Viral Medsos

KASUS VINA CIREBON: Dirreskrimum Polda Jabar Kombes Surawan Tanggapi Pernyataan Hotman Paris

Diketahui, kasus pembunuhan dan pemerkosaan Vina di Cirebon kembali menjadi sorotan usai film Vina: Sebelum 7 Hari tayang di bioskop, Rabu (8/5/2024).

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
Ist Kolase Instagram hotmanparisofficial
Hotman Paris dan korban pembunuhan Vina Cirebon 

TRIBUN-MEDAN.COM - Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jabar Kombes Pol Surawan tanggapi pernyataan pengacara Hotman Paris Hutapea yang menyebut bahwa berita acara pemeriksaan (BAP) 8 pelaku pembunuhan dan pemerkosaan Vina Cirebon diubah.

Diketahui, kasus pembunuhan dan pemerkosaan Vina di Cirebon kembali menjadi sorotan usai film Vina: Sebelum 7 Hari tayang di bioskop, Rabu (8/5/2024).

Vina dibunuh  dan diperkosa 11 anggota geng motor di Jalan Raya Talun, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada 27 Agustus 2016 malam. Dari 11 pelaku, baru 8 orang yang ditangkap dan diadili. Sementara tiga lainnya masih buron, yakni Dani (28), Andi (31), dan Pegi (30).

Hotman Paris yang kini turun tangan membantu keluarga Vina mendapatkan keadilan mendorong polisi untuk segera menangkap tiga buron kasus Vina Cirebon. Ia juga mengungkapkan kejanggalan dalam BAP delapan pelaku serta menduga adanya pengaruh atau intervensi dari luar.

"Saat di BAP kan terpisah, hampir semuanya mengatakan ada tiga orang lagi, tetapi pada saat dilimpahkan ke kejaksaan mereka mengubah BAP,” kata Hotman di Jakarta, Kamis (17/5/2024).

“Sehingga diduga ada pengaruh di sini, sehingga 3 orang ini sampai sekarang seolah-olah alamatnya tidak jelas, harusnya di BAP itu ada," ujarnya.

Terkait pernyataan Hotman Paris itu, Kombes Surawan mengatakan bahwa 8 pelaku sempat mencabut sendiri keterangannya saat berkas pelimpahan dan pemeriksaan di Polda Jabar. “Mereka mencabut sendiri (keterangannya). Jadi pada saat berkas pelimpahan ke Polda saat pemeriksaan di Polda mereka mencabut,” beber Kombes Surawan, Jumat (17/5/2024).

Polisi mengaku belum mengetahui alasan mereka mencabut BAP. Saat itu, kedelapan pelaku didampingi oleh kuasa hukumnya. Rencananya, polisi akan kembali memeriksa delapan pelaku pembunuhan dan pemerkosaan Vina untuk mengetahui alasan pencabutan BAP tersebut.

Lebih lanjut, Kombes Surawan juga menanggapi dugaan intervensi dari pihak luar yang membuat pelaku mencabut keterangannya dalam kasus Vina Cirebon. “Akan diperiksa kembali delapan orang itu. Pasti ada pendalaman lagi, terutama kita kejar ketiga DPO itu. Soal (intervensi) ini, nah ini sedang didalami,” ucapnya, seperti dikutip dari Kompas.com.

Dibunuh geng motor

Pada pemberitaan 2016, Vina dibunuh oleh 11 orang yang disebut-sebut merupakan anggota geng motor di Jalan Raya Talun, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Sabtu (27/8/2016) malam. Vina ditemukan di lokasi tidak jauh dari mayat kekasihnya, Eki yang juga menjadi korban kebrutalan geng motor.

Ketika itu, Eki masih berusia yang sama dengan Vina yakni 16 tahun.

Kapolres Cirebon Kota yang saat itu dijabat AKBP Indra Jafar, menggelar konferensi pers enam hari setelah peristiwa itu terjadi.

Dalam konferensi pers itu dijelaskan, Vina dan Eki sebelum tewas dibunuh secara sadis sempat berkeliling bersama rekan klub motor ke sekitar Kota Cirebon.

Ketika melintasi di sekitar kawasan SMP Negeri 11 Kota Cirebon, Vina dan Eki serta klub motornya itu dilempari batu oleh kelompok geng motor lain.

Vina, Eki dan teman-temannya itu tancap gas untuk melarikan diri. Namun geng motor itu mengejar dan menendang motor yang saat itu dikemudikan oleh Eki.

Vina dan Eki dipukuli hingga mengalami luka parah. Bahkan, Vina sebelum meninggal dunia juga diperkosa oleh para pelaku yang dilakukan secara bergantian.

Setelahnya jasad Vina dan Eki dibuang di bawah jembatan layang. Tujuannya untuk mengelabui bahwa seakan-akan kedua korban meninggal dunia karena mengalami kecelakaan tunggal.

"Asumsi pertama saat itu adalah kejadian lakalantas. Setelah itu, kami mendapat informasi dari rekan korban bahwa korban belum tentu mengalami kecelakaan lalu lintas," kata Indra.

Rekayasa kematian

Namun sebelum kasus pembunuhan terbongkar, ayah Vina, Wasnadi, mendapatkan kabar bahwa putrinya masuk rumah sakit dalam kondisi sudah tak bernyawa.

Dari laporan awal, disebutkan Vina mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai sepeda motor berboncengan dengan Eki.

Vina dan Eki dilaporkan menabrak tiang listrik dan trotoar di jembatan flyover yang berada di lajur arah Majasem, Kota Cirebon, menuju Sumber Kabupaten Cirebon.

Tim medis menyebut luka yang dialami Vina sangat parah. Vina mengalami luka parah di bagian kepala, tubuh dan kaki.

Namun setelah beberapa hari, Wasnadi mendapat informasi baru bahwa tewas akibat kebrutalan geng motor.

Kasus itu terbongkar berdasarkan kecurigaan pihak keluarga dan juga petugas kepolisian dari luka di sekujur tubuh Vina yang sangat parah.

Bareskrim turun tangan

Bareskrim Polri telah memberikan petunjuk dan arahan ke Polda Jabar terkait penanganan kasus pembunuhan Vina dan kekasihnya, M Rizky Rudiana alias Eki, di Cirebon pada tahun 2016 lalu.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri, Kombes Erdi Adrimulan Chaniago, di kantor Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Jumat (17/5/2024).

Erdi menjelaskan kasus pembunuhan yang terjadi di Kota Cirebon pada 2016 masih ditangani oleh Polda Jawa Barat. "Bareskrim dari tim Polri selaku pembina fungsi telah memberikan petunjuk petunjuk serta arahan terkait penyelidikan dan penyidikan yang sedang ditangani oleh Polda Jawa Barat dalam kasus tersebut,"ujarnya.

Ia juga menyampaikan Mabes Polri masih menunggu perkembangan kasus tersebut dari Polda Jabar. "Yang dapat kami sampaikan pada hari ini adalah kita sama-sama menunggu update berikutnya dari kasus ini," ujarnya.

Direktorat Tindak Pidana Umum (Ditpidum) Bareskrim Polri juga telah mengirimkan tim untuk membantu Polda Jawa Barat dalam menangkap tiga tersangka yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait kasus pembunuhan ini.

"Kami turunkan tim untuk mendukung Polda Jabar," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro, Kamis (16/5/2024).

Sebagai informasi, Polda Jabar telah mengeluarkan daftar pencarian orang (DPO) terhadap tiga pelaku pembunuhan Vina dan kekasihnya, M Rizky Rudiana, di Cirebon pada 2016 lalu. Kasus ini kembali mencuat dan viral di media sosial setelah penayangan film Vina: Sebelum 7 Hari (2024).

Buka ulang kasus

Pengacara Hotman Paris mengimbau Kepolisian RI agar mengusut ulang kasus Vina.

"Jadi himbauan kepada bapak Kapolri dan bapak Kapolda Jabar agar kasus ini dibuka ulang penyidikannya, khusus kepada tiga tersangka. Dan agar diamankan semua BAP dari delapan terpidana ini yang menyatakan bahwa tiga orang pelaku ini yang sudah DPO, terlibat," ujar Hotman Paris.

"Ini pasti ada pengaruh besar dari oknum aparat di daerah Jawa Barat ini," imbuh Hotman Paris.

Terlebih sempat ada pihak yang melarang syuting film Vina: Sebelum 7 Hari.

Film tersebut mengangkat kisah kematian Vina ini dan tayang di bioskop sejak 8 Mei 2024 lalu.

Kakak Vina, Marliyana, mengungkapkan dahulu ada seseorang yang mendatanginya dan mempertanyakan mengapa setuju kisah Vina dijadikan film.

"Dia enggak bilang dari mana. Enggak pakai seragam, pakai baju bebas. Dia tanya kenapa disetujui jadi film, harusnya jangan, nanti bikin nama jelek polisi," ujar Marliyana yang duduk di samping Hotman Paris.

"Enggak tahu. Dia bilang begitu, 'Nanti imej jelek'. Saya bilang saya tidak menjelekkan. Tapi sampai 8 tahun tiga orang ini ke mana? Kabarnya seperti apa? Saya tidak bermaksud menjelekkan," tutur Marliyana.

Produser Vina: Sebelum 7 Hari, Dheeraj Kalwani, juga bercerita lokasi syuting didatangi seseorang.

"Pada saat itu saya tidak ada di lokasi, tim saya yang bilang," ujar Dheeraj Kalwani, Kamis.

Hotman pun menyimpulkan ada pihak yang tidak ingin identitas tiga orang ini terungkap.

Kematian Vina sempat disebut polisi diakibatkan kecelakaan tunggal lalu lintas. Namun, keluarga menaruh kecurigaan karena jenazah Vina hancur dan minta penyelidikan lebih lanjut.

Saat polisi sedang menyelidiki, sahabat Vina, Linda kerasukan arwah yang terdengar mirip Vina lalu menceritakan penganiayaan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh geng motor tersebut.

(*/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter   dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved