Berita Internasional

Diculik dari Rumah Nenek, Gadis Ini Nyaris Dibunuh oleh Ayahnya Sendiri

Rekaman memilukan ditemukan bahwa sang anak memohon kepada ayahnya untuk tidak membunuhnya.

Tayang:
Penulis: Randy | Editor: Randy P.F Hutagaol
mirror.co.uk
Potret Alexander beserta istri dan putri kecil yang ingin dibunuhnya. 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang pria hampir membunuh anak perempuannya berusia tujuh tahun.

Rekaman memilukan ditemukan bahwa sang anak memohon kepada ayahnya untuk tidak membunuhnya.

Dilansir dari mirror.co.uk, Senin (2/12/2024) sang ayah tidak memiliki hak asuh terhadap putrinya.

Rekaman itu muncul setelah Oaklynn Alexander diculik oleh ayahnya dari rumah neneknya di Jefferson County, Ohio timur, awal bulan ini.

Charles Ryan Alexander, 43 tahun, mencengkeram putrinya sebelum melarikan diri.

Hal itu menyebabkan pertengkaran dengan Kantor Sheriff Medina County.

Selama kejadian yang mengerikan itu, putrinya terdengar mengatakan suatu hal kepada ayahnya.

"Saya tidak ingin pergi ke surga hari ini," ucap anak itu.

Polisi mengeluarkan peringatan kuning setelah penculikan itu dilaporkan.

Kejadian itu berujung pada pengejaran polisi saat Alexander melarikan diri dengan putrinya.

Polisi akhirnya berhasil menembak ban mobil sang ayah.

Kemudian, terjadi baku hantam dengan polisi di tempat parkir mobil.

Alexander dipersenjatai dengan pistol.

Rekaman menakutkan yang dibagikan oleh pihak berwenang mengungkapkan bahwa dia mengancam akan membunuh putrinya.

"Saya akan menembak kita berdua, mundurlah!" teriak sang ayah.

Sang putri terdengar memohon dengan sangat di belakang pria itu.

Dia berulang kali mengatakan kepada ayahnya untuk tidak membunuhnya.

Tersangka terlihat siaga membawa pistol di tangannya.

Dia membuat ancaman terhadap ibu gadis itu.

Dia menuntut agar dia berbicara dengan ibu anaknya.

"Jika Anda mendengarkan, Ashley, Anda seharusnya menelepon," kata pria itu.

Suara itu kemudian meredam sebelum sang anak bertanya kepada ayahnya apakah mereka akan masuk surga.

"Bagaimana Anda tahu kita akan pergi ke surga?" tanya putrinya.

"Kita berdua akan pergi." jawab sang ayah.

Gadis muda itu kemudian terdengar bertanya lagi.

"Apakah aku akan pergi ke surga?" tanya gadis kecil itu.

"Tidak! Saya tidak mau!" teriaknya.

"Saya tidak ingin pergi ke surga saat ini," mintanya kepada sang ayah.

Sang putri sangat khawatir bahwa dia akan dibunuh.

Sang ayah kemudian menanggapi ucapan putrinya.

"Ayah juga tidak ingin hal itu terjadi," ungkapnya.

"Aku hanya ingin berbicara dengan ibumu," tambahnya.

Salah satu petugas operator polisi dalam panggilan darurat kemudian terdengar menginterupsi dan menyela Alexander.

Polisi tersebut mencoba bernegosiasi dengan pria itu.

"Saya tahu Anda tidak ingin menyakiti putri Anda," ucap polisi itu.

"Anda pasti tidak ingin seperti ini."

"Jangan lakukan apa pun yang tidak bisa kita batalkan," tambahnya.

Gadis kecil itu terdengar bertanya berulang kali apakah dia akan pergi ke surga hari ini.

Petugas operator lain mencoba membujuk Alexander.

"Teruslah berbicara dengan putri Anda jika Anda tidak ingin dia takut," bujuknya.

"Jangan lakukan apa pun yang akan membuat hal semakin tidak adil baginya."

"Anda mencintai putri Anda."

"Saya tahu Anda menyayanginya," tambahnya.

Tak lama setelah percakapan tersebut, polisi melepaskan tembakan, menewaskan Charles Alexander dalam prosesnya.

Gadis kecil itu kemudian dikembalikan dengan selamat kepada keluarganya setelah melihat ayahnya terbunuh di depannya.

Seorang teman keluarga membuat donasi yang digunakan untuk merawat gadis kecil itu selama ibunya cuti kerja.

Uang tersebut digunakan untuk biaya kesehatan mental dan biaya tambahan untuk masa depannya.

Hampir 130 juta rupiah telah terkumpul untuk keluarga gadis itu pada hari Minggu.

(mag/vania elisha/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved