Sumut Terkini
Pj Gubernur Sumut dan Dubes Jepang Bahas Pendidikan dan Perdagangan, Terpesona Danau Toba
Pertemuan guna membahas kerja sama di sektor pendidikan, seperti pertukaran pelajar dan perdagangan.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Agus Fatoni menerima kunjungan silaturahmi Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia, Masaki Yasushi.
Pertemuan guna membahas kerja sama di sektor pendidikan, seperti pertukaran pelajar dan perdagangan.
Dalam pertemuan Agus Fatoni menjelaskan secara demografis mengenai luas, jumlah penduduk, kabupaten dan kota di Sumut.
Kemudian tentang budaya, ekonomi, kekayaan alam, hingga kerja sama yang selama ini sudah terjalin lama, seperti di sektor perdagangan dan pendidikan.
"Provinsi Sumatera Utara adalah salah satu provinsi terbesar keempat di Indonesia. Mempunyai luas wilayah yang cukup besar. Sumut mempunyai sedikitnya 8 etnis dengan jumlah penduduknya berkisar 15 juta jiwa," kata Agus Fatoni, Kamis (14/11/2024)
Sejumlah perusahaan Jepang juga telah beroperasi di Provinsi Sumut, mulai dari bidang industri dan elektronik di Tanjungmorawa, industri karet alam, industri panas bumi dan lainnya.
Begitu juga kerja sama di bidang pendidikan, Sumut dan Jepang sudah menjalin kerja sama dalam hal pertukaran pelajar dan guru.
Sementara itu, dalam waktu dekat, Agus Fatoni mengatakan bahwa akan diselenggarakan kegiatan internasional, yaitu Aquabike World Championship 2024 di Danau Toba.
Melalui kesempatan ini, Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia, Masaki Yasushi mengucapkan terima kasih kepada Pj Gubernur Sumut dan jajaran yang telah menyambut kedatangannya bersama tim.
Ini merupakan kunjungan kerja pertamanya ke Provinsi Sumut sejak bertugas menjadi Dubes Jepang untuk Indonesia pada Februari lalu.
Masaki Yakushi mengatakan banyak warga Jepang yang tinggal di Provinsi Sumut termasuk perusahaan Jepang yang beroperasi di daerah ini. Selain itu, antara Jepang dengan Sumut juga telah bekerja sama dalam bidang tenaga kerja.
"Banyak tenaga kerja dari Indonesia yang bekerja di Jepang. Mereka bekerja khusus di bidang medis, pelayanan, dan pertanian," ucapnya.
Dia juga menyampaikan, bahwa Sumut memiliki sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.
Untuk itu, Yakushi berharap kerja sama di bidang ini juga dapat terjalin, dengan peningkatan keterampilan bagi pelajar.
"Sudah ada ratusan pelajar Indonesia belajar ke Jepang. Mereka belajar bahasa dan budaya Jepang. Saya berharap setelah kembali ke Indonesia, ilmu yang diperoleh bisa diterapkan untuk pembangunan Indonesia," katanya.
Masaki Yasushi bercerita, kunjungan pertamanya ke Sumut membuatnya tertarik dengan indahnya Danau Toba.
Dirinya mengaku ingin mengetahui bagaimana Pemerintah Provinsi Sumut berupaya mengenalkan Danau Toba ke dunia internasional, sehingga banyak turis asing berkunjungan ke sana.
(Dyk/Tribun-Medan.com)
| Dalam Sepekan Satres Narkoba Polres Binjai Ringkus 6 Tersangka dari Lokasi yang Berbeda |
|
|---|
| Ditjen Imigrasi Terapkan WFH Jumat, Layanan Paspor dan Pengawasan Tetap Berjalan |
|
|---|
| Pemkab Langkat Genjot Perbaikan RTLH, Ondim: Masih Ada Ribuan Rumah Lagi |
|
|---|
| Ditinggal ke Acara Pemakaman Ortu, Kedai Literacy Coffee Dibobol Maling, Uang Ribuan Dollar Raib |
|
|---|
| Topan Ginting Tak Banding Usai Divonis 5 Tahun 6 Bulan Penjara Kasus Korupsi Jalan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Penjabat-Pj-Gubernur-Sumatera-Utara-Sumut-Agus-Fatoni-menerima.jpg)