Asahan Terkini

Polisi Amankan Tersangka Pemukulan Atlet Kodrat Asahan, Korban Diduga Ikut Terlibat Geng Motor

Pelaku penganiayaan terhadap atlet keluarga olahraga tarung derajat (kodrat) Asahan Muhammad Aldi Sitorus Pane (17) diamankan oleh Polres Asahan.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI HARAHAP
GENG MOTOR: Wajah tiga pelaku penganiayaan terhadap atlet Keluarga Olahraga Tarung Drajat (Kodrat) Cabang Asahan, Muhammad Aldi Sitorus Pane, Selasa (1/4/2025) lalu. Ketiganya merupakan anggota geng motor Mafia Bangladesh yang kini jadi tahanan Satreskrim Polres Asahan, Senin (7/4/2025). (Alif Alqadri Harahap/tribun-medan.com) 

TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Pelaku penganiayaan terhadap atlet keluarga olahraga tarung derajat (kodrat) Asahan Muhammad Aldi Sitorus Pane (17) diamankan oleh Polres Asahan.

Tiga orang ditersangkakan, M Farel Firansyah (18), Rendy Kurniawan (17), dan Aidil Syahputra Nst (16) dengan pasal 80 ayat 1 dan 2 tentang perlindungan anak, dan atau pasal 170 ayat 2 ke 1 Jo UU nomor 11 tahun 2012 tentang pradilan anak dengan ancaman pidana penjara 7 tahun penjara.

Ungkap Kapolres Asahan, AKBP Afdhal Junaidi, kejadian tersebut bermula pada Selasa (1/4/2025) saat korban Aldi Sitorus Pane berada dalam gabungan geng motor Mr. Kriwo sedang melakukan halal bi halal di salah satu cafe di Jalan Sisingamangaraja Kisaran.

Namun, di cafe tersebut, ternyata ada komplotan geng motor lain yang memiliki nama Mafia Bangladesh.

"Tak berselang lama, komplotan geng motor Mr Kriwo keluar dari cafe tersebut sembari memukul pintu dan berkata yang tidak pantas," ungkap Kapolres Asahan, AKBP Afdhal Junaidi, Senin (7/4/2025).

Lanjutnya, komplotan mafia Bangladesh turut keluar dari cafe dan melakukan konvoi.

"Di Jalan Imam Bonjol, Kisaran, kedua komplotan ini bertemu. Mereka saling ejek, dan geng motor Mr Kriwo ini putar balik dan menganiaya dua orang kelompok mafia Bangladesh," jelas Kapolres.

Tak terima rekannya dianiaya, geng motor mafia Bangladesh melakukan pengejaran dan korban Aldi yang bergabung di geng motor Mr Kriwo tertinggal dan berhasil ditangkap oleh komplotan mafia Bangladesh.

"Korban dibawa ke Jalan Pabrik Benang, kemudian dibawa lagi ke Jalan Arwana Sidomukti untuk membersihkan wajahnya yang penuh darah setelah dilakukan penganiayaan," ujarnya.

Setelah membersihkan wajah, korban kembali dibawa ke Jalan Pabrik Benang dan ditinggalkan begitu saja.

(cr2/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved