Lirik Lagu

Arti Lirik Lagu Karo Sora Mindo yang Diciptakan Djaga Depari

Lagu ini sedikit banyak mengingatkan kita, agar tidak lupa pada perjuangan para pahlawan dan menyia-yiakan kemerdekaan yang diraih dengan tumpah darah

Tayang:
RADIO KARO ONLINE
Cuplikan Video Klip Lirik Lagu Karo Sora Mindo 

TRIBUN-MEDAN.com, - Lirik lagu Sora Mindo karya Djaga Depari merupakan salah satu lagu perjuangan yang ditujukan bagi masyarakat Indonesia, yang kini sudah merdeka dari penjajahan.

Lirik lagu Karo Sora Mindo memiliki arti yang tajam yang memuat pesan-pesan kemerdekaan. 

Lagu ini sedikit banyak mengingatkan kita, agar tidak lupa pada perjuangan para pahlawan dan menyia-yiakan kemerdekaan yang diraih dengan tumpah darah.

Berikut Lirik Lagu Karo Sora Mindo

Terbegi sora bulung-bulung erdeso 
I babo makam pahlawan si lino 
Begina sora serko medodo 
Cawir cere sorana mido-ido 

Terawih dipul meseng kutanta ndube 
Iluh si lumang ras simbalu balu-balu erdire-dire 
Sora ndehereng perenge-renge ate 

Kinata ngayak-ngayak merdeka ndube 

Makana tangarlah si ngelem layar-layar 
Ula kal merangap ula dage jagar-jagar 
Kesah ras dareh ndube tukurna merdekanta enda 
Ula lasamken pengorbanan bangsata

Enggom kap megara lau lawit ban dareh simbisanta Enggom megersing lau paya-paya ban iluh tangista
Enggom kap megelap langit ban cimber meseng kuta ndube ngayak-ngayak merdeka kal kita 

Tegu me dage temanta si enggo cempang, didong kal dage anak-anak tading melunang 

Keleng ate ras dame sisada karang 
E me pertangisen kalak lawes erjuang 
Terbegi sora bulung-bulung erdeso 
I babo makam pahlawan si lino 
Begina sora serko medodo 
Cawir cere sorana mido-ido 

Arti Lirik Lagu Karo Sora Mindo

Terdengar suara daun-daun berdesir 
Diatas makam pahlawan yang sepi 
Terdengar suara memanggil-manggil 
Sungguh pilu suaranya memanggil 

Terasa terbakar kampung kita ini 
Air mata yang berlinang 
Mengerang yang menyayat hati 
Demi mengejar kemerdekaan dulu

Itulah sebabnya dengarkan dan rasakan 
Jangan kau rakus sayang, dibilang jangan bercanda-canda 
Nyawa dan darah yang menjadi jaminan kemerdekaan ini 
Jangan sia-siakan pengorbanan bangsa kita 

Sudah merah air yang mengalir 
Sudah kuning air karena airmata tangisnya 
Sudahlah gelap karena asap yang menyelimuti kampung kita demi mengejar-ngejar kemerdekaan itu 

Tuntun kawan kita yang sedang pincang 
Sayangilah anak yatim 
saling menyayangi dan berdamailah dengan sesamamu, sebab Itulah yang diinginkan yang pergi berjuang.

Terdengar suara daun, daun berdesir 
Diatas makam pahlawan yang sepi 
Sungguh nyaring suaranya memanggil 
Sungguh nyaring suaranya memanggil

(cr30/tribun-medan.com)

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter   dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan  

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved