Berita Viral

GUBERNUR Dedi Mulyadi Sindir Preman dan Ormas yang Ngancam Minta THR: Harusnya Sama Petani di Sawah

Dedi Mulyadi mengatakan, oknum ormas dan preman yang teriak-teriak dan ngancam-ngancam meminta THR, harusnya malu dengan petani yang di sawah.

Editor: AbdiTumanggor
Instagram
DITINDAK TEGAS: Dedi Mulyadi (kiri) dan viral Suhada minta THR (kanan). Ia berpesan untuk seluruh pengusaha atau pemilik perusahaan tak usah memberikan THR kepada ormas dan LSM dan minta Suhada ditindak tegas 

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Sindir Preman dan Ormas yang Ngancam Minta THR: Harusnya Sama Petani di Sawah.

TRIBUN-MEDAN.COM - Gubernur Dedi Mulyadi menyindir telak oknum ormas dan preman yang teriak-teriak dan ngancam-ngancam meminta THR.

Menurut Dedi Mulyadi, harusnya mereka malu dengan petani yang bertani di sawah.

Petani meski usianya sudah tua, masih bekerja keras di bawah terik matahari dan mengucurkan keringat untuk menanam padi di sawah.

"Mereka yang teriak, ngancam minta THR, malu ya dengan yang lagi ngarambet (ngambil gulma di sawah), dan memupuk sawah," kata Dedi pada unggahan di akun media sosial dan telah dikonfirmasi ulang, Minggu (23/3/2025).

Baca juga: AKSI Bang Jago Cikiwul Suhanda Direkam Temannya Sendiri, Ujungnya Masuk Bui, Ditangkap di Sukabumi

Baca juga: TERUNGKAP Sosok Perekam Aksi Bang Jago Cikiwul Suhanda yang Minta THR Sambil Ngancam Perusahaan

Baca juga: SOSOK Suhada, Bang Jago dari Cikiwul Ngamuk Dikasih THR Rp20 Ribu, Kini Minta Maaf: Saya Salah

Dedi Mulyadi juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polres Subang yang telah menangkap pemalak sopir. 

Pelaku menjual paksa sebuah tiket kepada sopir yang melintas.

"Kalau tak dibeli mobil enggak boleh lewat. Anda tidak membangun jalan, tapi jadiin jalan untuk mencari duit. Malu lah sama seragam yang suka dipakai," tegas Dedi.

Sebelumnya, Dedi Mulyadi juga mengapresiasi Polres Bekasi yang telah tegas menindak oknum ormas yang marah-marah karena tidak diberi THR. 

Mereka ngacak-ngacak, menumpahkan sampah di depan Kantor Dinas Kesehatan.

 "Malu juga badannya gede, ngomongnya pintar, tapi nyari duit dengan cara itu," ujar Dedi.

PREMAN MINTA THR - Tangkapan layar unggahan akun Instagram @infobekasi_official, Kamis (20/3/2025). Preman ngamuk minta THR ke pabrik di Kota Bekasi.
PREMAN MINTA THR - Tangkapan layar unggahan akun Instagram @infobekasi_official, Kamis (20/3/2025). Preman ngamuk minta THR ke pabrik di Kota Bekasi. (Instagram/infobekasi_official)

Apresiasi Sekuriti yang Berani Hadapi Preman

Dedi Mulyadi juga mengapresiasi keberanian sang sekuriti saat menghadapi Suhada alias "Jagoan Cikiwul" yang meminta tunjangan hari raya (THR) di lingkungan perusahaannya bertugas.

"Pada sekuriti yang di Kota Bekasi pada salah satu perusahaan yang kemarin viral saya sampaikan ucapkan terima kasih atas keberaniannya," ujar Dedi, dikutip dari Instagram miliknya, @dedimulyadi71, Minggu (23/3/2025).

Gubernur Dedi Mulyadi pun meminta seluruh sekuriti di wilayahnya memiliki sikap yang sama ketika menjumpai aksi premanisme.  

"Kalau kita punya nyali yang sama, punya tindakan yang sama dan kita kompak, insya Allah Jawa Barat akan aman dan tertib dan warganya bahagia," ungkap dia.

Selain itu, Dedi juga meminta polisi bertindak tegas dalam menangani kasus Suhada.

"Kasus yang di Kota Bekasi juga saya sudah meminta untuk segera dilakukan penindakan tegas," tegas Dedi.

Dedi menambahkan, tak ada tempat bagi aksi premanisme di wilayahnya.

"Orang-orang yang hidupnya hanya menggantungkan diri dari tindakan-tindakan intimidatif, dari sikap yang sifatnya premanisme pada akhirnya tidak akan mendapat tempat di wilayah Provinsi Jawa Barat," imbuh dia.

Suhada telah ditangkap polisi di Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (20/3/2025).

Suhada ditangkap setelah video aksinya meminta tunjangan hari raya (THR) Lebaran ke salah satu perusahaan plastik di Bantargebang, Kota Bekasi, viral di media sosial.

 Setelah viral, Suhada sempat melarikan diri ke Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Pelarian Suhada berakhir setelah polisi meringkusnya di Sukabumi Kamis sore.

Bentuk Satgas Basmi Preman

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti-Premanisme untuk menindak tegas maraknya aksi premanisme yang meresahkan masyarakat dan dunia usaha di wilayahnya.

Ia menilai, tindakan kriminal yang dilakukan para preman sudah mengganggu keamanan, bahkan menjelang hari raya Idul Fitri ini, situasinya kian memprihatinkan.

"Satgas itu, bagaimana cepat ditangani (tindakan premanisme), segera dibentuk," ujar Dedi kepada awak media di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (21/3/2025).

"Mungkin hari ini akan segera dibuat, Senin SK-nya keluar. Satgas untuk tangani premanisme," tuturnya.

Menurut Dedi, keputusan membentuk satgas ini muncul setelah meningkatnya aksi premanisme di sejumlah daerah, terutama menjelang Lebaran.

Ia mencontohkan kejadian di Subang dan Bekasi, Jawa Barat.

Oknum dari organisasi masyarakat (ormas) dan LSM secara paksa meminta tunjangan hari raya (THR) kepada instansi pemerintah maupun swasta.

Dia mengapresiasi langkah cepat kepolisian yang berhasil mengamankan enam orang yang diduga terlibat aksi premanisme di kawasan Industri Smartpolitan, Cipeundeuy, Subang. 

"Malam di Subang, Kasat Serse menangkap preman. Di Bekasi sudah minta maaf, walaupun menurut saya minta maaf saja tidak cukup. Harus ada langkah hukum. Di Kota Bekasi juga sudah bergerak," ujar Dedi.

Dedi menjelaskan, pembentukan Satgas Anti-Premanisme akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, hingga Polisi Militer (POM/PM).

Satgas ini juga akan diperkuat oleh lembaga khusus di tingkat kabupaten dan kota guna memastikan respons cepat di lapangan. 

"Satgas Anti-Premanisme terdiri dari unsur TNI-Polri, dan POM atau Polisi Militer (PM), nanti ada lembaga khusus yang menanganinya di kabupaten dan kota, dan ada nomor telepon khusus," tuturnya.

(*/Tribun-medan.com)

Artikel ini sebagian telah tayang di Kompas.com dengan judul "Basmi Preman, Dedi Mulyadi Bentuk Satgas: Ada TNI-Polri dan POM", Klik untuk baca: https://bandung.kompas.com/read/2025/03/21/163143678/basmi-preman-dedi-mulyadi-bentuk-satgas-ada-tni-polri-dan-pom.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved