Berita Viral

PERAN Luhut dan Edison Nggwijangge Sukses Bebaskan Pilot Susi Air yang Disandera KKB Selama 18 Bulan

Pembebasan Pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens menuai pujian dari pemerintah internasional. 

Tayang: | Diperbarui:
HO
PERAN Luhut dan Edison Nggwijangge Sukses Bebaskan Pilot Susi Air yang Disandera KKB Selama 18 Bulan 

TRIBUN-MEDAN.com - Pembebasan Pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens menuai pujian dari pemerintah internasional. 

Pemerintah Indoenesia berhasil membebaskan Philip Mark Mehrtens dalam keadaan hidup. 

Pembebasan Philip tak lepas dari peran Luhut Binsar Panjaitan dan Edison Nggwijangge

Edison Nggwijangge merupakan mantan Bupati Nduga Papua. 

Menko Luhut Binsar Panjaitan memiliki peran dalam pembebasan Pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens dari penyanderaan. 

Philip telah disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) selama 18 bulan atau 1,5 tahun. 

Dia menjadi tawanan KKB kelompok Egianus Kogoya di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. 

Pemerintah Indonesia melalui Satgas Damai Cartenz menjemput Philip pada Sabtu (22/9/2024). 

Pembebasan ini menjadi prestasi untuk Pemerintah Indonesia sebab berhasil menjemput tawanan dalam kondisi hidup. 

HARU Philip Mark Pilot Susi Air Bebas Setelah 18 Bulan Disandera KKB ‘Akhirnya Keluar dari Hutan’
HARU Philip Mark Pilot Susi Air Bebas Setelah 18 Bulan Disandera KKB ‘Akhirnya Keluar dari Hutan’ (KOLASE/TRIBUN MEDAN)

Keluarga Philip yang merupakan warga negara Selandia Baru juga sudah tiba di Indonesia. 

Keluarga Philip haru dengan kerja keras Pemerintah Indonesia yang berhasil melakukan negosiasi panjang tanpa ada korban jiwa. 

Proses negosiasi antara KKB dan Indonesia memang terbilang alot. 

Pemerintah Indonesia bersikukuh menolak permintaan KKB yakni kemerdekaan sebagai tebusan Philip. 

Pemerintah tetap menggunakan cara persuasif dengan memanfaatkan keluarga Egianus, tokoh adat, dan tokoh agama. 

Namun di balik kebahagiaan ini ada peran Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan

Peran Luhut ini diceritakan oleh Marinus Yaung, Akademisi dan Aktivis dari Universitas Cendrawasih. 

Dalam postingannya di Facebook yang sudah dikonfirmasi, Marinus mengungkapkan peran Luhut dalam pembebasan Philip Mark Mehrtens.

Marinus menjelaskan pada Kamis (19/9/2024), Luhut menghubunginya terkait kabar gembira tersebut. 

Marinus yang dalam keadaan sakit usai opname mengungkapkan bahwa Luhut berhasil bernegosiasi dengan Eginus Kogoya secara langsung. 

Screen shot postingan Marinus Yaung
Screen shot postingan Marinus Yaung (FB Marinus Yaung)
Screen shot postingan Marinus Yaung
Screen shot postingan Marinus Yaung (FB Marinus Yaung)
KASAD bersama Marinus Yaung di wisuda DEL
KASAD bersama Marinus Yaung di wisuda DEL (FB Marinus Yaung)

Peran Edison Nggwijangge

Pilot asal Selandia Baru Philip Mark Mehrtens dibebaskan pada Sabtu (21/9/2024) setelah disandera sejak 7 Februari 2023.

Artinya ia dibebaskan setelah 1,5 tahun berada dalam tahanan sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Egianus Kogoya.

Sebagaimana diketahui, dia diculik di Lapangan Terbang Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. 

Ternyata di balik pembebasan pria asal Selandia Baru itu, ada kontribusi tim mediasi yang dipimpin mantan Penjabat Bupati Nduga Edison Nggwijangge yang melakukan pendekatan secara persuasif. 

Siapa Edison Nggwijangge?

Ia adalah putra asli Papua Pegunungan. Selain itu Edison lebih bisa diterima oleh kelompok Egianus karena ada hubungan kekerabatan dengan pimpinan OPM. 

Pembebasan Philip Mark Mehrtens adalah tugas dari pemerintah pusat saat dirinya dilantik sebagai Pejabat Bupati Nduga pada 5 Juni 2023.

Dipimpin oleh Edison, tim mediasi pembebasan melakukan pendekatan pada KKB secara persuasif sejak tahun lalu.

”Puji Tuhan, pembebasan Mehrtens berjalan baik setelah melalui perjuangan panjang lebih dari setahun. Upaya ini berkat pendekatan secara kekeluargaan,” ucap Edison dari keterangan yang diterima di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (21/9/2024) dikutip dari Kompas.id.

Baca juga: Genap Setahun Disandera KKB, Kondisi Pilot Susi Air Phillip Mark Diungkap Lewat Foto. Dijaga Pemanah

Edison mengapresiasi pihak Egianus yang telah membuka komunikasi dengan Pemda Nduga sehingga upaya pembebasan Mehrtens berjalan lancar. 

Ia mengatakan, lebih dari setahun, timnya menggunakan pendekatan kekeluargaan saat bertemu dengan kelompok tersebut, bahkan beberapa kali menemui KKB tersebut untuk mengupayakan pembebasan.

 ”Akhirnya hati Egianus pun luluh dan membebaskan Mehrtens pada Sabtu ini,” ujarnya.

Menurut Edison, ia sendiri yang menjemput Philip di Kampung Yuguru dengan menggunakan helikopter dari Asian One PK-LTY.

Helikopter tersebut terbang dari Timika ke Yuguru pada Sabtu pagi pukul 08.15 WIT, lalu kembali membawa Philips didampingi Edison dan mendarat di Lanud Yohanis Kapiyau, Timika pada pukul 12.00 WIT.

Sementara itu Kepala Operasi Damai Cartenz 2024 Brigadir Jenderal (Pol) Faizal Ramadhani menyatakan, upaya pembebasan Philip mengedepankan pendekatan halus (soft approach) yang mengedepankan persuasi dari tokoh-tokoh yang ada. 

”Pendekatan melalui tokoh agama, tokoh gereja, tokoh adat, dan keluarga dekat Egianus Kogoya ini untuk meminimalkan jatuhnya korban jiwa, baik dari aparat dan masyarakat sipil. Ini juga sekaligus menjaga keselamatan dari pilot,” papar Faizal.

(*/tribun-medan.com)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved