Sumut Terkini
Setelah Direlokasi, SMP Negeri 2 Galang Kekurangan Siswa
Pada tahun lalu, Samsuar menambahkan 5 kelas yang tersedia semuanya terisi. Untuk satu kelas umumnya ada sebanyak 32 orang.
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN. com, LUBUKPAKAM- Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang mulai merasakan dampak besar atas keputusannya memindahkan SMP Negeri 2 Galang dari Desa Petumbukan ke Desa Pisang Pala.
Pada saat ini banyak masyarakat yang enggan menyekolahkan anaknya di lokasi SD Negeri Desa Pisang Pala yang dijadikan tempat relokasi sementara.
Pemindahan sementara dilakukan lantaran gedung yang lama telah dipinjam pakaikan kepada PD Jamiatul Alwasliyah selaku pemilik lahan yang sah secara hukum setelah menang menggugat Pemkab Deli Serdang di pengadilan.
Pelaksana Harian (Plh) Kabid SMP Dinas Pendidikan Deli Serdang, Samsuar Sinaga mengakui penerimaan murid tahun ajaran baru pada saat ini terjadi penurunan yang sangat signifikan.
Setelah dibuka pendaftaran baru ada 30 orang siswa yang mendaftar. Padahal batas waktu penerimaan murid hanya sampai Jumat, (5/7/2024).
"Iya sementara sekarang masih 30 orang. Baru satu kelas lah memang. Sekarang inikan masih proses pendaftaran.
Setelah jalur prestasi dibuka sekarang tinggal jalur zonasi. Dari Senin lalu dibuka untuk zonasi dan pengumuman hari Sabtu 6 Juli," ujar Samsuar Sinaga Kamis, (4/7/2024).
Pada tahun lalu, Samsuar menambahkan 5 kelas yang tersedia semuanya terisi. Untuk satu kelas umumnya ada sebanyak 32 orang.
Pada saat ini untuk 5 ruang kelas juga sebenarnya sudah disiapkan karena memang bisa ditampung di SD Negeri Pisang Pala yang dijadikan lokasi gedung pengganti sementara.
"Di Pisang Pala ini kan ada dua SD milik kita yang lokasinya di area yang sama. Kalau ruangan 5 kelas bisa karena memang banyak ruangannya. Satu SD saja itu masing-masing ada sekitar 200 siswanya. Karena banyak ruangan, itulah yang jadi pertimbangan kita kemarin itu untuk memindahkannya ke situ," kata Samsuar.
Samsuar yang juga sebagai Kabid SD menyebut pihaknya saat ini sudah mengetahui apa yang menjadi alasan orangtua tidak mau memasukkan anaknya ke SMP Negeri 2 Galang lagi setelah dipindahkan.
Persoalan angkutan dan keamanan adalah faktor-faktor penyebabnya. Karena itu sampai sekarang mereka masih terus mengkaji usulan-usulan dari masyarakat.
"Ada usulan memang ke kita bagaimana kalau dipindahkan ke SMP Negeri 1 Galang di Desa Jaharun saja, karena begitu turun dari angkutan langsung sampai. Kalau di Pisang Pala memang jauh harus jalan kalau naik angkutan. Dianggap Pisang Pala ini juga tidak aman sama orang tua. Mereka kan maunya anak nyaman dan mereka tenang," ucap Samsuar.
Atas usulan pemindahan ke SMP Negeri 1 Galang ini disebut juga harus mereka sesuaikan dengan kurikulum yang ada. Jika harus digabungkan dengan SMP Negeri 1 tentu harus ada yang masuk pagi dan masuk siang.
Terkait hal ini harus ada jam yang disesuaikan untuk memenuhi kurikulum. Sampai saat ini pemindahan sekolah ini masih terus ditentang wali murid khususnya yang anaknya saat ini sudah duduk di kelas VIII dan IX.
(dra/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram, Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Aktif Berorganisasi, Siswa MAN 3 Tapanuli Tengah Lulus di Tiga Kampus Ternama |
|
|---|
| Pencarian Korban Tenggelam di Kawasan Air Terjun Situmurun Berakhir, Tim bersama Keluarga Gelar Doa |
|
|---|
| Stok Pertalite dan LPG di Siantar Aman Pasca Kenaikan Harga Sejumlah BBM Non-Subsidi |
|
|---|
| Berpotensi Konflik, Gubsu Bobby Minta KLH Kaji Ulang Pencabutan Izin Hutan di Sumut |
|
|---|
| Jadi Kurir 2 Kilogram Sabusabu Suruhan Bandar Narkoba di Langkat, Eko dan Malik Diringkus Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/SMP-Negeri-2-Galang-Kabupaten-Deli-Serdang-di-Jln-Kesehatan-Desa-Petumbukan.jpg)