TRIBUN WIKI

Bolehkah Puasa Qadha Ramadhan di Bulan Rajab? Simak Penjelasannya

Bolehkah puasa qadha Ramadhan di bulan Rajab. Hukum Islam telah mengatur masalah ini sebagaimana di Kitab Fathul Mu'in.

Editor: Array A Argus
freepik
Ilustrasi puasa Ramadhan 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Dalam ajaran Islam, bulan Rajab termasuk bulan haram.

Maksud dari bulan haram karena ada beberapa larangan yang tidak boleh dikerjakan selama bulan Rajab.

Larangan-larangan ini berupa tidak boleh berperang, hingga melakukan perbuatan tercela.

Maka dari itu, umat Islam dianjurkan melakukan amal-amal salih selama bulan Rajab.

Amal salih yang bisa dikerjakan diantaranya melaksanakan puasa sunnah, hingga berzikir sepanjang waktu.

Baca juga: Niat Ganti Puasa Ramadhan atau Qadha Beserta Tata Cara Pelaksanaannya

Di samping itu, sering muncul pertanyaan di kalangan umat muslim tentang puasa qadha Ramadhan di bulan Rajab.

Banyak pertanyaan, apa hukum mengerjakan puasa qadha Ramadhan di bulan Rajab.

Apakah diperbolehkan, atau tidak.

Untuk menjawab itu, kita bisa melihat jawabannya di Kitab Fathul Mu'in beserta hasyiyahnya, I'natuth Thalibin, tentang hukum melaksanakan puasa Rajab bersamaan dengan puasa qadha Ramadhan.

Dalam kitab itu diterangkan, bahwa puasa qadha Ramadhan di bulan Rajab hukumnya boleh.

Baca juga: Jadwal Puasa Ramadhan 2025 Beserta Idul Fitri Beserta Link Downlod Kalender Hijriah 2025

Bahkan, mengerjakan puasa qadha Ramadhan dengan puasa Rajab bisa dilakukan berbarengan.

Hanya saja ada perbedaan bacaan niat di sana.

وبالتعيين فيه النفل أيضا فيصح ولو مؤقتا بنية مطلقة كما اعتمده غير واحد (وقوله ولو مؤقتا) غاية في صحة الصوم في النفل بنية مطلقة أي لا فرق في ذلك بين أن يكون مؤقتا كصوم الاثنين والخميس وعرفة وعاشوراء وأيام البيض أو لا كأن يكون ذا سبب كصوم الاستسقاء بغير أمر الإمام أو نفلا مطلقا (قوله بنية مطلقة ) متعلق بيصح فيكفي في نية صوم يوم عرفة مثلا أن يقول نويت الصوم ( قوله كما اعتمده غير واحد) أي اعتمد صحة صوم النفل المؤقت بنية مطلقة وفي الكردي ما نصه في الأسنى ونحوه الخطيب الشربيني والجمال الرملي الصوم في الأيام المتأكد صومها منصرف إليها بل لو نوى به غيرها حصلت إلخ زاد في الإيعاب ومن ثم أفتى البارزي بأنه لو صام فيه قضاء أو نحوه حصلا نواه معه أو لا وذكر غيره أن مثل ذلك ما لو اتفق في يوم راتبان كعرفة ويوم الخميس انتهى
Artinya:

"Dan dikecualikan dengan persyaratan ta'yin (menentukan jenis puasa) dalam puasa fardhu, yaitu puasa sunnah, maka sah berpuasa sunah dengan niat puasa mutlak, meski puasa sunah yang memiliki jangka waktu sebagaimana pendapat yang dipegang oleh lebih dari satu ulama. Ucapan Syekh Zainuddin, meski puasa sunah yang memiliki jangka waktu, ini adalah ghayah (puncak) keabsahan puasa sunah dengan niat puasa mutlak, maksudnya tidak ada perbedaan dalam keabsahan tersebut antara puasa sunah yang berjangka waktu seperti puasa Senin-Kamis, Arafah, Asyura' dan hari-hari tanggal purnama.

Atau selain puasa sunah yang berjangka waktu, seperti puasa yang memiliki sebab, sebagaimana puasa istisqa dengan tanpa perintah imam, atau puasa sunnah mutlak. Ucapan Syekh Zainuddin, dengan niat puasa mutlak, maka cukup dalam niat puasa Arafah dengan niat semisal, saya niat berpuasa. "

Baca juga: Jadwal Puasa Rajab 2025 Dilengkapi dengan Niat dan Amalan Doanya

Ucapan Syekh Zainuddin, sebagaimana pendapat yang dipegang oleh lebih dari satu ulama, maksudnya lebih dari satu ulama berpegangan dalam keabsahan puasa sunah dengan niat puasa mutlak.

Dalam kitabnya Syekh al-Kurdi disebutkan, dalam kitab Al-Asna demikian pula Syekh Khatib al-Syarbini dan Syekh al-Jamal al-Ramli, berpuasa di hari-hari yang dianjurkan untuk berpuasa secara otomatis tertuju pada hari-hari tersebut, bahkan apabila seseorang berniat puasa beserta niat puasa lainnya, maka pahala keduanya berhasil didapatkan.

Selain itu, dalam Kitab Al-I'lab ditambahkan bahwa Syekh al-barizi berfatwa seseorang yang mengqadha puasa Ramadhan di hari-hari yang dianjurkan berpuasa mendapatkan pahala kedua puasa bahkan tanpa niat puasa sunnah.

Hal yang sama berlaku jika puasa bertepatan pada puasa rutin di hari Arafah dan Kamis.

Baca juga: Hukum Menikah di Bulan Puasa Ramadan, Apakah Boleh? Begini Ceramah Buya Yahya

Niat Puasa Rajab Bersamaan Qadha Ramadhan

Bagi muslim yang akan melangsungkan puasa Qadha Ramadhan di waktu yang bersamaan dengan puasa Rajab, maka dapat mengamalkan niat puasa Qadha Ramadhan setelah membaca puasa sunnah Rajab.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءٍ فَرْضَ رَمَضَانً ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu Shouma Ghodin 'an qadaa'in fardho ramadhoona lillahi ta'alaa.

Artinya:

"Aku niat puasa esok hari sebagai ganti fardhu Ramadhan karena Allah Ta'ala."(tibun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter    

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved