Berita Viral
Ternyata Memang Boleh, Segini Waktu Tidur Pilot saat Mengudara, Tapi Harus Tidur di Tempat Ini
Aturan yang mengatur pilot tidur saat mengudara itu ternyata ada dua kategori, yakni controlled rest (istirahat terkendali) dan bunk rest (istirahat d
TRIBUN-MEDAN.com - Baru-baru ini sedang menjadi perbincangan dan viral pilot tertidur selama 28 menit saat terbang Kendari-Jakarta, hingga Pesawat keluar jalur.
Apakah pilot boleh tidur saat melakukan penerbangan?
Ternyata berdasarkan aturannya, pilot boleh tidur saat tengah mengudara tetapi dengan aturan yang sangat ketat.
Aturan yang mengatur pilot tidur saat mengudara itu ternyata ada dua kategori, yakni controlled rest (istirahat terkendali) dan bunk rest (istirahat di tempat tidur).
Melansir Flight Deck Friend, pilot boleh tidur saat tengah mengudara, tetapi dengan aturan yang sangat ketat.
Pilot umumnya diizinkan tidur bagi yang tengah melakukan penerbangan jarak jauh.
Untuk penerbangan jarak pendek, tidur diizinkan guna istirahat demi menghindari efek kelelahan.
Istirahat bagi pilot dikategorikan ke dalam dua jenis, yakni controlled rest (istirahat terkendali) dan bunk rest (istirahat di tempat tidur).
Controlled rest dilakukan di dalam kokpit, sedangkan bunk rest dilakukan di kabin penumpang yang disediakan khusus untuk pilot atau di tempat tidur susun khusus kru yang biasanya ada pada pesawat jarak jauh.
Istirahat atau tidur menjadi praktik standar di seluruh industri penerbangan karena dinilai dapat meningkatkan keselamatan penerbangan.
Namun demikian, setidaknya ada satu pilot yang terjaga dan memegang kendali saat pilot yang lain tengah istirahat.
Controlled Rest
Istirahat terkendali memungkinkan salah satu pilot untuk tidur hingga 45 menit selama fase beban kerja rendah.
Hal ini berguna untuk meningkatkan kewaspadaan untuk fase beban kerja tinggi, misalnya saat mendaratkan pesawat.
Prinsip istirahat terkendali ini setara dengan “power nap”. Idealnya, pilot tidur selama 10-20 menit untuk membatasi tahapan tidur non-rapid eye motion (NREM) yang lebih ringan.
Tidur 30-60 menit dapat mengakibatkan inersia tidur yang justru membuat pilot berpotensi merasa pening dan lebih lelah.
Aturan Tidur Pilot Saat Terbang
Beberapa aturan penting yang harus dipatuhi saat pilot hendak melakukan istirahat terkendali selama penerbangan, di antaranya:
- Harus didiskusikan dan disetujui oleh kedua pilot
- Istirahat terkendali dibatasi 10-40 menit.
- Hanya satu pilot yang boleh mengambil istirahat terkendali pada satu waktu di kokpit, tetapi kursinya ditarik menjauh dari kendali pesawat.
- Setelah terbangun dari tidur, pilot harus menghindari pengoperasioan kontrol selama jangka waktu tertentu untuk memastikan ia sudah terbangun dan waspada. Umumnya, hal ini dilakukan 15 menit.
- Pilot yang beristirahat harus memastikan pilot yang terjaga diberi pengarahan yang memadai agar pilot tersebut dapat melaksanakan tugasnya selama operasi pilot tunggal.
Tempat Tidur untuk Pilot
Sebagian pesawat jarak jauh memiliki tempat tidur tersembunyi yang digunakan pilot dan awak kabun tidur tanpa terlihat oleh penumpang.
Penerbangan jarak jauh umumnya membutuhkan 3-4 pilot agar masing-masing dapat bergantian beristirahat dan menerbangkan pesawat.
Dua pilot yang sama memegang kendali untuk lepas landas dan mendarat, sedangkan pilot lainnya akan mengambil kendali untuk segmen penerbangan lainnya.
Pilot tambahan yang tidak memegang kendali saat lepas landas dan mendarat umumnya disebut sebagai Heavy Crew.
Sesaat setelah lepas landas, pilot pertama akan menuju tempat tidur khusus dan istirahat selama jangka waktu tertentu sebelum bergiliran dengan pilot lain.
Selama penerbangan, para pilot akan bergantian. Hingga sekitar satu jam sebelum mendarat, pilot yang bertugas saat lepas landas akan kembali ke kokpit dan memegang kendali.
Heboh Pilot Tertidur 28 Menit
Sebelumnya seperti diberitakan Pilot Tertidur Selama 28 Menit Saat Terbang Kendari-Jakarta, Pesawat Keluar Jalur.
Kabar mengejutkan itu datang dari dunia penerbangan di Indonesia.
Pasalnya, laporan hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menemukan bahwa pilot dan kopilot Batik Air tertidur selama 28 menit saat terbang dari Kendari menuju Jakarta pada 25 Januari 2024 hingga pesawat keluar jalur.
Temuan ini membantah alibi pilot yang saat itu beralasan mengalami masalah radio komunikasi sehingga tak dapat menanggapi petugas lalu lintas udara.
Tidak ada korban dalam insiden ini. Sebanyak 153 penumpang dan pesawat bisa mendarat dengan selamat di Bandara Soekarno-Hatta.
Lantas, bolehkah pilot boleh tidur saat menerbangkan pesawat?
Kemenhub Beri Teguran Tegas dan Lakukan Investigasi
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), M Kristi Endah Murni mengatakan bahwa pihaknya memberikan teguran keras terhadap Batik Air buntut informasi soal pilot dan kopilot Batik Air yang tertidur saat terbang.
Diketahui, pilot dan kopilot Batik Air registrasi PK-LUV dengan nomor penerbangan BTK6723 tertidur selama 28 menit dalam penerbangan rute Kendari-Jakarta, 25 Januari 2024 lalu.
Kristin mengatakan bahwa maskapai perlu memperhatikan waktu dan kualitas istirahat para pilot dan awak pesawat, khususnya yang menjalani penerbangan di malam hari.
Waktu dan kualitas istirahat para pilot dan awak ini penting karena berpengaruh pada kewaspadaaan saat penerbangan. Terkait hal ini, pihaknya akan melakukan investigasi menyeluruh.
“Kami akan melakukan investigasi dan review terhadap Night Flight operation di Indonesia terkait dengan Fatigue Risk Management (manajemen risiko atas kelelahan) untuk Batik Air dan juga seluruh operator penerbangan,” kata Kristi, Sabtu (9/3/2024).
Kru pesawat yang melakukan penerbangan tersebut telah ditetapkan grounded sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) internal untuk investigasi lebih lanjut.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) juga akan menurunkan inspektur penerbangan yang akan menangani Resolusi of Safety Issue (RSI) untuk menemukan akar permasalahan.
Inspektur akan merekomendasikan tindakan mitigasi terkait kasus ini kepada operator penerbangan dan pengawasnya.
"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memberikan apresiasi terhadap KNKT serta menanggapi serius kasus Batik Air. Kami tegaskan bahwa sanksi akan diberlakukan sesuai dengan hasil investigasi yang ditemukan oleh tim investigator," kata Kristi.
Diberitakan Kompas.tv sebelumnya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis laporan hasil investigasi terkait kejadian pesawat Batik Air yang sempat hilang kontak pada 25 Januari 2024 lalu.
Pesawat dengan rute Kendari-Jakarta ini hilang kontak beberapa menit.
Pilot yang bertugas sempat mengatakan bahwa mereka mengalami masalah radio.
Setelah ditelusuri, rupanya pilot-kopilot Batik Air tertidur selama 28 menit hingga pesawat keluar jalur.
KNKT kemudian mengetahui bahwa kopilot bercerita kepada pilot bahwa ia kurang istirahat karena baru saja memiliki anak kembar berusia 1 bulan.
Tidak ada korban dalam insiden ini. Sebanyak 153 penumpang dan pesawat bisa mendarat dengan selamat di Bandara Soekarno-Hatta
(*/ Tribun-medan.com)
| KONTRAS Nasib Dua Tokoh di Kasus Brigadir J: Kamaruddin Simanjuntak Lesu, Ferdy Sambo Kuliah S2 |
|
|---|
| INDONESIA Perkuat Pengawasan di Gerbang Selat Malaka, Kerahkan Drone Anka, Terbang 30 Jam Non Stop |
|
|---|
| Dikenal Berprestasi, Inilah Sosok Ocha, Siswi SMAN 1 Pontianak yang Viral di LCC 4 Pilar MPR RI |
|
|---|
| AKP Deky Jonathan Sasiang Diduga Terlibat Jaringan Bandar Narkoba, Bareskrim Ambil Alih Kasus |
|
|---|
| BAHLIL Sebut Stok BBM dan LPG Berada di Atas Standar Minimum Nasional: Saya Lapor ke Pak Prabowo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ALASAN-Pilot-Kopilot-Batik-Air-Tidur-Barengan-Selama-28-Menit-Kurang-Tidur-Urus.jpg)