Breaking News

Berita Medan

Ketua Kadin Sumut Minta Bank BTN Bantu Pengusaha Properti

Firsal mengkilasbalik sepanjang 2023 produk domestik regional bruto (PDRB) Sumut mencapai angka Rp1.050 triliun yang didominan ditopang sektor konsums

Editor: Ayu Prasandi
HO
Ketua Kadin Sumut, Firsal Ferial Mutyara saat hadir di acara busines gathering 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketua Kadin Sumut, Firsal Ferial Mutyara  mengaku prihatin dengan kondisi pengusaha properti di Sumatera Utara.

Hal itu disampaikannya dalam business gathering berkerjasama dengan Bank BTN di Hotel JW Marriot, Rabu (21/2/2024).

Firsal mengkilasbalik sepanjang 2023 produk domestik regional bruto (PDRB) Sumut mencapai angka Rp1.050 triliun yang didominan ditopang sektor konsumsi.

“Sektor konsumsi itu tentu berkait dengan bisnis properti karena merupakan usahapaling dasar serta dibutuhkan masyarakat dan rumah tangga,” ujarnya.

“Bisnis properti ini harus didukung. Kami juga sudah menginisiasi agar disupport BTN dan juga beberapa institusi lain yang berperan dalam mewujudkan sebagian program kerja Kadin Sumut. Khusus properti ini sekali lagi saya tegaskan kami tidak lagi menjadi tuan rumah di negeri sendiri, " lanjut Firsal.

Kemampuan pengusaha sektor properti di Sumut tak sebesar dari luar daerah karena untuk membuat satu kawasan saja belum mampu membebaskan tanah ratusan hektar sekaligus pembiayaannya.

Untuk mengatasi ini, kata dia, kerjasama dengan institusi lain termasuk nanti dengan BPJS dan PTPN diharapkan secara perlahan akan memulihkan peran pengusaha properti di Sumut sebagai tuan rumah.

“Kita harus pahami bahwa properti ini mencakup semua lini bisnis,” jelasnya.

Firsal menuturkan, outlook ekonomi perbankan 2024 sangat positif. “Lima tahun ke depan kita akan tumbuh antara 5-6 persen.

"Kesempatan buat kita untuk tumbuh lebih tinggi walaupun ada pergeseran dari sisi industri. Karena saat ini kita tidak lagi mengandalkan komoditas sebagai faktor pendorong utama. Tapi sudah masuk pada turunan produk mineral," terangnya.

Artinya turunan produk mineral yang lebih tinggi itu transaksinya sudah lebih tinggi dibanding komoditas.

"Dengan demikian investasi juga tumbuh. Berarti jika mineral yang menjadi primadona beserta produk turunannya maka hilirisasi sudah berjalan. Dalam hilirasasi itu membutuhkan tenaga kerja ribuan orang,” sambungnya

Maka, para pekerja butuh rumah yang terjangkau yang bisa disupport asosiasi di bawah Kadin Sumut.

“Kita ingin mimpi kita terwujud bagi tenaga kerja yang membutuhkan rumah. Jika pekerja tak memiliki rumah akan jadi bencana buat keturunan mereka kelak. Sekarang mereka tak mampu beli rumah. Hanya bisa sewa dengan gaji terbatas,” jelasnya.

Menurut Firsal Ferial Mutyara semua sudah berupaya untuk membantu para tenaga kerja tapi untuk upah minimum provinsi tak bisa didorong terlalu tinggi.

“Kenaikan UMP yang 3,5 persen lalu untung saja tidak menimbulkan gejolak. Dari peta ketenagakerjaan ada 2 juta orang di provinsi ini yang saya kira 10 persen pun belum punya rumah,” tuturnya.

Apabila kemudian BTN bisa mensupport asosiasi yang ada di bawah Kadin akan sangat membantu.

“Dalam arti memberikan masa depan lebih baik agar mereka nyaman dan hidup mereka lebih terjaga. Kita sangat mengharapkan itu selain untuk mengembalikan posisi para pengusaha properti di daerah ini menjadi tuan rumah di wilayah sendiri,” katanya.

(Cr10/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved