Kilas Balik
Mengenang Sosok Galang Rambu Anarki, Putra Sulung Musisi Iwan Fals yang Meninggal 27 Tahun Lalu
Galang Rambu Anarki adalah putra sulung musisi Iwan Fals. Galang Rambu Anarki meninggal dunia pada April 1994 silam
TRIBUN-MEDAN.COM,- Sosok Galang Rambu Anarki dikenal sebagai putra sulung musisi Tanah Air, Iwan Fals.
Tepat pada 25 April 1997 silam, Galang Rambu Anarki meninggal dunia.
Sudah 27 tahun Galang meninggalkan keluarga yang dikasihinya.
Seperti diketahui, banyak isu merebak mengenai kematian Galang Rambu Anarki.
Bahkan, ada yang menuding bahwa Galang Rambu Anarki meninggal dunia karena narkoba.
Namun, isu itu terbantahkan atas keterangan Tony Bunga.
Baca juga: Sosok Rinny Shirley Theresia Wowor, Jenderal Wanita Bintang Satu Kini Bertugas di BIN
Tony Bunga adalah sahabat Galang Rambu Anarki.
Mereka yang sama-sama pernah tenar dengan lagu "Kasih Jangan Kau Pergi" itu mengungkap kondisi Galang sebelum meninggal dunia.
Dilansir dari Kompas.com, Galang Rambu Anarki disebutnya sempat beberapa kali terjauh kesakitan sambil memegang bagian dadanya.
"Kalau kata bokapnya paru-paru," kata Tony dikutip dari YouTube Ferdy Element.
"Waktu itu gue pernah latihan sama dia, dia pernah jatuh, kesakitan (sambil memegang dada), (entah) jantung, paru-paru, entah gimana," lanjutnya.
Memang, Galang memiliki kebiasaan tidur yang berbeda dengan orang pada umumnya.
Baca juga: Hari Ini Masyarakat Negeri Wakal Maluku Sudah Salat Ied, Begini Cara Penghitungan Kalender Mereka
Dulu disebutnya cukup sering begadang.
Terlebih saat sudah berkumpul dengan teman-temannya.
"Ini anak begadang mulu, tidurnya kebalik. Bahkan dia kalau lagi nongkrong suka enggak tidur-tidur," ucap Tony.
"Setelah sorenya baru tidur. Angin malam kan jahat, apalagi dia masih muda," imbuhnya.
Saat itu Galang meninggal dunia dalam usia 15 tahun dan masih duduk di bangku SMP.
Tony mengatakan bahwa Galang saat itu sangat membencinya karena menggunakan narkoba jenis putaw.
"Dulu gue doang, Galang sih enggak ya," kata Tony.
Baca juga: Mengenang Tragedi Tol Brexit yang Disebut Jalur Neraka saat Mudik Lebaran
"Sempet kesel si Galang. Suatu saat Galang pernah gue ajak ngedrugs, tapi dia enggak suka, (malah berpesan) 'lo jangan begini terus Ton,'" kenangnya.
Sementara lagu "Kasih Jangan Kau Pergi" dirilis setelah Galang meninggal dunia.
Lagu itu sudah sempat direkam saat Galang masih hidup, tapi sayang belum dirilis.
"Pada saat itu Galang meninggal, terus gue ketemu produser, 'Pak gimana ini, Galang udah meninggal?' Rilis lah (lagunya)," ucap Tony.
"Covernya ada foto Galang, saya minta bikin tulisan, itu tulisan di cover album pertama itu tulisan gue, untuk Galang," lanjutnya.
Galang Rambu Anarki lahir tahun 1982 dan meninggal dunia di tahun 1997.
Baca juga: Sosok Mira Hayati, Bos Skincare yang Pamer Hijab Emas, Pernah Borong 1 Kg Emas Usai Haji
Dibuat Lagu oleh Sang Ayah
Virgiawan Listanto atau yang lebih dikenal sebagai Iwan Fals sempat menciptakan sebuah lagu yang berjudul 'Galang Rambu Anarki'.
Galang Rambu Anarki adalah putra sulung Iwan Fals yang meninggal dunia pada 1997 silam.
Lagu Galang Anarki sendiri diciptakan Iwan Fals atas keresahannya tentang harga-harga bahan pokok yang mahal di tahun 1980-an.
Sebagaimana diketahui, dari pernikahannya dengan Rossana, Iwan Fals diketahui memiliki orang 3 anak.
Yakni, Galang Rambu Anarki, Anisa Cikal Rambu Basae dan Raya Rambu Robbani.
Baca juga: Sosok Arie Febriant, Sang Pengemudi HR-V Arogan yang Viral, Ini Rincian Harta yang Ia Miliki
Putra sulung Iwan Fals, Galang Rambu Anarki lahir pada 1 Januari 1982.
Sayangnya, Galang meninggal dunia di usia muda pada 25 April 1997 saat usia 15 tahun.
Galang disebut meninggal akibat sakit asma.
Namun beredar rumor bahwa Galang berpulang akibat overdosis narkoba.
Dalam wawancara khusus Iwan Fals bersama presenter Andy F. Noya di tayangan Kick Andy, Iwan membongkar rahasia kematian putranya.
Hal ini seperti dikutip GridHot.ID dari unggahan akun YouTube Perjalanan Hidup yang memposting sebuah video pada 27 Desember 2017.
"Saya memberanikan diri bertanya pada anda, apakah Galang meninggal overdosis menggunakan obat-obatan terlarang?," tanya Andy F. Noya.
"Ndak, itu, ndak.. ndak... udah... apa, pernafasan dia agak nggak bagus ya, di pernafasan dia.
Sempet dia seperti layaknya anak-anak di umur segitu, mencoba ya, 'oh, ini ganja ya, ini apa', putaw ya saat itu?.
Ini, ini, ini tapi udah tau, udah tau, terus aku mau musik, pengertian.
Tapi, saya percaya sama dia, dia cepet tahapan itu dia lewat. Dan dia lewatin dengan gagah. Dan albumnya diselesaiin," jelas Iwan Fals.
"Ada yang mengatakan, Galang coba-coba mengkonsumsi obat-obatan, karena anda juga pernah mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Seberapa jauh kebenarannya?," tanya Andy F. Noya lagi.
"Jauh... Benar, jauh. Untung Yos (istri Iwan Fals) banyak bantu saya. Temen-temen OI, banyak menyadarkan saya, Falsmania juga, Pers juga itu, keluarga saya. Temen-temen," jelas Iwan.
"Berapa lama anda tenggelam dalam urusan narkoba ini?," tanya Andy.
"Ada, lama ya... 79-80," Jawab Iwan.
Kepergian Galang tentunya memberikan duka mendalam bagi sang ayah, Iwan Fals.
Terdapat momen begitu memilukan saat Iwan Fals memandikan jenazah almarhum.
Dikutip dari Tribun Jabar, ada sebuah kalimat yang diucapkan Iwan berkali-kali.
"Galang, kamu sudah selesai, Papa yang belum, Lang, kamu sudah selesai, Papa yang belum," ujar Iwan Fals seperti dikutip.
Semasa hidupnya, Galang Rambu Anarki merupakan sosok 'pemberontak'.
Dirinya tidak ingin menikmati angin segar di atas nama besar ayahnya.
Dalam sebuah wawancara dengan tayangan Infotainment Kabar Kabari, semasa hidup Galang Rambu Anarki sempat mengaku tak ingin mengekor pada nama besar sang ayah.
Hal ini seperti dikutip dari unggahan video akun Imaji Nasi pada 31 Oktober 2017.
"Galang pengen punya warna musik sendiri om, bukan alternatif, bukan Pop, bukan apa, bikin aliran sendiri.
Hehe... memulai sesuatu yang baru. Ya Iwan Fals, Iwan Fals, Galang ya Galang lah... lain...," ujarnya Galang saat itu.
Saat ditanya apa warna musik Galang dan konsep bermain musik bandnya, Galang mengaku warna musiknya nggak monoton.
"Bebas di sini, nggak ada yang ngelarang sih om, maksudnya vokalisnya musti gini.. gini... enggak gitu. Main aja sebebasnya," lanjut Galang.
Galang memutuskan keluar dari SMP Pembangunan Jaya di Bintaro yang kala itu adalah sekolah termahal di ibu kota.
Galang lebih memilih bermusik, bahkan saat itu ia ingin menikah.
Dalam benaknya, dengan dirinya berkecimpung di dunia musik maka istrinya akan ternafkahi.
Meski memutuskan untuk berhenti sekolah, Iwan Fals mengaku bahwa putra sulungnya itu bertanggung jawab atas segala keputusan yang diambilnya.
Iwan Fals bahkan menjadi saksi betapa gigih Galang meraih mimpi.
Hal itu terlihat saat bandnya sedang latihan, Iwan melihat Galanglah satu-satunya anggota band yang datang paling pagi.
Di balik segala sikap Galang yang membuat Iwan kewalahan, ternyata Galang merupakan anak yang tak suka hura-hura.
Ia dulunya minta uang hanya untuk ongkos ke sekolah, sedangkan untuk belanja ia tak punya biaya.
Di usia masih sangat muda Galang mampu membentuk sebuah band Bernama Bunga.
Dimana dirinya menjadi seorang gitaris.
Sebelum ajal menjemput, Galang dan band-nya sempat mengeluarkan sebuah album.
Di kenal sebagai sosok remaja yang cuek, nyatanya Galang sempat menjadi trendsetter bagi orang-orang seusianya.
Saat masih hidup, Galang kerap memakai kalung kawat dan banyak kalangan anak muda yang meniru gayanya.(tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
Berita viral lainnya di Tribun Medan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.