarik kedekatan dengan anak-anak muda melalui media sosial agar ingin belajar dan memperdalam ilmu agama Islam.

Di dalam kanal YouTube-nya, Habib Jafar kerap berkolaborasi dengan beberapa publik figure yang mewakili sosok anak muda saat ini.

Habib Husein Jafar Al Hadar sering berkolaborasi dengan komedian Tretan Muslim dan Coki Pardede di Majelis Lucu Indonesia.

Mereka berkolaborasi melalui 'Kultum Pemuda Tersesat' yang menjawab pertanyaan-pertanyaan anak muda dari berbagai latar agama, suku, budaya yang disampaikan melalui media sosial. 

Habib Jafar memiliki karakter tersendiri dalam menyampaikan nilai-nilai Islam yang sangat dekat dengan anak muda zaman sekarang.

Tak hanya di YouTube, Habib Jafar juga aktif di media sosial Instagram.

Ia aktif membuat konten video singkat dengan bahasan umum yang kemudian dikemas dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami.

Seperti dalam unggahannya baru-baru ini, Habib Jafar membahas tentang puasa.

Dalam unggahannya tersebut berisi tentang ibadah puasa yang sebenarnya tidak harus untuk diumbar-umbar.

Selain itu, dalam video yang Habib Jafar unggah tersebut menjelaskan tentang tidak layaknya sesama hamba saling menghakimi, melainkan untuk terus berfikir positif.

Lebih lanjut, diakhir videonya Habib Jafar menegaskan tentang baik atau buruknya seseorang itu bukan berasal dari mata manusia, melainkan dari pandangan Allah SWT.

Keturunan Nabi Muhammad SAW

Husein Jafar Al-Hadar atau akarb dipanggil Habib Ja'far adalah keturunan Nabi Muhammad SAW generasi ke-38.

Hal ini diperkuat oleh legalitas dari Maktab Daimi, bagian dari Robithah Alawiyah yang secara khusus mencatat dan mengurusi mahzah-mahzab para keturunan nabi khususnya di Indonesia.

Bagi Habib Jafar, ada sudut pandang menarik tentang takdirnya sebagai pembawa 'darah' nabi.

Dikutip dari TribunJatim.com melalui kanal YouTube Jaktv Official Channel yang tayang 2020.

Habib Husein Ja'far menceritakan dakwah yang dilakukannya di tempat-tempat nongkrong anak-anak muda zaman sekarang seperti di kafe.

"Saat ini dua tahun ini sudah dapetin feel-nya, gimana ngobrol sama mereka, dakwah ke mereka gitu," ujar Habib Ja'far bercerita.

Saat disinggung mengenai penampilannya yang terkesan santai, Habib Husein Ja'far menanggapinya dengan bijak dan santai.

Apalagi jika banyak orang yang meragukan dirinya dan tak sedikit yang menganggapnya Habib palsu.

"Secara langsung nggak ada, tapi di medsos ada, tapi menurut saya sih bukan mereka meragukan saya," ucapnya.

"Tapi mereka nggak setuju pada opini saya, biasanya orang kita ini kalau nggak setuju sama pendapat seseorang yang diserang kepribadiannya," tambah Habib Ja'far.

"Sebagian orang yang biasanya nggak setuju sama saya, kadang ya nggak sampai nuduh sih mempertanyakan, ini Habib beneran apa nggak," tuturnya.

Terkait dirinya yang merupakan keturunan Nabi Muhammad saw., Habib Ja'far menegaskannya dengan cara yang elegan.

"Nanti saya bawakan buku robitoh saya, jadi robitoh itu lembaga yang mengurusi nasab keturunan Nabi dan saya sudah dilegalisir keturunan Nabi," jelasnya.

"Kita sampai ke nabi itu ada yang ke-37, ada yang 38, nanti saya kalau sebel saya foto dan share," imbuhnya.

"Tapi percuma orang seperti itu nggak bisa diladeni, kita share foto nasab kita, ah sombong," sambungnya.

Menanggapi hal ini Habib Husein Ja'far juga memberikan pesan bijak.

"Makanya aku sih ini merujuk pada Sayyidina Ali berkata bahwa kamu nggak usah mengurusi orang yang membencimu, karena kamu nggak akan bisa membuat dia mencintaimu," ungkapnya.

"Kalau emang dia dasarnya benci yaudah, kamu nggak usah benci balik ke dia, nggak usah merasa kamu harus berusaha begini dan begitu, sehingga akting ini dan ituhanya untuk mendapatkan kecintaan atau perhatian dia," tutup Habib Ja'far.(tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter    

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Pos Belitung
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved