Berita Viral
Respons Dinsos Medan soal Kabar Driver Ojek Online Meninggal Lantaran Sakit-Lapar
DMS tiba-tiba jatuh pingsan dan meninggal dunia. Dia kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan.
Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN. com, MEDAN - Seorang driver ojek online DMS (49) ditemukan meninggal dunia saat bekerja. Almarhum disebut dalam kondisi sakit dan belum makan namun tetap mencari nafkah lantaran tak memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Mengenai peristiwa memilukan itu, Kepala Dinas Sosial Medan Khoiruddin mengatakan, bahwa sebenarnya Pemerintah Kota Medan telah memiliki program berobat gratis.
Program itu sebuah Khoiruddin memang diprioritaskan bagi masyarakat yang kurang mampu.
"Kalau kondisi sakit bisa berobat kalau warga Medan apalagi kita punya program berobat gratis biaya berobat gratis. Ke Pringadi bisa dan lainnya," kata Khoiruddin kepada tribun-medan, Selasa (13/8/2024).
Khoiruddin pun menganjurkan agar masyarakat yang kurang mampu jika dalam kondisi sakit supaya menggunakan fasilitas kesehatan yang sudah tersedia.
"Itu dia pertama tadi kalau misal dalam kondisi sakit bisa pakai program UHC, " kata Khoiruddin.
Soal apakah almarhum pengemudi ojek online yang meninggal dalam kondisi lapar, Khoiruddin mengatakan, bawah pemerintah juga memiliki program keluarga harapan.
Namun apakah DMS mendapatkan bantuan pemerintah dalam program keluarga harapan, Khoiruddin belum dapat memastikan.
Kata dia pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap keluarga almarhum.
"Masalah keluarga nanti saya suruh anggota ngecek ke lapangan apakah dia masuk penerima bantuan PKH atau tidak. Kalau terima dia uda menerima bantuan dari pemerintah dicek dulu alamat dan identitas," kata Khoiruddin.
Sebelumnya DMS driver ojek online meninggal saat membelikan pesanan pelanggan, Minggu (11/8/2024) lalu.
Saat itu almarhum sedang membeli mie dari pelanggan di warung yang lokasinya di Jalan Sutomo, Kota Medan.
DMS tiba-tiba jatuh pingsan dan meninggal dunia. Dia kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan.
Kanit Reskrim Polsek Medan Timur AKP Budiman Simanjuntak mengatakan, dari keterangan rekan korban, DMS disebut bekerja dalam kondisi sakit namun memaksa diri bekerja karena mengaku tak memiliki uang.
Rekan rekan almarhum sehari sebelum peristiwa naas itu pun telah meminta DMS agar tak berkerja dalam kondisi sakit.
"Makanya, untuk dapatkan uang dia tetap bekerja meski dalam kondisi sakit. Padahal sudah diingatkan kawannya, agar DMS jangan terlalu kelelahan," kata Budiman.
(cr17/tribun-medan.com)
Update berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Isu Lengserkan Prabowo Mencuat, Ketum PASBATA: Itu Provokasi yang Berbahaya |
|
|---|
| NYAK SANDANG Penyumbang Pesawat Pertama di Indonesia Meninggal Dunia, Tutup Usia 100 Tahun |
|
|---|
| Ditanggapi Langsung Seskab Teddy Kabar Prabowo Reshuffle Kabinet, Tunggu Saja |
|
|---|
| SOSOK Dua APH Bernama Wira jadi Sorotan: Jaksa Wira dan AKBP Wira, Keduanya Keok di Pengadilan |
|
|---|
| MAMAN HERMAWAN Kecewa Divonis 7 Bulan Kasus Demo Agustus: Repost Bukan Kejahatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Petugas-sedang-mengevakuasi-jenazah-pengemudi-Ojol-yang-tiba-tiba-meninggal_11.jpg)