Kesehatan

Glaukoma dan Daftar Penyakit Lain yang Terjadi Akibat Dampak Buruk Alkohol

Para pecandu alkohol umumnya akan terserang beberapa penyakit. Satu diantaranya adalah penyakit glaukoma. Lantas apa glaukoma ini?

Editor: Array A Argus
INTERNET
Ilustrasi minum alkohol 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Sepekan terakhir masyarakat penasaran dengan penyakit glaukoma yang dipicu karena kerap minum alkohol.

Hal ini setelah beredarnya kabar, bahwa mantan kiper Timnas Indonesia, Kurnia Meiga menderita glaukoma karena diduga kebanyakan minum alkohol.

Lantas, apa sih glaukoma ini?

Seperti apa dampaknya terhadap kesehatan manusia?

Dilansir dari Halodoc, glaukoma adalah kerusakan saraf optik yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan dan kebutaan. 

Adapun fungsi saraf optik adalah mengirimkan informasi visual dari mata ke otak untuk memaksimalkan penglihatan.

Kerusakan saraf optik sering berkaitan dengan tekanan tinggi pada mata.

Tetapi kondisi ini bisa terjadi bahkan dengan tekanan mata normal.

Kondisi mata ini dapat terjadi pada usia berapa pun, tetapi lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua.

Penyebab glukoma yang utama adalah meningkatnya tekanan dalam mata (tekanan intraokular).

Tekanan tersebut dapat meningkat baik akibat produksi cairan mata yang berlebihan, maupun akibat terhalangnya saluran pembuangan cairan pada mata. 

Tekanan ini dapat merusak serabut saraf retina, yaitu jaringan saraf yang melapisi bagian belakang mata, dan saraf optik yang menghubungkan mata ke otak.

Sayangnya, sampai saat ini, belum jelas kenapa produksi cairan mata bisa berlebihan atau kenapa saluran pembuangannya bisa tersumbat.

Sementara itu, dalam situs Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, alkohol menjadi salah satu minuman yang harus dihindari oleh penderita glaukoma selain kopi.

Penyakit Lain Akibat Alkohol

Alkohol yang dikenal pula dengan nama etanol merupakan senyawa kimia berdampak psikoaktif yang mempengaruhi otak dan sistem saraf pusat, berpotensi mengubah perilaku, pemikiran, dan perasaan seseorang.

Meskipun dalam dosis kecil dapat menyebabkan rasa rileks dan memfasilitasi interaksi sosial,

Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat berdampak buruk terhadap kesehatan fisik, mental, dan hubungan sosial seseorang.

Penting untuk memahami risiko yang dihadapi ketika mengonsumsi alkohol tanpa batasan, demi menjaga kesehatan dan kesejahteraan.

Untuk itu, kenali beberapa bahaya konsumsi minuman alkohol berlebihan terhadap kesehatan tubuh dilansir dari WebMD.

1. Penyakit Jantung: Alkohol meningkatkan risiko penggumpalan darah dan kadar lemak/kolesterol, yang dapat menyebabkan kesulitan memompa darah ke jantung dan meningkatkan peluang kematian akibat penyakit jantung.

2. Kerusakan Hati: Konsumsi alkohol berlebihan dapat merusak sel-sel hati dan menyebabkan jaringan parut (sirosis hati) serta penyakit hati berlemak alkoholik.

3. Masalah Otak dan Sistem Saraf: Alkohol mengganggu jalur komunikasi otak, menyebabkan kesulitan berpikir, berbicara, mengingat, dan mengambil keputusan. Hal ini meningkatkan risiko depresi, demensia, dan kerusakan saraf.

4. Kanker: Konsumsi alkohol meningkatkan risiko kanker di mulut, tenggorokan, kotak suara, kerongkongan, hati, payudara, dan usus. Alkohol membantu bahan kimia penyebab kanker memasuki sel tubuh.

5. Kejang: Konsumsi alkohol berlebihan dan jangka panjang meningkatkan peluang terkena epilepsi dan menyebabkan kejang setelah konsumsi berlebihan.

6. Nyeri Jangka Panjang: Konsumsi alkohol meningkatkan risiko asam urat dan radang sendi.

7. Infeksi Bakteri: Alkohol melemahkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko infeksi bakteri.

8. Masalah Pencernaan:  Alkohol menyebabkan peradangan pada lapisan perut, mulas, dan mual. Hal ini dapat menyebabkan bisul, peradangan kronis, dan kesulitan mencerna nutrisi. Konsumsi alkohol meningkatkan risiko pankreatitis dan diabetes.

9. Gangguan tidur: Anda yang konsumsi banyak minuman beralkohol sehingga membuat tubuh sulit tidur di malam hari. Selain itu, terlalu sering konsumsi minuman alkohol atau minuman keras dapat membuat Anda lebih sulit tertidur atau bahkan bisa tertidur panjang.

Hal ini juga dapat meningkatkan dengkuran dan apnea tidur, sehingga membuat Anda sulit mendapatkan istirahat malam yang baik.

10. Glaukoma: Glaukoma merupakan kerusakan saraf optik yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan dan kebutaan. Saraf optik membawa informasi dari mata ke otak. Glaukoma sering disebabkan oleh tekanan tinggi di dalam mata (tekanan intraokular), tetapi juga dapat terjadi pada orang dengan tekanan mata normal.

Nah, konsumsi Alkohol dapat meningkatkan tekanan di dalam mata, yang merupakan faktor risiko utama glaukoma.. Selain itu, ini juga mempengaruhi aliran darah ke saraf optik.

Sehingga, lama kelamaan Alkohol bisa mengganggu aliran darah ke saraf optik, yang dapat menyebabkan kerusakan saraf.

Untuk itu, temukan beberapa resolusi yang mudah diterapkan untuk berhenti konsumsi Alkohol.

Panduan berhenti minum alkohol

Dikutip dari Kontan, langkah pertama untuk lepas dari jerat alkohol adalah menemukan alasan kuat untuk berhenti.

Apakah demi kesehatan, hubungan, karier, atau alasan lain?

Menyadari alasan ini akan menjadi api semangat Anda dalam perjalanan ini.

Selanjutnya, tetapkan tujuan yang realistis.

Berhenti total atau mengurangi konsumsi secara bertahap? Pilihlah yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

Dukungan dari orang-orang terdekat sangatlah penting.

Ceritakan niat Anda kepada teman, keluarga, atau sahabat. Mereka akan menjadi kekuatan dan pengawas Anda.

Hindari situasi yang memicu keinginan untuk minum alkohol.

Jauhi acara atau tempat yang penuh alkohol dan teman-teman yang mendorong Anda untuk minum.

Isi waktu Anda dengan kegiatan positif.

Temukan hobi baru, berolahraga, atau lakukan aktivitas lain yang Anda sukai.

Carilah bantuan profesional jika Anda merasa kesulitan.

Dokter, psikolog, dan terapis dapat membantu Anda mengatasi kecanduan alkohol dengan terapi dan pengobatan yang tepat.

Pastikan Anda membuat perencanaan untuk mendapatkan gaya hidup yang lebih sehat.

Sehingga, Anda bisa berhenti minum alkohol realistis untuk diterapkan.(tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter    

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved