Berita Sumut
Masyarakat Borbor Keluhkan Jalan Rusak, Begini Kata Warga Sekitar
Kondisi jalan tersebut memengaruhi berbagai sektor dalam kehidupan masyaraka sekitar. Selain pertanian, bidang yang lain pun menjadi terhambat.
Penulis: Maurits Pardosi |
Masyarakat Borbor Keluhkan Jalan Rusak, Begini Kata Warga Sekitar
TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Masyarakat Kecamatan Borbor mengalami kesulitan mengantarkan hasil pertaniannya. Hal itu disebabkan oleh keadaan jalan yang rusak dan mengkhawatirkan.
Akibatnya petani mengalami kerugian, padahal masyarakat sekitar mayoritas petani.
Seorang warga sekitar Harta Lubis (67) menyampaikan, kondisi jalan tersebut memengaruhi berbagai sektor dalam kehidupan masyaraka sekitar. Selain pertanian, bidang yang lain pun menjadi terhambat.
"Jalan dari Parsoburan ke sini tergolong parah sekali sehingga hasil pertanian amat sulit kita jual dengan harga yang sewajarnya. Padahal hasil pertanian dari sini adalah jeruk, kopi, kemenyan, jagung, dan beberapa hasil tani lainnya," terang seorang warga Kecamatan Borbor, Harta Lubis (67), Jumat (2/2/2024).
Ia jelaskan, jalan tersebut pernah mendapatkan sentuhan pemerintah saat Kabupaten Toba bergabung dengan Kabupaten Tapanuli Utara.
"Pada waktu kita gabung dengan Taput, jalan ini pernah bagus. Kalau tidak salah saat program padat karya disebut. Ini pernah diaspal tetapi tak semulus hotmix," sambungnya.
"Sekarang makin parah. Kita tak pernah mendapat aspal sejak Indonesia ini ada. Masih bertahan seperti jaman dulu. Belum ada perbaikan atau pembangunan" sambungnya.
Untuk jalan provinsi, ada sekitar 12 kilometer lagi yang belum disentuh pemerintah.
"Kalau ke Sipahutar, ada sekitar 12 kilometer. Dari Borbor ke Janji Maria ada sekitar 8 kilometer dan dari sana ke Sipahutar ada sekitar 4 kilometer," tuturnya.
"Kalau soal jarak, ke Sipahutar dengan ke Parsoburan sama. Tapi untuk ke Balige, kita memilih dari jalan perusahaan. Camat begitu ajalah, dia enggak peduli entah apa yang mau dikembangkan di sini," tuturnya.
Ternyata karena jalan rusak tersebut, keluarga yang tinggal di perantauan juga jadi malas pulang kampung. Usulan perbaikan ini sudah berulangkali mereka sampaikan bahkan hingga demo di Jakarta.
"Keluarga pun jadi malas pulang karena jalan tak pernah bagus. Jadi, anak-anak kita di perantauan sudah pernah demo ke Istana. Merekalah yang kami minta untuk menyampaikan aspirasi kami ke presiden," tuturnya.
Ia berharap Presiden RI Joko WIdodo mendengarkan jeritan rakyatnya di Kecamatan Borbor
"Kalau ada perhatian Pak Jokowi selaku presiden, kami sangat bersyukur sekali," sambungnya.
"Kita jadi merugi. Kalau yang beruntung itu adalah tengkulak. Saya berada di sini setelah berkeluarga pada tahun 1978. Pada zaman gabung dengan Taputlah kita rasakan ada pembangunan jalan," pungkasnya. (cr3/tirbun-medan.com)
| Alasan Polda tak Menahan Wakil Ketua DPRD Deliserdang, Hamdani Syahputra Berstatus Tersangka |
|
|---|
| Daftar 4 Kapolsek Diganti Kapolres Langkat, Termasuk Kapolsek Besitang, Kabag Ops, Kasi Propam |
|
|---|
| Daftar Nama 5 Pejabat Baru Dilantik Kapolres Tanjungbalai, Kabaops hingga Kapolsek |
|
|---|
| Hasil Seleksi Pejabat Pemko Siantar, Berikut Daftar Nama ASN Lolos Tahap Administrasi |
|
|---|
| 7 Camat di Simalungun Diperiksa Jaksa, Dugaan Korupsi Pelatihan Hanpang dan BUMDes |
|
|---|