Berita Viral
SIAPA Parpol Paling Banyak Dapat Kursi Limpahan PPP dan PSI yang Gagal ke Senayan? Berikut Daftarnya
Berikut daftar caleg yang mendapakan rejeki nomplok masuk ke Senayan usai PPP dan PSI gagal ke Senayan? Seperti diketahui, kegagalan PPP memenuhi amba
Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
TRIBUN-MEDAN.com - Berikut daftar caleg yang mendapakan rejeki nomplok masuk ke Senayan usai PPP dan PSI gagal ke Senayan?
Seperti diketahui, kegagalan PPP memenuhi ambang batas parlemen memberikan keuntungan ke sejumlah Caleg DPR RI.
PPP sebagai partai tertua di Indonesia gagal mempertahankan kursi di DPR RI.
Sejumlah caleg mendapatkan keuntungan dari kegagalan PPP.
Berikut sejumlah caleg yang ketiban untung atas kegagalan PPP:
1. Rachmat Hidayat
Di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), caleg PDIP Rachmat Hidayat mendapatkan keuntungan dari kegagalan PPP.
Dengan begitu, PDIP menambah jumlah kursi di DPR RI.
Rachmat menggantikan caleg PPP Ermalena dengan 52.747 suara. Rachmat Hidayat yang berada di bawah Ermalena langsung mengisi posisi yang ditinggal.
Padahal, Rachmat cuma meraih 73.679 suara.
Maka dengan hilangnya kursi PPP di Dapil Pulau Lombok tersebut akibat tak lolos PT, maka yang akan masuk menempati kursi kedelapan DPR RI di Dapil pulau Lombok adalah PDIP.
2. Taufan Pawe
Taufan Pawe caleg DPR RI Dapil Sulsel II meliputi Bone, Soppeng, Wajo, Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Sinjai, dan Bulukumba.
Politisi Partai Golkar itu mendapatkan keuntungan setelah kegagalan PPP.
Ia menempati posisi kesepuluh dari total 9 kursi diperebutkan di Dapil Sulsel II.
Ia kalah bersaing melewan caleg PKB Andi Muawiyah Ramly yang mengumpulkan 104.780 total suara partai.
Taufan Pawe menggantikan caleg PPP Muh Aras menempati posisi keempat di Dapil Sulsel II.
3. Rudianto Lallo
Rudianto Lallo menggantikan posisi caleg PPP Amir Uskara.
politisi Nasdem Rudianto Lallo berpeluang melanggeng ke Senayan.
Rudianto Lallo menempati posisi kesembilan dari total 8 kursi diperebutkan di Dapil Sulsel I.
Dapilnya meliputi Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Selayar.
Adapun caleg PPP Amir Uskara menempati posisi ketujuh dari delapan kursi diperebutkan.
PPP mengumpulkan 140.154 total suara partai di Dapil Sulsel I.
4. Ina Ammania
Politisi PDIP Ina Ammania mendapatkan rejeki nomplok. Ia maju di Dapil Jatim III meliputi Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso.
Padahal PPP berhasil meraih satu kursi DPR RI dari Dapil Jatim III atas nama caleg nomor urut 7 SY Anas Tahir.
Anas Tahir meraih suara 49.348 di Dapil Jatim III dan PPP berhasil meraih kursi nomor urut ke-5.
Namun, dengan gagalnya PPP menembus 4 persen, maka kursi PPP akan diganti oleh kursi kedua milik caleg PDIP yakni Ina Ammania.
Anas Tahir Caleg PDIP nomor urut 3 ini meraih 60.265 suara dan menjadi caleg dengan suara terbesar kedua di internal PDIP di Dapil Jatim III.
PDIP yang meraih 300.958 suara otomatis mengisi kursi ke-7 di Dapil Jatim III usai PPP gagal menembus 4 persen.
5. Banyu Biru Djarot
PPP juga akan kehilangan kursinya di Dapil Jatim VIII (Jombang, Mojokerto, Nganjuk, Madiun). Putri Bupati Jombang Mundjidah Wahab yakni Ema Ummiyatul Chusnah.
Ning Ema, sapaan akrabnya meraih 65.393 suara di Dapil Jatim VIII.
Secara total PPP meraih 116.554 suara dan menempati kursi ke-10 atau kursi terakhir dari Dapil Jatim VIII.
Namun, dengan gagalnya PPP menembus 4 persen, secara otomatis kursi PPP akan digantikan oleh PDIP untuk kursi keduanya di Dapil Jatim VIII.
PDIP meraih total 327.921 suara dan berhak meraih dua kursi di Dapil Jatim VIII.
Kursi kedua PDIP diraih oleh anak Eros Djarot yakni Banyu Biru Djarot yang meraih 54.325 suara.
6. Ansari
Nasib serupa juga dialami PPP di Dapil Jatim XI (Bangkalan, Sampang, Sumenep, Pamekasan). PPP akan kehilangan satu kursi DPR RI dari Dapil Jatim IX usai gagal menembus 4 persen.
Caleg PPP yang lolos dari Dapil Jatim XI adalah Achmad Baidowi.
Ketua DPP PPP ini yang biasa disapa Awiek meraih suara 359.189 di Dapil Jatim XI.
Secara total PPP meraih 408.402 suara di Dapil Jatim XI.
Karena tidak mencapai 4 persen, kursi PPP akan digantikan oleh kursi kedua PDIP di Dapil Jatim XI.
Caleg PDIP yang meraih kursi DPR RI itu ialah Ansari.
Ansari meraih 76.907 suara di Dapil Jatim XI. Secara total PDIP meraih 659.980 suara di Dapil Jatim XI.
7. Ujang Bey
Politisi Nasdem Ujag Bey menggantikan posisi Plt Ketua DPW PPP Jabar Pepep Saepul Hidayat di Dapil Jabar IX.
Ujang Bey pun keluar sebagai caleg NasDem yang mendapat raihan suara tertinggi dengan 31.546, sekaligus mengamankan kursi ke Senayan.
8. Lola Nelria Oktavia
Sementara di dapil Jabar XI, Politisi PPP Nurhayati akan digantikan Caleg Nasdem Lola Nelria Oktavia.
Lola menjadi caleg dengan suara tertinggi sebanyak 48.097.
Nurhayati yang bertarung di Dapil Jabar 11 (Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya). Nurhayati meraup 69.007 suara.
Di dapil ini ada 10 caleg yang berhak lolos. Namun, Nurhayati yang juga berada di 10 besar akhirnya juga gagal melaju ke Senayan karena terganjal parliamentary threshold 4 persen.
9. Ghufran
Caleg PKS Ghufran menggantikan caleg PPP yang tidak memenuhi suara ambang batas parlemen.
Ghufron maju dari Dapil Aceh I
Ghufran melaju setelah menang selisih sedikit dengan teman sekadernya Rafly Kande.
Berdasarkan perolehan suara internal PKS, caleg nomor urut 1 Ghufron unggul dengan perolehan suara 46.713.
Daftar 5 Caleg PSI Mendulang Suara Terbanyak DPR RI tapi Gagal ke Senayan
Berikut daftara 5 caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang meraup suara terbanyak tapi gagal ke Senayan.
Capaian PSI di Pemilu 2024 di bawah 4 persen atau batas ambang syarat partai politik lolos ke parlemen.
PSI hanya mampu mengantongi 4.260.169 suara atau 2,80 persen.
Berdasarkan peraturan ambang batas parlemen yang diatur di dalam Pasal 414 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
Dalam regulasi itu disebutkan syarat partai politik lolos parlemen yakni minimal 4 persen suara nasional.
Sehingga mengacu dari aturan itu, PSI kembali gagal untuk kedua kalinya ke parlemen.
Sehingga caleg yang memperoleh suara terbanyak di PSI juga bernasib sama tidak bisa duduk di Senayan.
Berikut kami rangkum daftar 5 caleg PSI yang gagal ke Senayan.
1. Grace Natalie
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mampu mengantongi 193.556 suara.
Grace Natalie maju Pileg dapil DKI Jakarta III.
Namun sayang, suara yang besar diraih oleh Grace Natalie tak bearti, sebab partainya yakni PSI tidak lolos Parlemen.
2. Paulus Totok Lusida
Ketua Dewan Pakar PSI Paulus Totok Lusida juga mendulang suara yang besar di Pileg 2024.
Ia diketahui mengantongi 162.805 suara dari dapil Jawa Timur 1.
Namun suara yang besar diraih gagal membawa Paulus Totok Lusida ke Senayan.
3. Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka
Nama berikutnya yakni Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka yang gagal ke Senayan.
Padahal ia mendulang suara yang relatif besar yakni sebanyak 78.140 suara.
4. Ade Armando
Kemudian ada nama Ade Armando caleg mendulang suara besar yang gagal ke Senayan.
Ade Armando yang tergabung di dalam dapil neraka Jakarta mampu mengantongi 54.199 suara.
5. Cynthia Riza
PSI sebenarnya berdasar metode sainte lague bisa mendapat satu kursi DPR RI dari Dapil Jawa Tengah V.
Dan caleg yang bakal duduk itu yakni Cynthia Riza.
Caleg PSI itu mengantongi 60.003 suara.
Namun saya harapan Cynthia ke Senayan pupus.
(*/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
Parpol Paling Banyak Dapat Kursi Limpahan PPP dan
Tribun-medan.com
PPP dan PSI gagal ke Senayan
Pileg 2024
Berita Viral
| DETIK-DETIK Nus Kei Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara, 2 Pelaku Ditangkap |
|
|---|
| SOSOK Nus Key Pernah Bersiteru dengan Jhon Key, Kini Tewas Ditikam di Bandara |
|
|---|
| ALASAN Jusuf Kalla Usul Cabut Subsidi BBM: Tidak Bisa Tahan Negara Ini, Keuangannya Defisit |
|
|---|
| VIRAL Aksi Wanita 26 Tahun Naik Tower Gegara tak Direstui Menikah, Beri Syarat Khusus Agar Mau Turun |
|
|---|
| NUS KEI Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Saat Hendak Hadiri Musda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kegagalan-PPP-memenuhi-ambang-batas-parlemen-s.jpg)