Berita Internasional
Wanita Diserang dan Dipukul Mantan Rekan Kerja, Pelaku Tak Terima Dipecat
Viral seorang wanita ditinju oleh mantan rekan kerjanya. Pria tersebut dikeluarkan dari pekerjaan dan menuduh wanita itu sebagai penyebabnya.
Penulis: Randy | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com - Viral seorang wanita ditinju oleh mantan rekan kerjanya.
Pria tersebut dikeluarkan dari pekerjaan dan menuduh wanita itu sebagai penyebabnya.
Faktanya, pelaku dipecat karena memiliki kebiasaan selalu tidur saat bekerja.
Dilansir dari sanook.com, Selasa (21/1/2025) kejadian itu terjadi pada 20 Januari di kantor polisi Plaeng Daeng, Provinsi Rayong.
Pekerja pabrik itu, May (29), datang untuk mengajukan pengaduan kepada pihak berwajib.
Dia disergap dan ditinju di tengah jalan oleh Pai (39), seorang mantan rekan kerja yang telah dipecat.
May mengajak wartawan untuk menunjukkan lokasi di mana dia dipukul di jalan Soi Mae Nam Khu.
Wanita itu mendapatkan pukulan di wajahnya hingga memiliki bekas luka.
Pada saat kejadian, May mengatakan bahwa dia sedang mengendarai sepeda motornya untuk kembali ke rumahnya.
Namun, sepertinya ada sebuah mobil sedan yang mengikutinya.
Saat di pertengahan jalan, mobil sedan itu memotongnya dan menyuruh wanita itu berhenti.
May memperhatikan bahwa pengemudi mobil tersebut adalah seorang pria bersama istrinya.
Pria itu kemudian turun dari mobil dan menendang sepeda motor wanita itu hingga terjatuh.
Kemudian, pelaku menghampiri May dan meninju wajahnya.
Mendapat serangan tak terduga, wanita itu pun lari menjauhi Pai yang ingin menyerangnya.
Dia berteriak sambil meminta bantuan dari penduduk desa.
Wanita tersebut tak sengaja membuang kunci motornya di pinggir jalan.
Saat ini, dia masih belum menemukan kunci tersebut.
"Mereka datang untuk menyergap dan meninju saya," ungkap wanita itu.
"Saya dapat mengingat dengan jelas wajahnya dan tahu dia siapa."
"Dia adalah Pak Pai yang berusia 39 tahun."
"Kami dulu bekerja di tempat yang sama."
"Namun, dia telah dipecat oleh atasan kami karena tidur di tempat kerja."
"Saya merasa bahwa dia marah karena dipecat dan menyalahkan saya."
"Saya bersikeras bahwa dia dipecat karena dirinya sendiri, dia tidur saat bekerja."
"Saya tidak memiliki hubungan dengan pemecatan pria itu."
"Ada banyak saksi yang membenarkan bahwa dia tidur saat bekerja," tambahnya.
Rung (47) merupakan seorang penduduk desa yang membantu buruh pabrik tersebut menghindari serangan yang terjadi.
Dia mengatakan bahwa pada awalnya dia melihat May sedang mengendarai sepeda motor.
Namun, ada mobil sedan yang mengikutinya dari belakang dan memotong jalan wanita itu.
Penduduk tersebut mengatakan bahwa seorang pengemudi laki-laki turun dari mobil dan menyerang pekerja pabrik itu.
Awalnya, dia tidak berani ikut campur dan tak ingin menghampiri wanita itu.
Dia mengira bahwa itu adalah pertengkaran suami istri yang biasa terjadi.
Namun, gadis itu berlari ke dalam rumahnya dan mengatakan bahwa dia diserang.
Penduduk tersebut pun memilih keluar rumah untuk membantu May.
Setelah serangan tersebut, pelaku kemudian masuk ke dalam mobil sedannya dan pergi dari tempat itu.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke kantor polisi Plaeng Daeng.
Saat ini, pihak berwajib sedang menyelidiki dan mengumpulkan bukti-bukti.
Polisi berjanji akan memproses insiden brutal tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku.
(mag/vania elisha/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Fakta Sebenarnya Kondisi Motjaba Usai Serangan Udara, Sempat Dikabarkan Kritis |
|
|---|
| Suami Kepergok Liburan dengan Selingkuhannya, Istri Langsung Gugat Cerai meski Tengah Hamil Muda |
|
|---|
| Harga Minyak Dunia 20 April 2026, Melonjak 7 Persen Akibat Selat Hormuz Ditutup Lagi |
|
|---|
| Suami Tembak Guru yang Diduga Selingkuhan Istri hingga Tewas, Istri Buat Pengakuan sebagai Pelaku |
|
|---|
| Rahasia Gelap 22 Tahun Suaminya Terbongkar, Wanita Ini Tak Menyangka Suami dan Ibunya Selingkuh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Wanita-pergi-ke-kantor-polisi-untuk-melaporkan-kekerasan-yang-dialaminya.jpg)