Tribun Wiki

Sosok dr Terawan Agus Putranto, Punya Metode 'Cuci Otak', Kini Dukung Prabowo Subianto

dr Terawan Agus Putranto kini kembali muncul ke publik setelah sekian lama tak terdengar namanya. Ia kini mendukung Prabowo Subianto

Tayang:
Editor: Array A Argus
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto memberikan keterangan kepada wartawan menjelang kedatangan WNI dari natuna di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Sabtu (15/2/2020). 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Sosok Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, SpRad (K) adalah dokter TNI AD yang sempat ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Menteri Kesehatan pada 23 Oktober 2019 silam.

Namun, karir Terawan Agus Putranto sebagai Menteri Kesehatan tak berlangsung lama.

Pada 23 Desember 2020, ia terkena reshuffle.

Posisinya digantikan oleh Budi Gunadi Sadikin.

Baca juga: Sosok Paulus Tjakrawan, yang Dikenal Sebagai Pejuang Biodiesel Dikabarkan Meninggal Dunia

Setelah sekian lama tak kelihatan, kini Terawan Agus Putranto kembali muncul.

Ia terlihat berada di kubu Prabowo Subianto saat debat akhir capres. 

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid membenarkan bahwa Terawan Agus Putranto kini mendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. 

"Ya Pak Terawan mendukung kami," kata Nusron saat dikonfirmasi di JCC.

Namun, menurut Nusron, Terawan tidak tergabung jajaran TKN.

Baca juga: Sosok Deliang Al-Farabi, Bocah 11 Tahun Terbitkan 40 Buku Berbahasa Inggris, Masuk Top 15 Amazon’

Sosok Terawan Agus Putranto 

Terawan Agus Putranto merupakan dokter kelahiran Yogyakarta, 5 Agustus 1964.

Ia menamatkan pendidikan kedokterannya di Universitas Gajah Mada (UGM) tahun 1990.

Selanjutnya, ia bergabung dengan TNI AD dan ditugaskan ke beberapa wilayah Tanah Air seperti Lombok, Bali, dan Jakarta untuk mengemban tugas sebagai pelaksana kesehatan militer.

Baca juga: Sosok Marwan Barghouti, Calon Presiden Palestina di Masa Depan yang Diminta Dibebaskan Israel

Pada tahun 2009, Terawan masuk dalam tim dokter kepresidenan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Terawan juga melanjutkan pendidikan spesialis di Departemen Spesialis Radiologi Universitas Airlangga tahun 2004 dan mengambil program doktor di Universitas Hasanuddin pada 2016.

Kepala RSPAD dan terapi “cuci otak”

Tahun 2015, Terawan menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto.

Nama Terawan mulai populer seiring dengan metode terapi “cuci otak” yang diperkenalkannya.

Dilansir dari Harian Kompas (4/4/2018), terapi cuci otak adalah terapi melalui Digital Subtraction Angiogram (DSA) yang diperuntukkan pasien stroke. Terapi “cuci otak” Terawan ini sempat menuai pro dan kontra.

Baca juga: Sosok Rachel Vennya, Selebgram yang Diusir dari Vila di Bali Gegara Mi Instan

Oleh Terawan, terapi cuci otak diklaim memberikan hasil positif bagi pasien stroke. Bahkan pengakuan kerabat pasien terapi cuci otak, terapi ini tidak hanya mengobati tetapi juga mencegah stroke.

Sayangnya, gagasan pengobatan stroke ini membuatnya diberhentikan sementara dari MKEK IDI, terhitung 12 bulan sejak 26 Februari 2018 hingga 25 Februari 2019.

Ketua MKEK IDI Prijo Pratomo mengatakan, Terawan telah melanggar kode etik, yakni Pasal 4 yang mengatur dokter wajib menghindarkan diri dari perbuatan yang bersifat memuji diri.

Serta Pasal 6 yang mengatur bahwa, “Setiap dokter wajib senantiasa berhati-hati dalam mengumumkan atau menerapkan setiap penemuan teknik atau pengobatan baru yang belum diuji kebenarannya dan terhadap hal-hal yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat.”.

“Kami tidak mempersoalkan DSA, tapi sumpah dokter dan kode etik yang dilanggar,” ujar Prijo saat dihubungi Kompas.com pada Rabu (4/4/2018).

Baca juga: Sosok Mustamin Guru Honorer Kecewa Tak Diangkat Jadi PNS, Sudah Relakan Tanah Pribadi Jadi Sekolah

Jabat Menkes dan gagas vaksin Nusantara

Meski pernah diberhentikan sementara oleh MKEK IDI, Presiden Jokowi tetap menunjuk Terawan sebagai Menteri Kesehatan.

Penunjukannya sebagai Menkes membuat Terawan menjadi dokter militer pertama yang diangkat sebagai Menkes sejak Mayor Jenderal TNI (Purn.) dr. Suwardjono Surjaningrat di tahun 1978-1988.

Terawan mendapat ujian berat kala Indonesia dilanda pandemi Covid-19 pada Maret 2020, beberapa bulan setelah dirinya menjabat Menkes.

Salah satu upaya Terawan untuk menanggulangi pandemi Covid-19 adalah menggagas pembuatan vaksin Covid-19 yang diberi nama vaksin Nusantara

Vaksin Nusantara adalah vaksin berbasis sel dendritik autolog atau komponen sel darah putih yang disebut menjadi yang pertama kali di dunia untuk Covid-19.

Menurut klaim Terawan, vaksin jenis ini akan aman disuntikkan kepada orang-orang dengan penyakit penyerta atau komorbid.

Vaksin karyanya itu bahkan sudah digunakan oleh tokoh dan pejabat Indonesia seperti Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, yang kala itu menjabat Panglima TNI, eks Menteri BUMN Dahlan Iskan, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, hingga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.(tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter    

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved