Berita Medan

Warga Medan Keluhkan Jalan Macet di S Parman Gegara Parkir Berlapis, Minta Dishub Tertibkan

Untuk melewati kemacetan ini, pengendara bisa menghabiskan waktu 15-20 menit. Padahal, jaraknya tidak begitu jauh

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ANISA
MACET- Puluhan pengendara terjebak macet di Jalan S Parman Kecamatan Medan Petisah,Kamis (6/2/2025). Untuk itu, banyak warga yang mengeluh dan meminta Dishub Medan untuk menertibkan. (Tribun Medan/Anisa) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Kemacetan Panjang terjadi di Jalan S.Parman Kecamatan Medan Petisah,Kamis (6/2/2025). 

Pantauan Tribun Medan kemacetan terjadi mulai dari SMA Swasta Santo Thomas II di Jalan S Parman hingga simpang Mal Cambridge Medan. 

Untuk melewati kemacetan ini, pengendara bisa menghabiskan waktu 15-20 menit. Padahal, jaraknya tidak begitu jauh

Kemacetan itu disebabkan, banyaknya kendaraan yang berhenti untuk menjemput siswa Santo Thomas II pulang sekolah. 

Ada tiga parkir berlapis di area jalan S.Parman depan sekolah SMA Swasta Santo Thomas II. Tak ada petugas dinas perhubungan yang menertibkan jalan tersebut. Hanya ada petugas keamanan dari pihak sekolah 

Menurut seorang ojek online, Pamungkas mengatakan, kemacetan di Jalan S Parman setiap hari terjadi. 

"Ini setiap pagi siang sore macet pokoknya asal jadwal pulang atau pergi anak sekolah SMAS Santho Thomas jalan ini selalu macet," jelasnya kepada Tribun Medan, Kamis (6/2/2025).

Menurutnya, kemacetan terjadi karena banyak wali murid yang memarkirkan kendaraannya dan menunggu anaknya di jalan tersebut.

"Mereka itu menunggu, jadi kendaraannya terparkir sampai berlapis-lapis. Seharusnya gak boleh parkir tapi drop off aja di sana," jelasnya.

Hal senada juga disampaikan seorang pengendara roda empat, Tri Febiola.

Menurutnya kemacetan terjadi karena area penjemputan anak sekolah berada di jalan besar.

"Saya sudah feeling tadi itu bakal macet. Tapi karena saya lihat masih pukul 13.30 WIB, harusnya belum macet ternyata sudah. Ketika sampai di area sekolah itu wajarlah macet itu mobil-mobil semua parkir berlapis sampai tiga deretan," jelasnya. 

Belum lagi kata Tri, ada pedagang kaki lima yang berjualan di area sekolah.

"Harusnya ditertibkan itu, karena macetnya parah sekali. Kalau motor bisalah nyalip sana nyalip sini. Kalau mobil,mau enggak mau sabar," ucapnya. 

Atas dasar itu, Tribun Medan sudah mencoba konfirmasi ke Dinas Perhubungan Medan namun tak satupun yang merespon konfirmasi tersebut hingga berita ini diterbitkan.

(cr5/tribun-medan.com)

 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved