TRIBUN WIKI
Profil Irene Sukandar, Master Internasional Catur Duduki Peringkat 9 Pecatur Wanita Tercepat Dunia
Irene Sukandar merupakan Master Internasional catur wanita asal Indonesia. Ia lahir di Jakarta, 7 April 1992. Desember 2024 juara catur cepat dunia.
TRIBUN-MEDAN.COM- Irene Sukandar, Master Internasional catur asal Indonesia kembali mengukir prestasi di kancah nasional.
Kali ini, Irene Sukandar berhasil menduduki peringkat ke sembilan pecatur wanita tercepat dunia dalam ajang Kejuaraan Dunia Catur Cepat FIDE 2024.
Ia sekaligus mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi tersebut.
Selama kejuaraan, Irene Sukandar berhasil menorehkan raihan 7.5 poin dari 11 babak.
Baca juga: Profil Brigjen Gatot Tri Suryanta, Kapolda Sumbar yang Baru Beserta Harta Kekayaannya
Irene juga memperoleh tambahan 21 poin rating dan mencatatkan rating performa 2494, seperti dikutip dari chess.com.
Bukan kali ini saja Irene Sukandar mencuri perhatian publik.
Beberapa waktu lalu, ia menjadi perbincangan setelah ramainya polemik mengenai penutupan akun Dewa Kipas miliki Dadang Subur di Chess.com.
Irene Sukandar yang kala itu menyandang title Grandmaster Wanita catur Indonesia ini mengatakan polemik tentang Dewa Kipas telah membuat para pecatur profesional Indonesia merasa malu.
Beberapa waktu yang lalu, Irene berbicara ke publik mengenai penutupan akun Dewa Kipas ini.
Baca juga: Sosok Annar Sampetoding, Pengusaha Asal Makassar yang Jadi Donatur Pabrik Uang Palsu di UIN Alauddin
Berdasarkan akumulasi data, Irene mengatakan bahwa 95 persen akun Dewa Kipas melakukan kecurangan.
Dengan grafik permainan Dewa Kipas, Irene mengatakan bahwa seharusnya akun tersebut sudah menjadi juara dunia catur.
Pernyataan Irene pun membuat Dadang Subur yang merupakan pemilik akun Dewa Kipas tersinggung dan bersedia bermain catur untuk melawannya.
Akhirnya, setelah pertandingan digelar, Irene Sukandar menang telak dari Dadang Subur.
Profil Irene Sukandar
Irene Sukandar merupakan pecatur wanita asal Indonesia yang menyandang gelar Master Internasional.
Ia memiliki nama lengkap Irene Kharisma Sukandar.
Irene Sukandar lahir di Jakarta 7 April 1992.
Baca juga: Profil Connie Rahakundini, Istri Eks Pangkostrad yang Pegang Bukti Dugaan Korupsi Elite Indonesia
Dikutip dari Kompas.com, ketertarikannya akan catur bermula ketika Irene melihat ayahnya mengajari sang kakak, Kaisar Jenius Hakiki bermain catur.
Irene yang masih berusia 8 tahun juga sering mengantar kakaknya ke sekolah catur tanpa tahu bahwa ia punya bakat dalam bermain catur.
Mulai dari situ, dirinya mulai tertarik melihat jalannya bidak catur. Lalu, sang ayah pun memasukkan dia ke sekolah catur.
Wanita penggemar cerita wayang dan pelajaran sejarah ini mulai berlatih di Sekolah Catur Utut Adianto, Bekasi, sejak 1999.
Irene lalu tumbuh menjadi pecatur putri yang patut diperhitungkan sejak mulai bersekolah catur.
Baca juga: Profil Ramai Rumakiek, Pemain Persipura Jayapura yang Kini Jadi Incaran PSBS Biak
Maklum, karena pecatur yang akan menginjak usia 29 tahun itu selalu berlatih serius dari Senin-Jumat selama tiga hingga empat jam.
Begitu tekun dan giat saat berlatih, membuat Irene meraih gelar juara pertama kali ketika masih kelas IV SD.
Demi meningkatkan level permainan dan memperdalam pengalaman, Irene ikut bertarung di sektor putra.
Hasilnya pun berbuah manis, dia meraih beragam prestasi dan penghargaan, baik di dalam maupun luar negeri.
Hebatnya, Irene sukses mendapatkan gelar Master Nasional Wanita Termuda Indonesia dan menduduki peringkat 10 besar.
Ketika masih SMP, Irene dianugerahi gelar Master dari Federasi Catur Dunia (FIDE).
Baca juga: Profil Chico Aura Dwi Wardoyo, Pebulu Tangkis Profesional yang Ditarik dari Malaysia Open 2025
Kemudian, dia menjadi orang Indonesia pertama yang meraih gelar Grand Master Internasional Wanita (GMIW), mulai Desember 2008.
Kegemilangannya dalam memainkan bidak catur membuat dirinya dipanggil PERSACI (Persatuan Catur Seluruh Indonesia) ke timnas catur Indonesia.
Dia pernah menjadi atlet termuda dari semua cabang ketika terpilih menjadi anggota kontingen Indonesia pada SEA Games Vietnam 2003.
Irene yang saat itu berusia 11 tahun pun sukses berprestasi dengan membawa pulang dua keping medali perak.
Pada 2014, Irene berhak menyandang gelar baru, Master Internasional (IM), gelar bagi pecatur laki-laki, setelah berjuang selama hampir enam tahun dan mencapai rating 2400.
Baca juga: Profil Jordy Tutuarima, Pesepak Bola yang Kubur Mimpi Bela Timnas Indonesia Kini Gabung Persis Solo
Ada cerita unik yang mewarnai perjalanan manis Irene di dunia catur.
Berdasarkan pemberitaan dari Harian Kompas, 7 Maret 2013, Irene sering diajak oleh ayahnya, Singgih Yehezkiel, untuk bermain catur di lapak-lapak.
Menurut pengakuan sejumlah pecatur lapak di Kebayoran Lama, kawasan tempat tinggal Irene dulu, Singgih kerap mengundang pecatur lapak untuk bermain catur dengan Irene di rumahnya.
"Agar pecatur lapak main serius, Pak Singgih memberi sejumlah uang kepada pecatur yang mengalahkan Irene," ujar Topan, yang dijuluki GM alias "Gila Main".
Baca juga: Profil Samuel Silalahi, Bintang Keturunan Asal Norwegia Dikabarkan Mendadak Kunjungi Samosir
Sementara itu, Irene mengakui bahwa kesuksesannya di pentas catur dunia tak terlepas dari mental yang diasah plus diuji sejak dini.
Dikatakannya bahwa lapak catur tempat bermain pada kecilya dahulu adalah salah satu wadah untuk mengasah mental.
"Kalau teori dan strategi, bisa dipelajari dari buku dan internet. Namun, mental hanya didapat melalui praktik, salah satunya dari lapak," ungkap Irene.
Irene Sukandar bercerita bahwa dia diajak sang ayah bermain di lapak-lapak sejak usia 8 tahun, dengan durasi sekitar 4 jam per hari.
Selain itu mengasah mental, hal itu pun dilakukan guna menambah pengalamannya.
"Dari lapak, saya bisa memahami beragam cara bermain dan karakter lawan, terutama mereka yang lebih dewasa," tutur Irene menjelaskan.
Baca juga: Profil Ricky Cawor, Pesepak Bola Kelahiran Marauke yang Bakal Hengkang dari PSS Sleman
Biodata Irene Kharisma Sukandar
Lahir: Jakarta, 7 April 1992
Orang tua: Singgih Heyzkel dan Cici Ratna Mulya
Pendidikan:
- SD Negeri 3 Pagi Kebayoran Lama, Jakarta
- SMP Negeri 16 Bekasi
- SMA Nusantara Jakarta Timur
- Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Universitas Gunadarma
Prestasi :
· Juara 3 Kelompok Umur (KU) 10 Kejuaraan Catur ASEAN 2002 di Singapura
· Juara 4 KU 10 tahun Kejuaraan Catur ASEAN di Malaysia 2003
· Dua medali perak pada SEA Games Vietnam 2003
· Peringkat ke-9 Kejuaraan Dunia Junior di Yunani 2003
· Medali perak Olimpiade Catur papan tiga di Spanyol 2003
· Peringkat ke-14 Kejuaraan Dunia Junior di bawah 14 tahun di Pulau Kreta, Yunani 2004
· Medali perak Kejuaraan Catur Asia di bawah 14 tahun di Singapura 2004
· Imbang 3-3 dalam dwitarung melawan GMW Corke 2005. Corke adalah juara 1 Kejuaraan Catur Asia di bawah 14 tahun di Singapura
· The Best Woman Player pada Malaysia Open 2008
· Imbang 2-2 melawan IM Tania Sachdev dalam dwilomba JAPFA 2010
· Juara 1 dalam Brunei Invitational IM Tournament 1 dan juara 2 dalam Brunei Invitational IM Tournament 2 di tahun 2010
· Juara 1 Asian Continental Chess Championship di Vietnam tahun 2012
(tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Irene-Sukandar-pecatur-wanita.jpg)