Berita Internasional

Wanita Serang Majikan dan Curi Uangnya, Kesal karena Tak Diberi Uang Bonus yang Banyak untuk Liburan

Viral seorang petugas kebersihan menyerang dan merampok majikannya. Tindakannya tersebut terjadi karena dia tidak mendapatkan bonus liburan.

Penulis: Randy | Editor: Randy P.F Hutagaol
Mirror.co.uk
Heather Nelson ditangkap setelah dia merampok dan menyerang bosnya. 

TRIBUN-MEDAN.com - Viral seorang petugas kebersihan menyerang dan merampok majikannya.

Tindakannya tersebut terjadi karena dia tidak mendapatkan bonus liburan yang banyak.

Dilansir dari mirror.co.uk, Senin (13/1/2025) insiden tragis tersebut terjadi di kota Florida.

Dilaporkan bahwa majikannya merupakan seorang wanita tua yang telah berusia 83 tahun.

Sedangkan pelaku juga merupakan seorang wanita yang bernama Heather Nelson, 29 tahun.

Kini, dia terancam hukuman penjara yang berat jika terbukti bersalah atas serangan yang terjadi pada tanggal 24 Desember.

Awalnya, kejadian itu dipicu oleh Nelson yang menuntut bonus yang cukup besar kepada atasannya.

Namun, permintaannya tersebut ditolak secara mentah-mentah.

Uang bonus yang diharapkan petugas kebersihan itu tidak diberikan oleh wanita tua tersebut.

Tak terima dengan keputusan majikannya, asisten rumah tangga tersebut marah.  

Dia kemudian nekat menyerang wanita tua tersebut sebelum mengambil paksa buku ceknya.

Hal itu mengakibatkan pergelangan tangan wanita tua tersebut bengkak.

Sang majikan mengalami beberapa cedera akibat serangan brutal yang terjadi.

Nelson dilaporkan telah mencuri buku cek dengan kartu Natal yang berisi uang tunai.

Tak hanya itu, dia juga mengambil beberapa kartu debit dan kartu kredit milik sang majikan.

Dia pun pergi meninggalkan rumah tempat dia bekerja tersebut.

Dia menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan uang dari cek dan kartu yang diambil paksa itu.

Sang pembantu tersebut mencoba untuk melakukan pemalsuan terhadap cek yang dicurinya.

Dia juga mencoba melakukan penarikan uang secara besar-besaran dari rekening korban.

"Dia benar-benar mengambil cek tersebut secara paksa," lapor polisi.

"Dia merebut banyak uang, beberapa kartu debit, dan kartu kredit."

"Pelaku juga berusaha memalsukan beberapa tanda tangan sang majikan."

"Dia sangat berusaha untuk mengambil sejumlah uang dari wanita ini," tambahnya.

Penangkapan pelaku tersebut akhirnya dapat dilakukan setelah dua minggu kejahatan terjadi.

Sebelumnya telah terjadi penundaan terhadap penyelidikan tersebut.

Hal itu disebabkan oleh proses pelacakan yang sangat teliti terhadap pelanggaran dilakukan Nelson.

Nelson ditemukan polisi saat cek palsu tersebut kemudian diuangkan.

Beberapa transaksi menggunakan kartu kredit yang mencurigakan juga muncul.

Segala mutasi dan detail dimana pelaku melakukan transaksi ditemukan.

Hal tersebut menyebabkan pelaku dapat ditemukan dengan mudah.

Kepolisian pun dapat melacak dimana keberadaan Nelson.

Tindakan itu berujung pada penangkapan pelaku tersebut pada tanggal 7 Januari 2025.

Kantor Sheriff Brevard County menggunakan media sosial untuk membagikan tindakan keras mereka terhadap kejahatan.

"Pelaku begitu khawatir tentang mendapatkan bonus liburan," ungkap polisi.

"Sekarang, kami memiliki beberapa hadiah tambahan untuknya."

"Dia mendapatkan hadiah untuk mendekam di penjara."

"Dia akan mendapat akses tak terbatas ke fasilitas makan bintang satu kami yang terkenal di dunia."

"Dia akan menikmati penderitaan tersebut."

"Kerja bagus lainnya dari Agen Sherrill dan Unit Kejahatan Umum kami."

"Nelson sekarang berada di tempat yang seharusnya, di penjara."

"Dia tidak akan bisa menggertak atau menjadi korban," tambahnya.

(mag/vania elisha/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter   dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan  

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved