Berita Medan

Komunitas Tano Puan Gelar Workshop Bersuara untuk Bumi Bersama Aktivis, Penulis dan Digital Creator

Workshop ini merupakan program edukasi dan kolaborasi yang berfokus pada isu sosial dan lingkungan

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
HO
Komunitas Tano Puan gelar workshop bertajuk "The Power of Literacy & Digital Content Bersuara untuk Bumi" yang mengajak generasi muda menjadi agen perubahan dengan memanfaatkan literasi dan konten digital untuk menyuarakan isu lingkungan, Minggu (27/10/2024). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Komunitas Tano Puan gelar workshop bertajuk "The Power of Literacy & Digital Content Bersuara untuk Bumi" yang mengajak generasi muda menjadi agen perubahan dengan memanfaatkan literasi dan konten digital untuk menyuarakan isu lingkungan.

Melalui pelatihan praktis dan diskusi inspiratif, ini mencoba mengeksplorasi cara-cara inovatif untuk menyampaikan pesan lingkungan yang kuat dan efektif. 

Workshop ini merupakan program edukasi dan kolaborasi yang berfokus pada isu sosial dan lingkungan yang menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan dari narasumber terbaik di bidangnya. 

Program ini diinisiasi oleh sebuah komunitas akar rumput bernama Tano Puan yang didirikan oleh perempuan untuk meningkatkan kepedulian anak muda di Sumatera Utara terhadap isu sosial-lingkungan dari lintas bidang keilmuan. 

Di era digital ini, literasi melampaui kemampuan membaca dan menulis yang mencakup kemampuan untuk memahami dan menciptakan konten yang berdampak. 

Dengan tantangan lingkungan yang semakin mendesak, seperti deforestasi, perubahan iklim dan polusi, sebagai penulis, aktivis, dan kreator digital memiliki peran penting dalam menyebarkan kesadaran dan menggerakkan aksi kolektif. 

Founder dari Tano Puan, Siska Yunita menyampaikan aspirasinya melalui literasi dan konten digital dalam berjuang menyuarakan kepeduliannya terhadap perlindungan ekosistem hutan dan masyarakat yang terpinggirkan.

Melalui konten digital tersebut hingga membawa Siska terpilih mewakili pemuda di forum Program Lingkungan Hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) dan ASEAN pada tahun 2023. 

Sebagai seorang aktivis lingkungan, Siska menyadari bahwa peran anak muda sangat besar untuk membawa perubahan dan dampak sehingga ia mendirikan sebuah komunitas yang dapat menjadi ruang aman dalam menyebarkan isu lingkungan dan sosial yang masih sering dianggap tidak penting oleh sebagian orang. 

Oleh karena itu, Siska berinisiatif mengadakan workshop pertamanya yang berkolaborasi dengan Adorable Digital platform pengembangan aplikasi dan konten digital dan Forum Lingkar Pena Wilayah Sumatera Utara.

"Kegiatan kita hari ini dihadiri 20 peserta dari kalangan anak muda terutama gen z sebagai peserta yang sangat antusias mengikuti serangkaian kegiatannya," ujar Siska.

Acara dibawakan oleh 3 narasumber dengan latar belakang sebagai penulis sekaligus dosen (Fuji Astuty), aktivis lingkungan (Siska Yunita), dan digital creator (Farah Rodiah). 

Masing-masing narasumber memberikan pengalaman dan pengetahuannya dalam membangun kesadaran tentang pentingnya literasi dan konten digital untuk mengadvokasi dan menyampaikan isu-isu lingkungan melalui berbagai platform digital seperti tulisan dan video. 

Dalam sesi Workshop juga diadakan Focus Group Discussion (FGD) membahas fenomena gaya hidup konsumtif yaitu Belanja Online vs Belanja Offline. 

"Kemudian disini peserta dibagi menjadi 4 kelompok dengan latar belakang pendidikan yang berbeda sehingga diskusinya dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. FGD berlangsung selama 45 menit yang dipandu oleh fasilitator dimana masing-masing kelompok diajak untuk melatih critical thinking," jelasnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved