Ketua Organisasi Mahasiswa Medan OTT

Hari Ini Polrestabes Medan Rilis Kasus Ketua Organisasi Mahasiswa Terjaring OTT

Polrestabes Medan merencanakan akan merilis kasus ketua organisasi mahasiswa terjaring operasi tangkap tangan (OTT).

Tayang: | Diperbarui:
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Kapolrestabes Medan Kombes Teddy John Sahala Marbun, Kamis (11/7/2024). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Pada hari ini Kamis (8/8/2024), Polrestabes Medan merencanakan akan merilis kasus ketua organisasi mahasiswa terjaring operasi tangkap tangan (OTT).

Sebelumnya, para ketua organisasi mahasiswa ini terjaring OTT di sebuah kafe yang terletak di kawasan Padang Bulan, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Sumut, pada Minggu (4/8/2024) malam lalu.

Mereka yang terjaring OTT tersebut dengan inisial AS, DR, AS, dan IP.

Pihak kepolisian juga dikabarkan turut mengamankan barang bukti berupa uang senilai Rp 40 juta.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Teddy John Sahala Marbun membenarkan pihaknya ada melakukan OTT tersebut.

“Hari ini rilisnya,” kata Kombes Pol Teddy Marbun, Kamis (8/8/2024) pagi.

Terkait kronologis kasusnya, Kombes Pol Teddy mengatakan, akan menyampaikan seluruhnya saat rilis tersebut.

Namun, pihaknya belum menjelaskan ada berapa orang ketua organisasi mahasiswa itu yang ditangkap.

"Nanti kita sampaikan," ujar mantan Dirkrimsus Polda Sumut ini.

Menurut informasi, mereka tertangkap tangan ketika menerima uang Rp 40 juta dari salah satu staf ahli yang pemegang atau pengguna anggaran proyek di Kota Medan.

Operasi tangkap tangan itu terjadi di salah satu kafe di kawasan Jalan Jamin Ginting, Padang Bulan, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, pada Minggu (4/8/2024) malam. 

Dari para terduga pelaku, pihak kepolisian dikabarkan mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp40 juta.

Diduga berawal dari aksi unjuk rasa

Kasus OTT ini terjadi setelah sebelumnya sejumlah mahasiswa melakukan aksi demo (unjuk rasa) terkait kebijakan Walikota Medan, Bobby Nasution.

Diketahui, pada Senin (29/7/2024) lalu, puluhan  mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Medan.

Pantauan Tribun Medan, Wali Kota Bobby Nasution terlihat sempat berdebat. Sebab banyak mahasiswa yang mempertanyakan bukan ranah Pemko Medan.

Aksi tersebut berlangsung selama 4 jam. Dimana dalam aksi itu, Bobby menjawab semua pertanyaan dan tuntutan yang dilayangkan mahasiswa tersebut. 

Hal itu lantaran mahasiswa ini membahas tentang proyek  lampu poncong yang tak kunjung ditangkap.

"Kan saya sudah bilang kalau mau ditangkap, mau itu kejaksaan itu silahkan saja. Tapi kalian bilang jangan ditangkap jadinya gimana, serba salah jadinya," ucapnya. 

Bukan hanya membahas lampu pocong, mahasiswa ini pun membahas tentang sejumlah proyek Pemko Medan yang tidak beres. Namun, dalam aksi itu, Wali Kota Medan Bobby Nasution membantah sejumlah proyek di Pemko Medan mangkrak.

"Mangkrak dari mana, itu semua sedang lagi dikerjakan. Tenggat waktu seluruh proyek  selesai di akhir tahun ini," ucapnya. 

"Aku udah bilang tadi, di ranah kami, ranah Pemko, itu ketika uang dikembalikan, dan laporan sudah masuk tentang itu selesai. Karena yang kami ambil tidak ada kerugian negara,"jelasnya.

Mendengar jawaban itu, mahasiswa itu kembali mempertegas, bahwa proyek lampu pocong itu tetap rugi. "Rugilah bang. Kan sudah dibangun,"ucap mahasiswa tersebut.

Bobby pun kembali emosi mendengar mahasiswa tersebut.b"Kau anak hukum bukan sih. Rugi kek mana. Kerugian ini kerugian uang loh," ucapnya. 

Namun mahasiswa itu mengotot, bahwa ada kerugian waktu atas proyek lampu pocong itu. "Itu kan ada kerugian waktu," Jelasnya.

Atas jawaban tersebut, Bobby terlihat marah namun mengucap kalimat dzikir. "Astagfirullah, aku bilang kerugian itu,  kerugian uang loh dah itu sudah dibayar. Jadinya selesai," terangnya. 

Usai berdebat selama empat jam itu, Wali Kota Medan Bobby Nasution  pun izin pamit meninggalkan para mahasiswa.

Wali Kota Medan Bobby Nasution saat menumui puluhan mahasiswa saat melakukan aksi unjuk rasa, Senin (29/7/2024). Dalam aksi itu, mahasiswa mengkritik kinerja Wali Kota Medan.
Wali Kota Medan Bobby Nasution saat menumui puluhan mahasiswa saat melakukan aksi unjuk rasa, Senin (29/7/2024). (TRIBUN MEDAN/ANISA)

Sementara itu, koordinasi aksi MA mengatakan, ada beberapa tuntutan yang disampaikannya ke Wali Kota Medan.

Adapun beberapa tuntutannya itu, di antaranya Wali Kota Medan Bobby Nasution dinilai mengingkari janji kampanyenya.

"Pak Wali juga gagal sebagai pemimpin Wali Kota. Untuk itu kami meminta DPRD Medan memanggil Wali Kota atas karut-marutnya pembangunan," jelasnya.

MA mengatakan, pihaknya meminta aparat penegak hukum untuk memanggil dan memeriksa Pokja, PKK, dan kontraktor atas dugaan tindak pidana korupsi. 

"Terima kasih pak Wali sudah mau bertemu dan mendengar aspirasi kami," jelasnya. 

Usai aksi tersebut, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengaku menerima sebagian kritikan dari mahasiswa.

"Ya enggak apa-apa aksi dari teman-teman mahasiswa, sebagian kita terima. Yang namanya aksi kita terima. Cuman ada beberapa yang memang kita ingin ajak langsung masyarakat untuk menyaksikan sebagian program di lapangan," ucapnya.   

(*/Cr5/Tim/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved