Ramadan 2025

Berikut 6 Jenis Menu Sahur yang Tahan Lama dan Bisa Dijadikan Stok

Dalam waktu kurang dari empat bulan, umat Islam akan memasuki bulan Ramadan.

Penulis: Rizky Aisyah | Editor: Randy P.F Hutagaol
Sajian Sedap
Ilustrasi Dendeng Daging. 

TRIBUN-MEDAN.com –  Dalam waktu kurang dari empat bulan, umat Islam akan memasuki bulan Ramadan.

Ramadan adalah bulan suci dalam agama Islam yang ditandai dengan ibadah puasa bagi umat Muslim di seluruh dunia.

Puasa identik dengan persediaan makanan untuk sahur.

Beberapa orang suka memasak makanan segar, sementara yang lain memilih makanan yang lebih praktis dan cepat disiapkan.

Misalnya, makanan seperti makanan beku dan lauk pauk sangat praktis.

Biasanya, lauk pauk sudah siap santap dan tidak membutuhkan banyak waktu penyajian.

Jika disimpan dengan benar, lauk pauk bahkan bisa bertahan hingga berbulan-bulan.

Lauk pauk juga dapat memberikan energi yang cukup untuk membuat Anda menjalani hari.

Jika Anda sedang mencari saran lauk pauk untuk menu sahur saat puasa Ramadan.

Berikut beberapa makanan tahan lama yang bisa dijadikan stok menu sahur di bulan Ramadhan.

1. Kentang dan tempe kering

Kentang dan tempe kering yang dikeringkan dengan bumbu manis dan pedas, cocok untuk dijadikan lauk.

Kentang dan tempe kering bisa menjadi pilihan makanan yang enak untuk sahur dan berbuka puasa jika disajikan dengan nasi panas.

Agar kentang dan tempe kering tetap renyah, simpanlah dalam wadah kedap udara setelah dingin.

2. Dendeng

Dendeng yang terbuat dari campuran sambal ini dapat disimpan dalam waktu yang lama tanpa harus dimasukkan ke dalam lemari es.

Ini karena dendeng yang diiris dan dikeringkan tidak memiliki kelembaban yang cukup bagi bakteri untuk tumbuh.

Jenis dendeng antara lain dendeng balado, dendeng batokok, dendeng baracik, dan dendeng lambok.

3. Telur Asin

Makanan khas Brebes ini biasanya diolah dengan cara direbus atau dibakar. Terlepas dari cara pengolahannya, telur asin memiliki masa simpan yang lebih lama.

Hal ini dikarenakan garam dapat menyerap kelembaban dari telur.

Hal ini mencegah pertumbuhan bakteri. Telur asin dapat disimpan dalam suhu ruangan selama tiga hingga empat minggu.

4. Serundeng dan abon

Serundeng dibuat dengan menyangrai parutan kelapa dengan bumbu, garam, dan gula dengan api kecil.

Sementara itu, abon dibuat dari suwiran daging yang dimasak dengan santan dan digoreng hingga kering.

Keduanya merupakan lauk yang tahan lama karena diolah hingga benar-benar kering.

5. Jeroan crispy

Jeroan yang digoreng hingga kering seperti keripik ini bisa disimpan hingga dua minggu. Simpan saja dalam toples dan keluarkan saat Anda ingin menyantapnya.

6. Berbagai macam sambal

Sambal juga bisa dimakan sebagai lauk jika Anda menambahkan beberapa bahan, seperti ikan teri, tempe, kacang tanah, cumi, dan lain-lain.

Agar sambal buatan Anda lebih awet, pastikan semua bahan yang Anda gunakan masih segar dan bersih. Hal ini dikarenakan sambal akan lebih cepat basi jika terkontaminasi kotoran.

Setelah Anda membuat sambal, biarkan sambal benar-benar dingin dan simpan di dalam wadah yang bersih dan kedap udara di dalam lemari es.

Jika Anda tidak memiliki waktu untuk membuat sambal sendiri, Anda bisa membeli sambal kemasan yang banyak tersedia di pasaran.

(cr30/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved