Berita Internasional

Merasa Dipermalukan, Suami Nekat Tabrak Istri Dua Kali hingga Korban Cedera Parah

Viral seorang pria melakukan percobaan pembunuhan terhadap istrinya. Pria itu tega menabrak sang istri dua kali.

Tayang:
Penulis: Randy | Editor: Randy P.F Hutagaol
mirror.co.uk
Seorang suami tega menabrak istrinya dua kali hingga korban cedera parah. 

TRIBUN-MEDAN.com - Viral seorang pria melakukan percobaan pembunuhan terhadap istrinya.

Pria itu tega menabrak sang istri dua kali hingga mengalami luka-luka yang mengerikan.

Dilansir dari mirror.co.uk, Selasa (7/1/2025) dia mengklaim bahwa dia melakukan hal itu karena istrinya telah mempermalukannya.

Pelaku tersebut bernama William Budge yang berasal dari Edinburgh.

Dia mengemudikan mobilnya langsung ke arah Sandra Budge dan menabraknya.

Kemudian, pria itu kembali menabrak sang istri untuk kedua kalinya.

Pria berusia 62 tahun itu mengaku menyerang pasangannya pada 14 April tahun lalu.

Tindakan tersebut menyebabkan luka parah dan cacat permanen.

Dia tak segan-segan membahayakan nyawa serta mencoba membunuh istrinya.

Sang suami ditangkap oleh polisi dan muncul di pengadilan tinggi Edinburgh pada 6 Januari.

Selama serangan itu, dia mencengkram tubuh korban.

Pria itu mencoba mengambil telepon genggam sang istri.

Dia juga berulang kali mencoba memaksanya masuk ke dalam mobilnya sebelum menyetir langsung ke arah korban.

Dia kemudian menabrak wanita itu, menjatuhkannya ke tanah, dan melindasnya.

Pria itu kemudian pergi, tetapi kembali ke tempat korban terbaring di tanah.

Dia mengemudikan mobilnya lagi dan melindas sang istri.

William mengaku bersalah telah menyerang korban sebelumnya pada April 2016 dan April tahun berikutnya.

Dia meletakkan tangannya di leher korban dan mencoba mencekiknya.

Pria itu berteriak dan mengumpat, mendorong kepala sang istri dengan jari-jarinya, dan mendorongnya ke tempat tidur.

Dia juga mengirimi korban pesan teks dan panggilan yang berlebihan.

Wakil advokat, Leanne McQuillan, mengatakan kepada pengadilan bahwa pada bulan Maret tahun lalu, korban meninggalkan William.

Wanita itu memutuskan untuk pindah ke sebuah apartemen di Muirhouse Parkway.

Jaksa penuntut mengatakan bahwa mereka telah menikah selama sekitar 33 tahun.

Keduanya memiliki dua anak yang sudah dewasa.

Pada hari percobaan pembunuhan, korban memarkir mobilnya di tempat parkir dekat dengan apartemen.

Namun, ternyata William berhenti di belakang kendaraannya dan mencoba berbicara dengan korban.

"Dia keluar dari mobilnya dan terdakwa memegangnya," ungkap jaksa penuntut.

"Sang suami mencoba memaksanya masuk ke dalam mobilnya."

"Dia juga mencoba merampas telepon genggamnya," tambahnya.

Seorang kerabat korban tiba dan mulai meneriaki William.

"Dia telah membuat saya malu," ungkap William.

"Terdakwa kemudian kembali ke mobilnya dan mengemudikannya ke tepi jalan," ungkap jaksa.

"Dia kemudian mengarahkan mobilnya langsung ke arah korban."

"Mobil itu menabraknya, terdakwa terus mengemudi."

"Korban terangkat ke atas mobil sebelum jatuh ke rumput."

"Roda mobil melindas korban dan terdakwa terus mengendarai mobilnya."

"Terdakwa membelokkan mobilnya ke jalan utama dan kembali melaju ke rumput dan melindas istrinya lagi."

"Kerabatnya pergi untuk membantu korban yang tergeletak tak bergerak setelah dia ditabrak pertama kali."

"Namun, dia harus melompat keluar dari jalan untuk menghindari tertabrak ketika William kembali," tambahnya.

William kemudian pergi dengan mobilnya tersebut.

Polisi dan paramedis datang untuk menyelamatkan wanita itu.

Korban yang tidak sadarkan diri dibawa ke Edinburgh Royal Infirmary.

Dia ditemukan menderita kerusakan paru-paru, hati, pendarahan internal, patah tulang rusuk dan luka-luka lainnya.

Sandra tetap berada di rumah sakit hingga 12 Juni ketika dia dipindahkan ke rumah sakit lain untuk rehabilitasi.

Polisi berusaha melacak William dan menemukan mobilnya di tempat parkir sebuah toko.

Rekaman serangan mobil terhadap korban diperlihatkan ke pengadilan.

William mengikuti proses persidangan melalui sambungan telepon video ke penjara.

"Dia sangat menyesali tindakannya," ungkap pengacara William.

"Cedera ditimbulkannya terhadap istrinya dan semua orang yang telah terpengaruh oleh apa yang telah terjadi di sini," tambahnya.

 Hakim mengatakan bahwa pelaku telah mengaku bersalah atas pelanggaran yang sangat serius.

Dia kemudian menangguhkan hukuman terhadap William.

Pelaku tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya.

(mag/vania elisha/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved