TRIBUN WIKI

Profil Yuniar Dwi Setiawati, Pemenang Lomba Tidur Nasional yang Ternyata Penulis Buku

Yuniar Dwi Setiawati adalah pemenang lomba tidur di Pos Bloc, Jakarta. Ia merupakan seorang penulis yang sudah menghasilkan sebuah buku.

Editor: Array A Argus
Instagram @yuniar.ds
Yuniar Dwi Setiawati pemenang lomba tidur 17 Agustus 2024 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Yuniar Dwi Setiawati (34) adalah pemenang lomba tidur nasional di Hari Kemerdekaan Indonesia ke 79.

Ia meraih gelar juara satu setelah berhasil mengalahkan para peserta lainnya.

Sebagai pemenang lomba tidur, Yuniar mendapatkan hadiah Rp 1,7 juta dari panitia.

Namun, banyak yang belum benar-benar tahu seperti apa profil dari Yuniar Dwi Setiawati ini.

Orang hanya mengenalnya sebagai wanita yang susah dibangunkan.

Baca juga: Profil Steffy Burase Tampil Mesra Usai Suami Eks Petinggi GAM Ceraikan Istri

Di sisi lain, ternyata Yuniar Dwi Setiawati ini adalah seorang penulis.

Wanita kelahiran Juni 1990 ini sudah pernah menulis sebuah buku berjudul 'Sapikah Aku Ini Tuhan?'.

Buku itu terbit pada medio 2016 silam.

Informasi menyebutkan, bahwa buku yang ditulis Yuniar Dwi Setiawati mengisahkan tentang pengalaman seorang mahasiswa teologi.

Dilihat dari laman Instagramnya, Yuniar memang lekat dengan hal-hal keagamaan.

Baca juga: Profil dan Biodata Arifin Tasrif, Mantan Dubes yang Dicopot Jokowi dari Kursi Menteri ESDM

Ia bahkan kerap menulis buku-buku renungan Kristen.

Beberapa buku yang pernah ia tulis dipostingnya di laman instagram miliknya, di @yuniar.ds.

Tidak hanya itu, Yuniar ini juga merupakan sosok wanita berprestasi.

Ia bahkan pernah mendapat sertifikat penghargaan yang ditandatangani oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Penghargaan itu diberikan pada Yuniar setelah dirinya menjadi peserta dalam event Ekspedisi Nusantara Jaya tahun 2017.

Baca juga: Profil Dee Company, PH Film Dosen Gaib Dikecam Warganet Diduga Eksploitasi Kasus Bullying PPDS

Tidak hanya aktif menulis, Yuniar juga aktif berdiskusi di berbagai kegiatan.

Tampak beberapa foto menunjukkan Yuniar tengah berkumpul dengan rekan-rekannya.

Ia bahkan terlihat pernah mengajari beberapa siswi sekolah dasar (SD).

Trik Yuniar Menang Lomba

Yuniar Dwi Setiawati ternyata punya trik khusus agar menang lomba.

Ketika diwawancarai, terungkap bahwa perempuan berkacamata ini sudah tidak tidur selama dua hari. 

Hal itu karena faktor pekerjaannya sebagai penulis yang selalu dikejar deadline. 

Baca juga: Profil dan Biodata Dokter Ayu Paramaiswari, Trending di Twitter Disebut tak Berempati Soal Bullying

“Persiapannya enggak yang macam-macam sih, karena ada banyak deadline pekerjaan aja, jadi begadang terus,” kata Yuniar saat ditemui di Pos Bloc Jakarta, Sabtu (17/8/2024) dilansir dari Kompas.com.

“Aku belum tidur dua hari, tapi untungnya ini jadi modal untuk bisa menang di Lomba Tidur Nasional,” sambungnya

Kesibukannya bekerja terkadang membuat pikiran Yuniar tidak jernih, sehingga menurutnya, tidur bisa membantu menyegarkan pikirannya.

Baca juga: Sosok Istri Umar Kei, Relakan Suami Poligami Hingga Akhirnya Dapat Anak

“Emang aku suka banget tidur dan aku merasa pas banyak kerjaan, kadang kalau terlalu overthinking juga enggak bagus. Jadi mending dibawa tidur saja,” tutur Yuniar.

Menariknya, ketika mengikuti lomba, Yuniar sampai membawa boneka Teddy Bear kesayangannya untuk membantunya terlelap lebih cepat.

“Boneka Teddy Bear aku ini tuh selama ini selalu nemenin aku pas tidur. Jadi tidur aku juga lebih nyenyak dan sudah terbiasa pegang itu juga sih,” ujarnya.

Namun lucunya, Yuniar sampai dipindahkan ke pinggir jalan karena sulit dibangunkan.

Baca juga: Profil dan Biodata Umar Kei, Tokoh Maluku Punya 3 Istri dan 24 Anak Mengalahkan Gen Halilintar

Saat ity ia tak bergerak sedikitpun, meski diberikan 5 level gangguan tidur.

Yuniar diberikan gangguan berupa alarm yang bunyi, bunyi terompet, bunyi musik beat yang begitu kencang, tisu yang diberikan aroma tidak sedap, hingga dibuat geli bagian kakinya.

Akan tetapi, ia tetap saja terlelap dan tidak berubah posisi.

Bahkan ketika lomba selesai, pihak panitia pun sampai sulit membangunkannya.

“Rasanya nyenyak sih, kalau sudah punya mental pejuang nyenyak, pasti bakal fokus tidur aja ada apapun gangguannya,” sahutnya.

Baca juga: Profil Abu Ali Paya Pasi, Ulama Kharismatik yang Kini Mundur dari Jabatan Penasihat Partai Aceh

Saking susahnya untuk bangun, Yuniar sampai dibawa keluar venue dan dibangunkan terus- menerus. 

Karena merasa mulai panas karena tersorot sinar matahari, akhirnya ia pun bangun dan terkejut berada di pinggir trotoar.

“Kendalanya pas ngerasa panas sih. Aku enggak sadar kalau digotong keluar venue, tapi lama-lama terasa panas. Akhirnya, aku kebangun dan kaget udah banyak orang dan di pinggir jalan,” tandasnya.(tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved