Budaya Literasi, Program Peningkatan Budaya Membaca Warga Binaan Rutan Kabanjahe

Meningkatkan literasi di kalangan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menjadi salah satu prioritas Rutan Kelas IIB Kabanjahe Kantor Wilayah Kementerian

Editor: Muhammad Tazli
Tribun Medan/ IST
Membaca bukan hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga jendela ilmu yang dapat membuka wawasan dan memperkaya pengetahuan.  

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Meningkatkan literasi di kalangan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menjadi salah satu prioritas Rutan Kelas IIB Kabanjahe Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara (Kemenkumham Sumut), melalui program budaya membaca buku.

Membaca bukan hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga jendela ilmu yang dapat membuka wawasan dan memperkaya pengetahuan. 

Di dalam rutan, kesempatan untuk membaca menjadi salah satu cara bagi Warga binaan untuk mengisi waktu dengan hal positif dan produktif. Buku-buku yang disediakan di perpustakaan Rutan Kabanjahe mencakup berbagai topik mulai dari pengetahuan umum, keterampilan, hingga pengembangan pribadi.

"Budaya membaca ini penting karena dapat membantu Warga binaan  dalam memperbaiki diri dan meningkatkan keterampilan intelektual mereka," ujar Kepala Subsi Pelayanan Tahanan, Andry Petra Jaya Bangun, S.Sos.

Buku bisa menjadi sumber inspirasi yang mendorong perubahan pola pikir dan sikap. Melalui aktivitas membaca, Warga binaan  juga dapat mengembangkan kemampuan literasi mereka, yang pada gilirannya berkontribusi pada kemampuan mereka untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan baik saat kembali ke masyarakat. Terbukti beberapa waktu yang lalu salah satu warga binaan Rutan Kabanjahe memperoleh juara Harapan II lomba karya tulis. 

Baca juga: Ini Cara LPKA Medan Bangun Rasa Tanggung Jawab Anak Binaan

Selain itu, program peningkatan literasi ini juga dirancang sebagai bagian dari rehabilitasi sosial bagi Warga binaan. Dengan membaca, mereka dapat memperoleh pengetahuan baru yang bermanfaat, yang diharapkan dapat membantu mereka mempersiapkan diri untuk masa depan. 

Kepala Subsi Pelayanan Tahanan, Andry Petra Jaya Bangun, S.Sos, turut memberikan apresiasi kepada seluruh Warga binaan yang aktif dalam program literasi ini.

Ia menyampaikan bahwa budaya membaca harus terus ditumbuhkan, karena membaca adalah modal penting untuk memperbaiki diri dan membuka peluang baru.

Andry Petra juga berharap agar para Warga binaan memanfaatkan fasilitas perpustakaan dengan baik, sehingga mereka dapat mengisi waktu mereka dengan kegiatan yang bermanfaat dan bermakna selama menjalani masa hukuman.

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved