Berita Viral

SOSOK Pasutri Ita dan Alwin Kompak Tersangka Korupsi Semarang: Eks Walikota, Eks DPRD, Pengurus PDIP

Eks Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu alias Mbak Ita dan suaminya, Alwin Basri yang merupakan eks Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah

Penulis: Tommy Simatupang | Editor: Tommy Simatupang
Kolase Tribunnews
TERSANGKA KORUPSI : Eks Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu alias Mbak Ita dan suaminya, Alwin Basri yang merupakan eks Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah bakal disidangkan di pengadilan.  

TRIBUN-MEDAN.com - Eks Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu alias Mbak Ita dan suaminya, Alwin Basri yang merupakan eks Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah bakal disidangkan di pengadilan. 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan 4 tersangka korupsi pengadaan meja kursi fabrikasi SD pada Dinas Pendidikan Kota Semarang Tahun Anggaran (TA) 2023, pengaturan proyek penunjukan langsung pada tingkat kecamatan TA 2023, dan permintaan uang ke Bapenda Kota Semarang.

Dua lainnya yang ditetapkan tersangka yakni Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Semarang, Martono; dan Direktur Utama PT Deka Sari Perkasa, Rachmat Utama Djangkar.

KPK mengungkapkan bahwa telah rampung dalam penyidikan korupsi di Semarang itu. 

"Pada hari ini Senin, tanggal 17 Maret 2025. Telah dilaksanakan kegiatan pelimpahan tersangka dan barang bukti (Tahap 2) dari penyidik kepada JPU," kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto, dalam keterangannya.

Mbak Ita cs dijerat KPK dengan sangkaan pasal suap, pemerasan, dan gratifikasi.

Ita dan Alwin diduga telah menerima sejumlah uang dari fee atas 

Dalam kasus pertama, Mbak Ita dan Alwin diduga terlibat dugaan korupsi pada proyek pengadaan meja kursi fabrikasi SD pada dinas pendidikan kota semarang.

Keduanya diduga menerima uang sebesar Rp 1,7 miliar.

"Bahwa atas keterlibatan dari AB membantu RUD (Rachmat Utama Djangkar, Direktur PT Deka Sari Perkasa) mendapatkan proyek tersebut, RUD telah menyiapkan uang sebesar Rp1.750.000.000 atau sebesar 10 persen untuk AB," kata Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Rabu (19/2/2025) petang.

Sementara dalam perkara kedua, Mbak Ita dan suaminya, diduga terlibat dalam pengaturan pada proyek penunjukan langsung pada tingkat kecamatan. Alwin diduga menerima uang sebesar Rp2 miliar.

"Bahwa pada sekitar bulan Desember tahun 2022, M (Martono, Ketua Gapensi Semarang) menyerahkan uang senilai Rp2 miliar kepada AB sebagai commitment fee proyek PL Kecamatan," ujar Ibnu.

Sedangkan perkara ketiga terkait permintaan uang dari kepada Bapenda Kota Semarang. Keduanya menerima uang sebesar Rp2,4 miliar.

"IIN (Indriyasari, Kepala Bapenda Kota Semarang) memberikan uang sekurang-kurangnya Rp2.400.000.000 (Rp2 miliar) kepada HGR dan AB yang dipotong dari iuran sukarela Pegawai Bapenda Kota Semarang dari TPP triwulan 1 sampai dengan 4 tahun 2023," sebut Ibnu.

Bila dijumlahkan, Mbak Ita dan suaminya mendapat uang sekitar Rp6 miliar dalam tiga perkara tersebut.

Profil Hevearita Gunaryanti Rahayu 

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu (KOMPAS.COM/Muchamad Dafi Yusuf)
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu (KOMPAS.COM/Muchamad Dafi Yusuf) (KOMPAS.COM/Muchamad Dafi Yusuf)

Hevearita Gunaryanti Rahayu resmi menjadi Wali Kota Semarang terhitung sejak dilantik di Gradika Bakti Praja, Kompleks Kantor Gubernuran, Jalan Pahlawan, Semarang, Senin (30/1/2023).

Ita, begitu dia akrab disapa, bakal menjabat sebagai Wali Kota Semarang dengan masa jabatan 2021-2026 setelah menggantikan Hendrar Prihadi.

Pelantikan Ita sebagai Wali Kota Semarang menandai adanya wanita pertama yang menjabat sebagai Wali Kota di Semarang. Dilansir dari Kontan, pelantikan Ita sebagai Wali Kota Semarang dihadiri langsung oleh Presiden RI kelima, Megawati Soekarnoputri dan Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. 

Dilansir dari Kompas.com, Senin (30/1/2023), Ita lahir di Kota Semarang pada 4 Mei 1966. Ita kecil menempuh pendidikan sekolah dasar di SD Citarum Semarang pada 1972-1978. Lalu melanjutkan ke SMP Maria Mediatri, dan SMAN 1 Semarang.

Dia merupakan lulusan S1 Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (1984-1989). Setelah lulus menempuh program S1, Ita melanjutkan ke jenjang S2 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (2018-2019).

Selain pendidikan formal, Ita juga tercatat pernah terjun di berbagai organisasi, mulai dari Corporate Secretari Badan Kerja sama Participation Invest Blok Cepu Badan Kerja Sama 4 BUMND, hingga Ketua BKS PI Blok Cepu (2014-2016).

Saat ini, selain menjabat sebagai Wali Kota Semarang, Ita juga menjadi Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang.

Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Ita dilaporkan memiliki harta kekayaan sebanyak Rp 2,5 miliar pada 31 Desember 2021. Total harta kekayaan tersebut sudah dikurangi dengan utang yang dimiliki Ita, sebesar Rp 2,9 miliar.

Harta kekayaan Ita terdiri dari beberapa aset.

Berikut rincian harta kekayaan Ita:

A. Tanah dan bangunan Rp 4.284.090.000 Tanah dan Bangunan Seluas 292 m2/200 m2 di Kab/Kota Semarang, hasil sendiri Rp 2.175.540.000 Tanah Seluas 500 m2 di Kab/Kota Semarang, warisan Rp 197.000.000 Tanah dan Bangunan Seluas 282 m2/170 m2 di Kab/Kota Semarang, hasil sendiri Rp 1.911.550.000

B. Alat transportasi dan mesin Rp 5.500.000 Motor, sepeda motor 2008 Rp 3.500.000 Motor Honda manual 1996 Rp 2.000.000

C. Harta bergerak lainnya Rp 439.268.711

D. Kas dan setara kas Rp 805.143.493 Sub Total Rp 5.534.002.204 G. Utang Rp. 2.970.687.889. Dengan begitu total harta kekayaan Ita pada 2021 adalah Rp 2.563.314.315.

Profil Alwin Basri

Alwin Basri adalah seorang politikus PDIP
TERSANGKA KPK: Alwin Basri adalah seorang politikus PDIP. Dia sempat menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Bidang Pembangunan.

Alwin Basri adalah seorang politikus PDIP. Dia sempat menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Bidang Pembangunan. Komisi ini meliputi bina marga, cipta karya, permukiman dan tata ruang, perumahan rakyat, pengelolaan sumber daya air, perhubungan, pertambangan, energi dan sumber daya mineral, serta lingkungan hidup.

Pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Alwin kembali mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif atau Caleg DPR RI dari daerah pemilihan atau Dapil Nasional Jawa Tengah III.

Wilayah Pemilihannya meliputi Kabupaten Grobogan, Blora, Rembang, Pati.

Adapun Alwin tidak berhasil lolos ke Senayan pada Pemilu 2024 karena kalah dari tiga suara terbaik di Partainya, yakni Evita Nursanty, Edy Wuryanto, dan Haryanto.

Adapun Alwin hanya memperoleh 69 ribu suara dan berada di urutan keempat.

Selain menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah, Alwin juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Tengah. 

Alwin pun dipercaya menjadi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga atau TP PKK Kota Semarang dan Ketua Dekranasda Kota Semarang. Dia mengisi posisi Ketua TP PKK yang sebelumnya dijabat Krisseptiana Hendrar Prihadi.

Jabatan tersebut diemban Alwin Basri untuk masa tugas 2021-2026. Saat itu, Alwin dilantik sebagai TP PKK dan Ketua Dekranasda Kota Semarang pada Senin, 30 Januari 2023 oleh mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Gedung Gradika Bakti Praja.

(*/tribun-medan.com)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved