Berita Internasional

Balita Tewas setelah Ditinggalkan Berjam-jam di Kamar dengan Pemanas Ruangan

Viral orang tua tinggalkan anak perempuan mereka di dalam kamar kecil dengan pemanas ruangan.

Tayang:
Penulis: Randy | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/HO
Potret Sintia Perez dan Jace Hirschy, orang tua yang tinggalkan putrinya dengan pemanas ruangan hingga tewas. 

TRIBUN-MEDAN.com - Viral orang tua tinggalkan anak perempuan mereka di dalam kamar kecil dengan pemanas ruangan.

Suhu di ruangan tersebut kemudian meningkat hingga 43 derajat celcius.

Hal itu menyebabkan kematian gadis kecil itu secara tragis.

Dilansir dari mirror.co.uk, Rabu (11/12/2024) insiden tragis itu datangnya dari kota Indiana.

Sang ibu, Sintia Perez (21), dan ayahnya, Jace Hirschy (23), ditangkap pada tanggal 27 November.

Keduanya didakwa dengan pengabaian terhadap tanggungan yang mengakibatkan kematian.

Mereka dituduh melakukan tindak pidana tingkat satu dan dua dakwaan pengabaian terhadap anak.

Pasangan tersebut meninggalkan putri mereka yang masih kecil di dalam kamar kecil itu.

Mereka menyalakan alat untuk menaikkan suhu di ruangan tersebut.

Alat itu memanaskan ruangan hingga mencapai suhu antara 35 hingga 43 derajat celcius.

Anak tersebut tidur di kamar itu dengan suhu ruangan yang terus meningkat.

Hasil autopsi menunjukkan gadis berusia 2 tahun tersebut mengalami hipertermia.

Pengadilan melaporkan bahwa suhu tubuh gadis itu mencapai 43 derajat celcius saat diukur di tempat kejadian.

Departemen Kepolisian Berne merespon panggilan Apartemen Swiss Meadows pada pukul 3 sore pada 27 November 2024.

Pihak berwajib menerima panggilan tentang penyelidikan kematian seseorang.

Setibanya di sana, polisi menemukan Perez dan Hirschy bersama dengan dua anak mereka yang lain, berusia 5 dan 3 tahun.

Mereka tinggal di sebuah apartemen yang penuh dengan sampah, sehingga sulit untuk diselidiki.

Pihak berwajib melaporkan bahwa di dalam rumah itu ditemukan banyak sekali kecoak.

Peralatan rumah seperti panci di atas kompor dipenuhi dengan jamur dan lalat.

Keluarga tersebut tinggal dalam lingkungan yang sangat tidak terawat.

Dokumen pengadilan mengungkapkan bahwa seorang polisi menemukan kamar tempat anak berusia 2 tahun itu tidur.

Mereka segera menyadari perbedaan suhu yang signifikan antara ruangan lain dengan kamar itu.

Saat masuk, petugas menemukan balita tersebut berada di atas tempat tidur yang kotor.

Gadis kecil itu hanya mengenakan popok saja.

Kondisi tubuhnya juga sudah menunjukkan perubahan warna.

Polisi melaporkan bahwa tinja bertebaran di sudut ruangan kamar itu.

Perez diduga mengatakan kepada polisi bahwa dia menidurkan balita tersebut sekitar jam 7 malam pada malam sebelumnya.

Dia mengaku menyalakan pemanas ruangan dan hampir menutup pintunya.

Ibu tersebut kemudian pergi tidur ke kamar tidurnya.

Dia tidak bangun hingga pukul 12 siang keesokan harinya.

Dilaporkan bahwa tidak ada orang tua yang memeriksa anak tersebut hingga pukul 3 sore.

Ketika pasangan suami istri itu pergi memeriksa sang anak, mereka menemukannya sudah meninggal.

Gadis itu tewas akibat berada di ruangan dengan suhu yang sangat tinggi selama berjam-jam.

Dua anak pasangan itu yang lainnya telah ditahan oleh Departemen Layanan Anak.

Keduanya dilaporkan dalam kondisi yang memprihatinkan, kepala mereka penuh dengan kutu.

Perez dan Hirschy saat ini ditahan di Penjara Adams County.

Konferensi praperadilan dijadwalkan pada 14 Februari 2025.

Sidang juri terhadap kasus tersebut akan digelar pada 7 Maret 2025.

(mag/vania elisha/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter   dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan  

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved