Berita Viral
Aji Bereaksi Usai Donasi Jadi Polemik, Dulu Siram Agus Salim Pakai Air Keras Gegara Sakit Hati
Aji tak menyangka uang donasi itu justru menjadi polemik. Linggar juga mengungkap respons keluarga Aji soal adanya dukungan pasca-polemik uang donasi
TRIBUN-MEDAN.com - Aji bereaksi usai donasi jadi polemik.
Aji kini mendekam di penjara gegara menyiram Agus Salim pakai air keras gegara sakit hati.
Diberitakan sebelumnya, donasi Rp1,5 Miliar untuk pengobatan mata Agus Salim kisruh.
Diketahui, imbas disiram air keras oleh Aji, Agus Salim mengalami kebutaan.
Baca juga: Bhabinkamtibmas Polsek Bosar Maligas Sambangi Siringan Ringan Simalungun, Ciptakan Pilkada Damai
Nasib Agus Salim sempat menuai simpati publik hingga YouTuber Pratiwi Novianthi membantunya mengumpulkan donasi.
Namun donasi yang terkumpul ternyata tak digunakan Agus Salim untuk berobat.
Kini muncul petisi kembalikan uang donasi untuk Agus Salim yang sudah terkumpul Rp1,5 Miliar.
Sebab uang donasi tersebut ternyata tak digunakan dengan semestinya.
Baca juga: VIRAL LOKAL: Maling Bawa Senjata Tajam di Patumbak Terekam CCTV Manjat ke Lantai 2 Rumah Pagi Buta
Aji, pelaku penyiraman air keras Agus Salim yang kini dipenjara ternyata sudah tahu soal kisruh donasi ini.
Dikutip dari TribunJatim.com, Linggar, kuasa hukum Aji pun ungkap respon kliennya.
Ia mengungkapkan, kliennya menilai uang donasi tersebut layak diterima Agus untuk pengobatan matanya.
"Kondisi Aji sehat, saya baru kemarin ketemu Aji, saya ngobrol dan bicara perkembangan saat ini," kata Linggar dikutip dari YouTube STARPRO Indonesia, Kamis (24/10/2024).

Linggar kemudian menceritakan kepada Aji soal Agus yang mendapat donasi.
Aji mendukung adanya donasi tersebut, karena bisa meringkankan beban Agus.
Namun, ia tak menyangka uang donasi itu justru menjadi polemik.
"Aji cuma senyum-senyum aja. Aji menyampaikan donasi itu layak didapatkan oleh Agus untuk pengobatan matanya," ungkap Linggar.
Linggar juga mengungkap respons keluarga Aji soal adanya dukungan pasca-polemik uang donasi Agus.
Baca juga: Apa Saja yang Dilakukan Umat Hindu saat Diwali atau Deepavali di Kota Medan, Ini Deretan Ritualnya
"Kan ada beberapa dukungan netizen juga, itu dianggap sebagai doa dan dukungan untuk Aji juga di dalam (penjara)."
"Tapi keluarga tidak pernah membenarkan apa yang dilakukan oleh Aji," terangnya.
Menurutnya, pihak keluarga sejak awal kejadian sempat berniat membantu pengobatan Agus.
Namun karena komunikasi dengan pengacara Agus belum menemui titik terang, pertemuan itu pun belum terealisasi.
Baca juga: VIRAL LOKAL: Maling Bawa Senjata Tajam di Patumbak Terekam CCTV Manjat ke Lantai 2 Rumah Pagi Buta
"Baru bicara itikad baik dari pihak Aji akan melakukan pembiayaan pengobatan sesuai kemampuan keluarga Aji," tandasnya.
Kendati demikian, Linggar telah menekankan kepada Aji, perbuatan kliennya kepada Agus adalah hal yang salah dan tidak dibenarkan, apapun alasannya.
"Saya berulang kali sampaikan pada Aji, dia harus menerima risiko apa yang dia lakukan," tandasnya.
Sakit Hati dan Terinspirasi Kriminal
Inilah pengakuan pelaku penyiaraan air keras ke Agus Salim.
Wakapolres Metro Jakarta Barat, AKBP Teuku Arsya Khadafi mengungkap alasan dan pengakuan pelaku menyiramkan air keras kepada korban.
Arsya mengatakan pelaku tersinggung dengan sikap korban karena kerap memarahinya saat bekerja.
"Pelaku merasa tersinggung setelah ditegur korban terkait kesalahan dalam menyajikan makanan kepada pelanggan," kata Arsya dilansir Tribun-medan.com dari Wartakotalive.com, Kamis (26/9/2024).

JJS lantas menggunakan air keras sebagai objek untuk menyerang korban
"Pelaku sakit hati karena kerap dimarahi korban, ia mempersiapkan air keras dan merencanakan untuk melukai korban," ungkapnya.
Selain akibat sakit hati, JJS mengaku melakukan hal tersebut lantaran terinspirasi berita kriminal.
Pelaku menganggap balas dendam menggunakan air keras sangat efektif untuk membuat korban menderita sehingga dirinya nekat melakukannya.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan, memang pelaku juga terinspirasi dari kejadian yang terjadi beberapa hari sebelumnya, kita bisa mengetahui ada anggota kami yang kemudian menjadi korban penyiraman air keras," ucap Arsya, dilansir WartaKotalive.com.
"Kemudian dianggap efektif oleh pelaku, kemudian ditiru," imbuhnya.
Lebih lanjut, Arsya menyebut, air keras yang digunakan pelaku merupakan bahan kimia yang kerap dipakai dalam aktivitas sehari-hari sehingga dijual bebas.
Namun, cairan kimia itu sangat berbahaya apabila dikenakan ke tubuh seseorang.
Bahkan, ucap Arsya, tangan pelaku bengkak dan merah-merah karena terkena cipratan air keras tersebut.
"Pelaku mendapatkan air keras tersebut secara online," ujar Arsya.
Baca juga: KISAH Wanita Open BO Usai Cerai dari Suaminya Demi Kuliah S2, Eks Suami Syok Lihat Catatan Keuangan
Kronologi
Adapun awal mulanya, Agus menceritakan saat itu dirinya tengah bekerja bersama sang istri si sebuah kafe di Jakarta.
Agus bekerja sebagai leader yang saat itu menegur salah satu pria bernama Aji, yang saat itu masa pelatihan.
Bukan tanpa sebab, Agus menegurnya karena melakukan kesalahan tapi tidak jujur.
"Permasalahannya sepele, jadi ada customer yang order dia kan masih baru satu minggu lebih kerja, cuma anaknya agak berani apa yang di bilangin, kita bilang 'jangan dulu pegang ini' tapi tetap aja di jalani sama dia, cuma kalau salah pasti saya di marahi sama bosnya," kata Agus lewat Youtube Curhat Bang Denny Sumargo, Rabu (24/9/2024).
"Waktu itu ada customer ada order ke dia, dia rekomendasi makanan, tapi dia gak catat makanan itu di awal, customernya komplen karena makanannya gak datang-datang," jelasnya.
Muhammad Agus Salim menjadi korban penyiraman air keras yang diduga dilakukan rekan kerjanya sendiri.
Lalu, Agus berusaha memberikan peringatan kepada karyawan training itu, tetapi dia malah dengan berani membantah bahwa mengancamnya.
Baca juga: PILU Agus Salim Disiram Air Keras Oleh Rekan Kerja, Mata Terancam Buta, Wajah Rusak, Pelaku Kesal
"Saya tanya lah sama Aji 'Ji tadi ada customer order ini benar gak' dia bilang 'gak ada' padahal Aji yang rekomendasi kan itu," tutur Agus.
Agus pun saat itu menyarankan Aji meminta maaf kepada customer namun tak di hiraukan.
"Aku bilang 'Ya udah Aji minta maaf aja ke customer', Agus paling gak suka sama orang yang gak jujur, gak bakalan Agus marah," terangnya.
"Terus emosi memuncak karena perselisih pahaman itu saya ke belakang, dia bilang 'Bapak sering salah juga', 'Iya tapi kan jujur'," imbuhnya.
Bahkan saat itu Agus ditemui pelaku dan menantangnya.
"Saat itu Agus lagi tenangin diri ke depan dia (pelaku) datang, 'Mau bapak apa', Agus kepengin ngobrol gimana solusinya, tapi tangan Agus di tariknya," ujarnya.
Emosi Agus pun makin memuncak hingga menyuruh anak training pergi dari Cafe.
"Udah Lo pulang aja sana, bapak gak butuh orang kayak kamu, karena sangking keselnya," kata Agus.
Setelah itu pelaku kembali menantangi Agus hingga mengancamnya.
"Dia bilang 'Sini lu', 'awas lu ya besok'," kata Agus.
Setelah sehari kejadian cekcok Agus Salim dengan karyawan training yang bernama Aji ini, malamnya dia mengalami insiden disiram air keras.
Saat Agus naik motor bersama sang istri, tiba-tiba datanglah A menghampirinya.
Kemudian, tiba-tiba A menyiram air keras ke matanya hingga dia tidak bisa melihat lagi.
"Pas saya di siram saya teriak sebut nama dia 'Aji aji'," ucapnya.
"Kalau pun dibunuh Agus lebih suka daripada disiksa seperti ini, kalau begini Agus menderita," kata korban.
Akibat dari serangan tersebut, Agus mengalami luka bakar serius yang menyebabkan kebutaan pada matanya.
"Sakit yang dirasakan Agus sampai gak bisa lihat, Agus punya masa depan, Agus anak perantau yang cari makan," ujarnya.
"Wajah saya mengalami luka parah dan saya tidak bisa melihat," pilunya.
(*/Tribun-Medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram, Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.