Binjai Terkini
Harga Bahan Pokok di Binjai setelah Pergantian Tahun, Cabai Merah dan Rawit Turun
Usai pergantian tahun, sejumlah harga bahan pokok di tiga pasar tradisional Kota Binjai, Sumatera Utara, masih stabil.
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Setelah pergantian tahun, sejumlah harga bahan pokok di tiga pasar tradisional Kota Binjai, Sumatera Utara, masih stabil. Artinya harga bahan pokok belum ada yang turun secara signifikan.
Adapun ketiga pasar yang dimaksud yaitu, Pasar Tavip, Pasar Kebun Lada, dan Pasar Brahrang.
Sedangkan itu, hanya harga cabai merah keriting dan cabai rawit hijau yang mengalami penurunan.
Di Pasar Tavip harga cabai merah keriting Rp 40 ribu perkilo, Pasar Kebun Lada Rp 54 ribu perkilo, dan Pasar Brahrang Rp 51 ribu perkilo.
Kemudian harga cabai rawit hijau di Pasar Tavip Rp 50 ribu, di Pasar Kebun Lada Rp 62 ribu dan Pasar Brahrang Rp 55 ribu.
Sedangkan seperti harga daging ayam di tiga pasar tradisional itu masih stabil, yaitu Rp 38-40 ribu perkilonya.
Begitu juga harga bawang merah lokal dari mulai Rp 46-50 ribu perkilonya.
Bawang putih dari mulai harga Rp 40-44 ribu perkilonya.
Harga-harga bahan pokok ini pun dibenarkan oleh atasnama Kepala Dinas Ketenagakerjaan Perindustrian dan Perdagangan Kota Binjai Analis Perdangan Ahli Muda, Pardamean Simamora.
"Iya harga bahan pokok masih stabil di tiga pasar tradisional Kota Binjai," ujar Pardamean, Jumat (3/1/2025).
Meski begitu, stok bahan pokok masih aman hingga saat ini.
"Stok bahan pokok stabil atau aman," ujar Pardamean.
Dikabarkan sebelumnya, jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kota Binjai melaksanakan monitoring bahan pangan pokok.
Monitoring dilakukan dalam rangka memantau ketersediaan, harga, dan kadaluarsa bahan pokok di wilayah Kota Binjai.
"Adapun sasaran pengawasan di beberapa titik lokasi, yaitu Pasar tradisional dan modern, gudang penyimpanan barang bahan pokok, SPBU, dan pangkalan LPG tabung 3 Kg," ucap Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Binjai, Joko Waskitono.
Joko Waskitono menyebutkan, selain memantau harga dan ketersediaan pangan pokok, hal yang tidak kalah pentingnya dan menjadi perhatian adalah keamanan, baik terkait kandungan zat berbahaya, dan masa kadaluarsa dari pangan itu sendiri.
Menurut salah seorang pedagang, harga bahan pokok khususnya di pasar tradisional cenderung stabil, dan tidak mengalami kenaikan yang melonjak tinggi sejak Hari Raya Idul Fitri 2024 lalu.
(cr23/tribun-medan.com)
Update berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Pria di Binjai Ditangkap, Nekat Curi Pagar Rumah Warga |
|
|---|
| Kejari Binjai Tetapkan Dody Alfayed DPO pada Dugaan Kasus Korupsi di Dinas Pertanian |
|
|---|
| Jenazah Warga Binjai yang Meninggal di Kamboja Belum Bisa Dipulangkan, Keluarga Terkendala Biaya |
|
|---|
| Sidang Korupsi Proyek Jalan di Binjai, Hakim Soalkan Saksi Ahli yang Tak Mampu Sajikan Data Utuh |
|
|---|
| Sarang Narkoba di Binjai Digerebek Polisi, Dua Pria Tak Berkutik Saat Diringkus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pemko-Binjai-melaksanakan-monitoring-bahan-pangan-pokok-jelang-Natal-dan-Tahun-Baru1.jpg)