Sumut Terkini
3 Pejabat Eselon II Pemprov Sumut Resmi Dilantik, Berikut Daftar Nama dan Jabatannya
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) kembali melakukan rotasi dan melantik sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN).
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) kembali melakukan rotasi dan melantik sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN).
Di antaranya 3 pejabat eselon II bersama puluhan pejabat administrator III dan pengawas.
Pj Gubernur Sumut Agus Fatoni mengatakan, mutasi jabatan sebagai bagian dari dinamika organisasi untuk mengisi kekosongan jabatan dan meningkatkan performa birokrasi di Pemprov Sumut. Dan upaya meningkatkan efektivitas, efisiensi kinerja di lingkungan
Tiga pejabat eselon II yang dilantik Pj Gubernur Sumut Agus Fatoni yaitu:
- Moettaqien Hasrimi sebagai Kasat Pol PP
- Mahfullah Pratama Daulay sebagai Kadispora
- Effendy Pohan sebagai Asisten Perekonomian Pembangunan.
"Mutasi, promosi dan rotasi merupakan langkah strategis untuk merefresh organisasi, menempatkan individu sesuai dengan kompetensi mereka, serta menjawab kebutuhan pengisian jabatan yang kosong, mengisi kekosongan jabatan, dan memastikan roda pemerintahan berjalan lebih baik," ujar Agus Fatoni, Sabtu (9/11/2024)
Agus Fatoni menekankan pentingnya para ASN yang dilantik untuk segera menyesuaikan diri. Serta langsung bekerja keras di posisi baru mereka, karena perubahan ini bukan hanya pergantian posisi, melainkan strategi untuk memacu peningkatan kinerja.
"Kita telah mengkaji secara mendalam sebelum melakukan pelantikan ini. Harapannya, ASN yang baru dilantik dapat beradaptasi cepat dan bekerja maksimal, sehingga efektivitas Pemprov Sumut dapat meningkat," tambahnya.
Setelah dilantik, ASN diimbau harus segera menjalankan tugas tanpa menunda-nunda. Kerja keras dan inovatif dalam menyelesaikan masalah serta meningkatkan layanan kepada masyarakat.
"Pelantikan dan rotasi ini telah melalui tahapan persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), sebagai bagian dari prosedur administratif yang harus dipenuhi," ungkapnya.
Tanggapan Akademisi
Kebijakan dan pelantikan ini mendapat apresiasi dari akademisi yang melihat langkah tersebut sebagai upaya pembaruan dalam tubuh birokrasi provinsi.
Rotasi ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat Sumut.
Akademisi Sahyan Asmara menyampaikan, bahwa mutasi, rotasi dan promosi di sebuah organisasi merupakan hal yang lumrah.
Apalagi menurutnya, di Pemprov Sumut beberapa jabatan kosong dalam waktu yang cukup lama, sehingga menghambat jalannya roda pemerintahan.
"Mutasi hal yang lumrah, dan memang merupakan tuntutan organisasi, apalagi tidak sedikit jabatan yang kosong di Pemprov Sumut dalam waktu yang cukup lama, itu kurang bagus, jadi ini merupakan dinamika organisasi dan memang seperti harusnya," kata Sahyan.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara, Hatta Ridho menilai langkah tersebut merupakan strategi yang tidak hanya menjaga keseimbangan birokrasi tetapi juga memberikan penyegaran kepada pejabat terkait.
"Pak Fatoni memahami betul bahwa untuk mencapai tujuan pembangunan yang optimal, dibutuhkan tim yang solid dan siap bekerja dengan inovasi. Rotasi ini adalah langkah cerdas untuk mendorong efektivitas kinerja," kata Hatta Ridho yang karib disapa Masdo
Kemudian, Ridho menambahkan bahwa rotasi dan pelantikan tersebut sangat relevan, terutama dalam menjawab berbagai tantangan pemerintahan yang semakin kompleks dan tuntutan masyarakat yang makin tinggi.
"Seorang pemimpin tidak bisa hanya mengandalkan strategi lama. Dengan adanya rotasi, birokrasi menjadi lebih dinamis dan siap menjawab berbagai masalah dengan solusi yang inovatif dan adaptif," ujarnya.
Selain itu, Sekretaris Doktoral Studi Pembangunan Universitas Sumatera Utara, Heri Kusmanto mengapresiasi langkah tersebut selain sebagai upaya penyegaran dalam tubuh birokrasi provinsi bukanlah sekadar mutasi tetapi sebuah penyegaran yang diperlukan bagi semua lini pemerintahan.
Dia menegaskan bahwa langkah ini harus dilihat sebagai upaya konstruktif untuk menjaga stabilitas dan efisiensi pemerintahan di Sumatera Utara.
"Bagi pejabat yang beradaptasi di posisi baru, ini adalah kesempatan untuk membuktikan kemampuan dan komitmen mereka kepada masyarakat,” ucap Heri.
"Rotasi bukan sekadar memindahkan jabatan, tetapi membangun kepercayaan publik bahwa pemerintahan terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat. Fatoni telah menunjukkan keberanian dan komitmen untuk melakukan pembaruan, meski terkadang tidak semua pihak akan merasa senang dengan keputusan ini," ucapnya.
Langkah rotasi ini diharapkan menjadi pondasi yang kuat bagi pemerintahan Sumatera Utara untuk berkembang lebih baik lagi.
Pandangannya sebagai akademisi yang independen menjadi sebuah pengingat bahwa kepemimpinan yang efektif tidak takut membuat keputusan yang berani demi masa depan yang lebih baik.
(dyk/tribun-Medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
3 pejabat eselon Sumut dilantik
Pj Gubsu Agus Fatoni
Effendy Pohan
Mahfullah Pratama Daulay
Moettaqien Hasrimi
| OTT di Kominfo Kota Tebingtinggi, Diduga Keponakan Wali Kota dan 1 Pihak Swasta Ditetapkan Tersangka |
|
|---|
| Sempat Heboh Kasus Anggota DPRD Sumut Fajri Akbar Hamili Pegawai Bank, Akhirnya Sepakat Berdamai |
|
|---|
| Sempat Rekayasa Lalu Lintas, Kini Jalan Gereja Siantar Kembali Berlaku Dua Arah Usai Perbaikan |
|
|---|
| Siswi SMAN 1 Matauli Pandan Terjatuh dari Lantai III Asrama, Alami Luka di Kepala hingga Dada |
|
|---|
| Sempat Heboh, Kasus Fajri Akbar Diduga Hamili Pegawai Bank Disetop Usai 2 Pihak Saling Memaafkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pelatikan-Pejabat-Pemprov-Sumut.jpg)