Berita Viral
VIRAL Kena Serangan Jantung di Stasiun, Pria Ini Langsung Pergi Kerja Setelah Sadar, Netizen Simpati
Viral di media sosial seorang pria yang tiba-tiba kena serangan jantung saat berada di stasiun. Namun yang mengejutkan, segera setelah ia sadar, pria
TRIBUN-MEDAN.com - Viral di media sosial seorang pria yang tiba-tiba kena serangan jantung saat berada di stasiun.
Namun yang mengejutkan, segera setelah ia sadar, pria tersebut langsung berangkat kerja.
Tak pelak, peristiwa ini pun mendapat perhatian dari netizen.
Dikutip dari Tribuntrends.com, seorang pria di China tengah menjadi sorotan di media sosial setelah pingsan di stasiun kereta api akibat serangan jantung.
Meski kondisinya mengkhawaitirkan, namun hal pertama yang ia ucapkan setelah sadar benar-benar mencengangkan.
"Saya harus bergegas bekerja." Ya, itulah yang diucapkan oleh pria tersebut.
Insiden ini terjadi pada 4 Februari 2025, tepat di hari terakhir liburan Festival Musim Semi, periode di mana jutaan warga China kembali ke kota-kota besar untuk melanjutkan pekerjaan mereka setelah mudik.
Pria yang diperkirakan berusia 40-an tahun itu tiba-tiba ambruk di peron Stasiun Kereta Changsha, provinsi Hunan, saat mengantri untuk naik kereta cepat.
Melihat kejadian tersebut, staf stasiun serta seorang dokter dari pusat kesehatan setempat segera memberikan pertolongan.
Setelah sekitar 20 menit, pria tersebut akhirnya sadar.
Namun, alih-alih mengkhawatirkan kesehatannya, ia justru buru-buru ingin kembali bekerja dan menolak untuk dilarikan ke rumah sakit.
Dokter di lokasi memperingatkan bahwa ia mungkin mengalami cedera akibat terjatuh, serta risiko komplikasi serius akibat serangan jantung yang baru saja ia alami.
Setelah melalui upaya bujukan dari petugas medis, pria itu akhirnya setuju untuk naik ambulans dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Publik Antara Simpati dan Kritik terhadap Sistem Kerja
Kisah ini langsung memicu gelombang reaksi luas di media sosial China.
Banyak netizen yang merasa tersentuh sekaligus prihatin dengan kerasnya realitas kehidupan modern.
"Astaga, bahkan setelah sekarat, yang ia pikirkan pertama kali adalah mencari nafkah. Saya sangat tersentuh!" tulis seorang pengguna di platform Weibo.
"Dia tidak sendiri. Banyak dari kita yang terbebani dengan tekanan hidup mulai dari cicilan rumah hingga biaya pendidikan anak.
Ini tidak mudah bagi siapa pun," tambah yang lain.
Banyak yang melihat insiden ini sebagai cerminan dari budaya kerja yang menuntut pengorbanan ekstrem, terutama di China, di mana fenomena bekerja dari pukul 9 pagi hingga 9 malam, enam hari seminggu masih menjadi norma di beberapa sektor industri.
Pria di China pingsan di stasiun kereta api akibat serangan jantung, setelah sadar ingin segera bekerja (QQ.com)
Kelelahan Kerja dan Fenomena “Guolaosi”
Kejadian seperti ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Kasus kematian mendadak akibat kelelahan kerja, atau yang dikenal dengan istilah "guolaosi", telah menjadi perhatian di China dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2022, seorang insinyur TI di Shanghai meninggal mendadak di gym setelah mengalami kelelahan ekstrem akibat jam kerja panjang.
Tragedi ini meninggalkan istri yang sedang hamil, serta beban cicilan rumah sekitar Rp44 juta per bulan yang harus tetap dibayarkan.
Menurut laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), China menjadi salah satu negara dengan jumlah kasus kematian akibat kelelahan kerja tertinggi di dunia.
Dalam sebuah penelitian yang dirilis pada 2021, WHO memperkirakan bahwa 745.000 orang di seluruh dunia meninggal akibat penyakit terkait jam kerja berlebihan, seperti stroke dan penyakit jantung.
Tekanan Ekonomi
China saat ini sedang menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat, termasuk tingginya angka pengangguran dan krisis di sektor properti.
Banyak pekerja merasa tak punya pilihan lain selain bekerja tanpa henti, karena biaya hidup yang terus meningkat dan persaingan kerja yang semakin ketat.
Fenomena ini juga memperlihatkan dilema besar dalam kehidupan masyarakat urban modern di mana bekerja keras sering kali dianggap sebagai satu-satunya jalan untuk bertahan hidup, tetapi di sisi lain, hal itu juga membawa risiko kesehatan yang serius.
Pertanyaan besarnya: Apakah realitas ini akan berubah, atau justru semakin menjadi bagian dari kehidupan masyarakat modern?
Bagi banyak orang, jawaban ini masih belum jelas. Namun, satu hal yang pasti kisah pria ini telah membuka mata dunia terhadap betapa brutalnya tuntutan hidup di era sekarang.
(*/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
Artikel ini telah tayang di Tribuntrends.com
| Klarifikasi JK soal Isu Kredit Rp30 Triliun Memantik Revolusi Energi: PLTA Kalla vs PLTS Prabowo |
|
|---|
| Ayah Tiri Bejat di Lamongan, Hamili Anaknya yang Masih Berusia 14 Tahun |
|
|---|
| RESPONS Abu Janda Dipolisikan Atas Tuduhan Provokasi Video Jusuf Kalla: Itu Dasar Benci dan Dendam |
|
|---|
| PERNYATAAN Lengkap dr Tifa Tolak Berdamai dengan Jokowi: Tetap Berdiri, Tetap Melawan Tanpa Kompromi |
|
|---|
| TERBARU Pernyataan Roy Suryo Sebut Jokowi Kalah Total, Tak Sudi Lakukan Restorative Justice |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/VIRAL-Kena-Serangan-Jantung-di-Stasiun-Pria-Ini-Langsung-Pergi-Kerja-Setelah-Sadar-Netizen-Simpati.jpg)