Berita Viral
HARGA Emas Antam Hari Ini Rp 1,826 Juta/Gram, Capai Rekor Tertinggi, Dampak Perang Dagang Trump
Emas Antam di Indonesia pada hari ini Selasa (1/4/2025) tembus menjadi Rp 1,826 juta per gram.
TRIBUN-MEDAN.COM - Perang dagang yang ditabuh Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat harga emas terus meroket.
Emas Antam di Indonesia pada hari ini Selasa (1/4/2025) tembus menjadi Rp 1,826 juta per gram.
Harga ini melonjak sebesar Rp 20.000 per gram dari harga sebelumnya.
Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia melonjak sebesar Rp20.000 menjadi Rp1.826.000 per gram pada Selasa hari Ini.
Harga jual kembali (buyback) emas batangan Antam juga turut naik Rp21 ribu menjadi Rp1.678.000 per gram, sebagaimana dikutip dari laman resmi Logam Mulia.
Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.
Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.
PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.
Menurut informasi dari Logam Mulia, angka ini menjadi rekor tertinggi yang pernah tercatat.
Sebelumnya, rekor harga tertinggi dicapai pada perdagangan, Sabtu (30/3/2025), dengan harga Rp 1.806.000 per gram.
Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Selasa hari ini:
- Harga emas 0,5 gram: Rp963.000.
- Harga emas 1 gram: Rp1.826.000.
- Harga emas 2 gram: Rp3.592.000.
- Harga emas 3 gram: Rp5.363.000.
- Harga emas 5 gram: Rp8.905.000.
- Harga emas 10 gram: Rp17.755.000.
- Harga emas 25 gram: Rp44.262.000.
- Harga emas 50 gram: Rp88.445.000.
- Harga emas 100 gram: Rp176.812.000.
- Harga emas 250 gram: Rp441.765.000.
- Harga emas 500 gram: Rp883.320.000.
- Harga emas 1.000 gram: Rp1.766.600.000.
Kebijakan Presiden Donald Trump
Sebagaimana diketahui, Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan bahwa tarif baru impor ke AS dikenakan kepada semua negara.
"Anda akan mulai dengan semua negara, jadi mari kita lihat apa yang terjadi," ujar Trump kepada wartawan di dalam Air Force One pada Minggu (30/3/2025).
Pernyataan ini menunjukkan, harapan untuk pengurangan pungutan atau penargetan kelompok tertentu dengan ketidakseimbangan perdagangan tampaknya akan pupus.
Ketika ditanya Wartawan mengenai negara mana yang akan terpengaruh, Trump menjawab, "Saya belum mendengar desas-desus tentang 15 negara, 10 atau 15".
"Pada dasarnya semua negara yang sedang kita bicarakan. Kita telah berbicara tentang semua negara, bukan pemutusan hubungan," terang dia meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut, dikutip dari AFP pada Selasa (1/4/2025).
Serangan tarif yang akan datang ini diperkirakan akan menargetkan 15 persen mitra dagang yang memiliki ketidakseimbangan perdagangan terus-menerus dengan Amerika Serikat, yang disebut oleh Menteri Keuangan Scott Bessent sebagai "Dirty 15".
Meskipun memperluas target, Trump menegaskan tarif AS yang akan dikenakan akan lebih "murah hati" dibandingkan yang diterima oleh AS.
"Tarif akan jauh lebih murah hati daripada negara-negara itu terhadap kita, artinya tarif akan lebih baik daripada negara-negara itu terhadap Amerika Serikat selama beberapa dekade," jelas Trump.
Sebelumnya, Trump telah mengenakan tarif pada impor baja dan aluminium serta pungutan tambahan pada impor dari China.
Tarif impor mobil juga dijadwalkan mulai berlaku pada 3 April 2025.
Asisten perdagangan utama Trump, Peter Navarro, mengungkapkan, pajak impor mobil dapat meningkatkan pendapatan sebesar 100 miliar dollar (Rp 1.600 triliun) per tahun.
"Selain itu, tarif lainnya akan meningkatkan pendapatan sekitar 600 miliar dollar per tahun, sekitar 6 triliun dollar selama periode 10 tahun," kata Navarro kepada Fox News Sunday.
Rencana Trump untuk memberlakukan berbagai tarif timbal balik berpotensi memicu perang dagang global, dengan negara-negara lain bersumpah untuk membalas.
Para ekonom juga memperingatkan tindakan besar-besaran ini berisiko memicu inflasi dan kemerosotan ekonomi.
Meski demikian, Trump membela pungutan tersebut sebagai cara untuk meningkatkan pendapatan pemerintah dan merevitalisasi industri AS.
Pembalasan terhadap Kebijakan Trump
China, Amerika Latin, dan Uni Eropa berjanji akan membalas perang dagang Trump tersebut yang membuat pasar keuangan global terus mengalami tekanan akibat kebijakan perdagangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan memberlakukan tarif impor pada Rabu (2/4/2025).
Investor pun berbondong-bondong mengamankan aset mereka dalam bentuk emas, yang pada Senin (31/3/2025) mencapai 3.122,80 dollar AS (sekitar Rp 51 juta) per Troy Ounce atau setara dengan 31 gram.
Angka ini naik sekitar 40 persen lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.
Kontrak emas berjangka juga mencapai rekor baru pada Senin, mendekati 3.157,40 dollar AS (sekitar Rp 52 juta) per Troy Ounce.
Minat terhadap emas meningkat tajam saat investor merasa cemas dan saat ini, banyak ketidakpastian yang menyelimuti ekonomi dunia.
Salah satu faktor terbesar adalah perang dagang yang semakin memanas di bawah kepemimpinan Trump.
Tarif baru yang diumumkan secara sporadis serta respons balasan dari negara-negara mitra dagang utama AS telah menciptakan kekhawatiran besar di kalangan pelaku bisnis dan konsumen.
Kepercayaan bisnis dan rumah tangga AS mulai goyah sejak awal tahun akibat kekhawatiran inflasi dan tarif.
Kecemasan ini semakin meningkat dalam beberapa bulan terakhir, dengan menurunnya tingkat kepercayaan konsumen di AS.
Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk perang di Gaza dan Ukraina, juga turut mendorong permintaan emas oleh bank sentral di seluruh dunia sebagai langkah perlindungan aset mereka.
Dalam hal ini, pendukung investasi emas menganggapnya sebagai aset aman yang dapat mendiversifikasi dan menyeimbangkan portofolio investasi, sekaligus mengurangi potensi risiko di masa depan.
Beberapa investor juga merasa lebih nyaman memiliki aset fisik yang berpotensi meningkat nilainya seiring waktu.
Namun, para ahli keuangan memperingatkan agar tidak menaruh seluruh modal dalam emas.
Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (Commodity Futures Trading Commission) juga telah mengingatkan bahwa logam mulia bisa sangat fluktuatif.
Harga emas cenderung naik seiring meningkatnya permintaan, yang berarti ketika ketidakpastian ekonomi atau instabilitas meningkat, pihak yang biasanya mendapatkan keuntungan adalah para penjual emas.
(*/Tribun-medan.com)
| Kolonel Andri Wijaya Sebut Dendam Pribadi jadi Motif 4 Prajurit BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus |
|
|---|
| BOCOR Curhatan Orangtua Mahasiswa UI Pelaku Pelecehan Diduga Malah Salahkan Penyebar Chat |
|
|---|
| 16 Mahasiswa UI Terlibat Pelecehan Dilarang Injakkan Kaki ke Kampus dan Resmi Dinonaktifkan |
|
|---|
| GURU SMP di Siak Terancam 5 Tahun Penjara Imbas Muridnya Tewas Karena Senjata Rakitan Saat Ujian |
|
|---|
| Kelakuan Pejabat Pemkab Pati Viral Usai Bupatinya Kena OTT, Asyik Main Hp Saat Sosialisasi KPK |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Perang-dagang-Trump-bikin-emas-terus-naik.jpg)