Berita Medan
Plesiran FKUB Medan ke Luar Kota Diduga Pemborosan, Modus Studi Banding Bawa Keluarga
Dalam perjalanan ini, para pengurus FKUB diduga turut membawa keluarga serta istri mereka.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Plesiran Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan Diduga pemborosan menghambur-hamburkan uang negara dengan dalih studi banding ke Yogyakarta dan Solo pada Juli 2024.
Dalam perjalanan ini, para pengurus FKUB diduga turut membawa keluarga serta istri mereka.
Padahal anggaran hanya mengizinkan keberangkatan pengurus saja.
Dari informasi yang dihimpun, perjalanan tersebut diikuti oleh 18 pengurus FKUB Kota Medan. Jika ditambah dengan istri masing-masing, total peserta yang berangkat mencapai 36 orang.
Dana yang digunakan untuk perjalanan ini disebut-sebut mencapai ratusan juta rupiah.
Informasi dari sumber Tribun-Medan.com yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya dugaan "pelesiran terselubung" dengan menggunakan uang negara.
"Benar itu terjadi tahun lalu. Dengan alasan studi banding, mereka memanfaatkan anggaran untuk jalan-jalan sambil membawa keluarga," ungkap sumber, Minggu (23/3/2025)
Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa untuk mengelabui pemeriksaan, tiket pesawat dipesan secara terpisah.
"Awalnya tiket dipesan untuk para pengurus saja, lalu baru dipesan lagi untuk keluarga yang ikut," bebernya.
Tak hanya itu, sumber tersebut juga menyinggung adanya dugaan kejanggalan lain dalam penggunaan anggaran di FKUB Kota Medan yang belum tersorot oleh aparat penegak hukum.
"Kalau ditelusuri lebih jauh, banyak kejanggalan lainnya. Tapi karena ini lembaga keagamaan, seolah dianggap suci dan tak tersentuh," katanya.
Ketua FKUB Kota Medan, Yasir Tanjung, membenarkan adanya studi banding ke Yogyakarta dan Solo.
Namun, ia membantah bahwa para pengurus membawa serta istri mereka dalam perjalanan tersebut.
"Benar, ada studi banding tahun lalu. Tapi yang ikut itu bukan istri pengurus, melainkan Wanita Kerukunan dari FKUB Medan," ujarnya saat dikonfirmasi wartawan melalui WhatsApp.
Yasir juga menyebut bahwa keberangkatan kelompok wanita Kerukunan tersebut telah didukung dengan surat tugas resmi.
"Mereka punya surat tugas. Jadi ini bukan seperti yang dituduhkan," katanya
(Dyk/Tribun-Medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Rail Transit Hotel Medan Tawarkan Nginep Fleksibel Mulai 4 Jam, Ini Pilihan Kamar dan Harganya |
|
|---|
| Curi Motor di Klinik Gigi, Eks Napi Ini Gak Kapok Meski Sudah 4 Kali Keluar Masuk Penjara |
|
|---|
| Lokasi Rawan Banjir, Siswa SDN 064983 Medan Diedukasi Siaga Bencana Banjir hingga Gempa |
|
|---|
| 13 Fitur AI Diperkenalkan, Permudah Mobilitas hingga Pengelolaan Usaha |
|
|---|
| Penjaga Malam Dibacok Geng Motor Usai Kejar Pelaku Perampasan Tas, Kini Dirawat di RS Eshmun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Dugaan-Plesiran-Pengurus-Forum-Kerukunan-Umat.jpg)