Budaya Literasi, Program Peningkatan Budaya Membaca Warga Binaan Rutan Kabanjahe
Meningkatkan literasi di kalangan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menjadi salah satu prioritas Rutan Kelas IIB Kabanjahe Kantor Wilayah Kementerian
TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Meningkatkan literasi di kalangan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menjadi salah satu prioritas Rutan Kelas IIB Kabanjahe Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara (Kemenkumham Sumut), melalui program budaya membaca buku.
Membaca bukan hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga jendela ilmu yang dapat membuka wawasan dan memperkaya pengetahuan.
Di dalam rutan, kesempatan untuk membaca menjadi salah satu cara bagi Warga binaan untuk mengisi waktu dengan hal positif dan produktif. Buku-buku yang disediakan di perpustakaan Rutan Kabanjahe mencakup berbagai topik mulai dari pengetahuan umum, keterampilan, hingga pengembangan pribadi.
"Budaya membaca ini penting karena dapat membantu Warga binaan dalam memperbaiki diri dan meningkatkan keterampilan intelektual mereka," ujar Kepala Subsi Pelayanan Tahanan, Andry Petra Jaya Bangun, S.Sos.
Buku bisa menjadi sumber inspirasi yang mendorong perubahan pola pikir dan sikap. Melalui aktivitas membaca, Warga binaan juga dapat mengembangkan kemampuan literasi mereka, yang pada gilirannya berkontribusi pada kemampuan mereka untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan baik saat kembali ke masyarakat. Terbukti beberapa waktu yang lalu salah satu warga binaan Rutan Kabanjahe memperoleh juara Harapan II lomba karya tulis.
Baca juga: Ini Cara LPKA Medan Bangun Rasa Tanggung Jawab Anak Binaan
Selain itu, program peningkatan literasi ini juga dirancang sebagai bagian dari rehabilitasi sosial bagi Warga binaan. Dengan membaca, mereka dapat memperoleh pengetahuan baru yang bermanfaat, yang diharapkan dapat membantu mereka mempersiapkan diri untuk masa depan.
Kepala Subsi Pelayanan Tahanan, Andry Petra Jaya Bangun, S.Sos, turut memberikan apresiasi kepada seluruh Warga binaan yang aktif dalam program literasi ini.
Ia menyampaikan bahwa budaya membaca harus terus ditumbuhkan, karena membaca adalah modal penting untuk memperbaiki diri dan membuka peluang baru.
Andry Petra juga berharap agar para Warga binaan memanfaatkan fasilitas perpustakaan dengan baik, sehingga mereka dapat mengisi waktu mereka dengan kegiatan yang bermanfaat dan bermakna selama menjalani masa hukuman.
STATEMENT Kabid HAM Flora Nainggolan Usai Tinjau Rumah Darma Ambarita yang Terisolasi di Samosir |
![]() |
---|
Komitmen Awal Tahun Menuju Indonesia Emas, Lapas Padangsidimpuan Hadiri Apel Bersama Awal Tahun 2025 |
![]() |
---|
Langkah Awal di Tahun 2025: Lapas Pematangsiantar Resmikan Green House Demi Program Ketahanan Pangan |
![]() |
---|
Jajaran Lapas Labuhan Ruku Ikuti Apel Bersama Awal Tahun 2025 |
![]() |
---|
Menkum Supratman Andi Agtas Tinjau Progres Pembangunan Gedung Kanwil Hukum Sumut |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.