Berita Viral

Viral WTB: Welcome to Batam Menjadi Welcome to Bangunan

Welcome to Batam yang juga dikenal dengan singkatan WTB merupakan salah satu ikon dan landmark Kota Batam, Kepulauan Riau.

|
Editor: AbdiTumanggor
Fb
Viral Welcome to Batam menjadi Welcome to Bangunan. (FB) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Welcome to Batam yang juga dikenal dengan singkatan WTB merupakan salah satu ikon dan landmark Kota Batam, Kepulauan Riau.

Setiap wisatawan, baik domestik maupun mancanegara pastinya mewajibkan diri untuk berswafoto di lokasi ini sebagai penanda bahwa mereka tiba di Batam.

Namun, saat ini viral di media sosial tulisan yang terpampang megah di atas bukit kawasan Batam Kota tersebut sudah tidak lagi memiliki pesonanya. Kini tulisan tersebut sudah terhalang oleh bangunan ruko yang tengah dibangun di depannya.

Untuk mengabadikan momen, biasanya para wisatawan akan mengambil foto maupun video di lapangan yang berada dekat Mesjid Agung, yang juga selama ini menjadi tempat para pedagang mencari rejeki.

Namun sejak tertutup bangunan, lokasi ini juga menjadi sepi karena tidak memiliki daya tarik lagi. Demikian narasi netizen di media sosial yang terpantau Tribun Medan.

WTB Batam saat ini
Welcome to Batam jadi Welcome to Bangunan (FB)

Disebutkan, lokasi milik PT Smart Edutama International tersebut diberi nama Komplek Pertokoan Welcome To Batam Blok A No.1 s/d 12B Jalan Sanggam Bertuah, Batam Kota, Kelurahan Teluk Tering, Kecamatan Batam Kota.

Selain itu, di foto plang izin IMB juga dituliskan fungsi bangunan sebagai usaha yang akan dibangun lima lantai sebanyak 14 unit dengan luas 4.991,25 m2.

Dari foto yang beredar, memang terlihat tulisan Welcome to Batam itu telah tertutup gedung yang sedang dibangun. Foto itu diabadikan dari jarak dekat. Namun, jika diabadikan dari jarak jauh, apalagi dari ketinggian, tulisan Welcome to Batam itu masih terlihat.

Welcome to Batam jadi Welcome to Bangunan1
Welcome to Batam jadi Welcome to Bangunan. (Tribunbatam.id)

Dikutip dari Tribunbatam.id, hal ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan masyarakat Batam, mengingat ikon tersebut telah lama menjadi bagian penting dari citra kota dan memori kolektif warga.

Seorang tukang parkir di kawasan itu, mengakui sudah ada keluhan dari pengunjung terkait kondisi yang terjadi di lapangan saat ini.

"Banyak pengunjung yang ingin jalan-jalan ke sini mengeluh, untuk berfoto sudah tidak bisa lagi. Karena ikon WTB sudah terhalang proyek pembangunan," kata Jodi.

Diketahui, landmark Welcome to Batam ini bukan hanya sekadar penanda geografis, tetapi juga menjadi representasi semangat dan perkembangan Kota Batam. Kehilangannya diyakini akan menjadi kerugian bagi sektor pariwisata dan citra kota Batam.

Ikon ini juga memiliki nilai sentimental bagi warga Batam. Sebab banyak warga yang memiliki kenangan berharga terkait ikon ini, mulai dari foto-foto kenangan bersama keluarga hingga sebagai titik temu bagi berbagai kegiatan sosial dan komunitas.  

Dampak dari pembangunan proyek yang menutup ikon WTB ini, juga akan berdampak pada jasa fotografer di sana.

Sebelum proyek tersebut dibangun, banyak pengunjung yang datang ingin mengabadikan fotonya di ikon WTB.

Beberapa di antara mereka menggunakan jasa fotografer yang ada di lokasi.

Sementara itu, seorang pekerja bangunan yang ditemui di lokasi proyek, tak tahu menahu soal kemungkinan ikon Welcome to Batam akan tertutup dengan pembangunan yang dilakukan. 

"Kami hanya pekerja di sini. Kalau masalah ikon Welcome to Batam tertutup, itu bukan urusan kami.  Kami hanya membangun proyek ini sampai selesai," katanya.

Senada, mandor proyek mengatakan, mereka tidak mengetahui dampak pembangunan terhadap ikon WTB. "Kami hanya bekerja dan proyek ini sudah mendapat izin dari pemerintah," ujarnya.

Welcome to Batam dulu
Dolo welcome to Batam

Curhat Pedagang
 
Keberadaan ikon Welcome to Batam juga  berdampak positif pada perekonomian lokal selama ini. 

Sebab banyak pedagang yang berjualan dekat kawasan depan landmark tersebut. 

Mereka memanfaatkan kawasan depan landmark WTB yang sering menjadi tempat berkumpulnya wisatawan.

Dampak terhalangnya ikon WTB sudah dirasakan oleh para pedagang di area tersebut. 

Mereka khawatir jika pembangunan dilanjutkan hingga 5 lantai, ikon WTB akan tertutup sepenuhnya.

"Dampaknya sangat merugikan kami. Ikon ini penting bagi kami, terutama karena banyak wisatawan asing yang datang ke sini. Pengunjung yang datang ke sini bukan hanya warga lokal, tetapi juga warga negara tetangga. Mereka sering berfoto di depan ikon ini," ungkap Roy, salah satu pedagang di sana.
 
Senada dengan Roy, pedagang lainnya, Dedet juga mengungkapkan kekhawatirannya. 

"Ikon ini sangat penting bagi kami para pedagang. Pengunjung yang makan di sini kurang lebih 1.500 orang dan sudah banyak yang berkomentar terhadap pembangunan yang berlangsung," ujarnya.
 
Para pedagang juga menyoroti pentingnya ikon WTB bagi pariwisata Batam. 

"Ikon seperti ini hanya ada beberapa saja di dunia, seharusnya dijaga. Jangan dibiarkan tertutup," kata mereka. 

Kata Sekda Batam

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin Hamid mengatakan, rencana pembangunan di depan ikon WTB sudah sesuai dengan perizinan yang berlaku.

"Kalau soal bangunan di situ kan mereka sudah sesuai dengan perizinan, kita tidak izinkan kalau itu menutup pandangan di situ," ujar Jefridin, Rabu (23/10/2024).

Ia menambahkan, pandangan di area tersebut telah dibahas dan tidak akan terganggu. 

"Tidak akan menutup pandangan dari arah sini. Jadi saat dibangun, bangunan tidak lebih tinggi daripada Welcome to Batam," tambahnya.

Menurut Jefridin, seluruh perizinan terkait proyek itu sudah lengkap, termasuk izin mendirikan bangunan. Sehingga pembangunan dilakukan dengan mengikuti aturan yang ada. 

Sebagai informasi, lokasi seluas sekitar 2.700 meter persegi di kawasan dekat WTB itu akan dibangun tidak saja pertokoan, hotel, dan apartemen, namun juga akan dibangun Museum BJ Habibie.

Rencana pembangunan keseluruhan properti tersebut akan memakan waktu yang tak singkat. Bisa mencapai 5 hingga 7 tahunan.

Direktur PT Barelang Jaya Mandiri Tjondro Yuwono memastikan, posisi apartemen sekitar 20 lantai serta hotel nantinya lebih ke pinggir, sehingga tidak menutupi landmark Welcome to Batam

"Kita agak ke pinggir, sehingga tak menutupi," ujar Tjondro Yuwono kepada Tribunbatam.

(*/Tribun-medan.com/ Tribunbatam.id)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved