Sumut Terkini
Cuaca Ekstrem di Karo Masih Berlanjut, Sepekan Terakhir Terjadi Fenomena Hujan Es dan Puting Beliung
Bahkan, di awal bulan April ini curah hujan di beberapa titik di Kabupaten Karo masih terus berlanjut.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Cuaca ekstrem di Kabupaten Karo, masih terus berlangsung hingga pertengahan bulan April ini.
Diketahui, cuaca ekstrem di Kabupaten Karo dimana curah hujan meningkat cukup tinggi terjadi sejak akhir tahun 2024 lalu.
Bahkan, di awal bulan April ini curah hujan di beberapa titik di Kabupaten Karo masih terus berlanjut.
Tak tingginya curah hujan, dalam sepekan terakhir ini juga terjadi dua kali fenomena alam akibat cuaca ekstrem, seperti hujan es di Desa Kandibata dan angin puting beliung di Kecamatan Munte.
Ketika ditanya perihal fenomena alam ini, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo Juspri Nadeak menjelaskan jika berdasarkan informasi yang mereka dapat cuaca di Kabupaten Karo belum stabil.
Dirinya menjelaskan, hal ini juga sesuai dengan prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG).
"Seperti informasi dari BMKG sebelumnya, memang cuaca ekstrem ini masih berlanjut dari bulan Oktober lalu," ujar Juspri, Rabu (16/4/2025).
Ketika ditanua perihal dua fenomena alam yang terjadi sepekan terakhir ini, Juspri mengaku jika saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan BMKG untuk penjelasan lebih lanjut.
Katanya, khusus untuk peristiwa angin puting beliung yang terjadi di Kecamatan Munte beberapa hari lalu berbeda dengan yang terjadi di Kecamatan Kutabuluh tahun lalu.
"Kalau tahun lalu, angin puting beliungnya terjadi saat musim kemarau. Ini tadi terjadinya (angin puting beliung), bersamaan dengan hujan deras.
Makanya kita masih koordinasi apakah angin puting beliung dan hujan es kemarin itu fenomena apa, apakah masih batas wajar," ucapnya.
Disinggung mengenai data korban baik materil maupun jiwa akibat dua fenomena tersebut, Juspri mengaku sejauh ini baik peristiwa angin puting beliung maupun hujan es tidak menimbulkan adanya korban jiwa.
Sementara untuk kerugian materil, dirinya menjelaskan di Kecamatan Munte yang diterpa angin puting beliung dua rumah mengalami kerusakan sedang.
"Kalau yang hujan es kemarin, kita belum dapatkan laporan apakah ada kerusakan seperti rumah ataupun lahan pertanian," katanya.
Juspri menjelaskan, untuk peristiwa bencana angin puting beliung pihaknya juga baru mendapatkan laporan secara berjenjang dari tingkat desa dan kecamatan hari ini.
Berdasarkan informasi yang didapat, dua rumah yang mengalami kerusakan akibat angin puting beliung di Kecamatan Munte merupakan milik dari Bantu Situmorang dan Erwin Sembiring.
Dari dua rumah tersebut, mengalami kondisi kerusakan ringan karena atapnya beterbangan diterjang kuatnya hembusan angin.
Diperkirakan, kerugian yang disebabkan dari peristiwa ini sebesar Rp 15.000.000. Untuk sementara, kedua keluarga yang rumahnya rusak tersebut telah dievakuasi dan tinggal sementara waktu di rumah kerabatnya.
(mns/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Jadi Kurir 2 Kilogram Sabusabu Suruhan Bandar Narkoba di Langkat, Eko dan Malik Diringkus Polisi |
|
|---|
| Tokoh Tabagsel Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Tabagsel Bersatu |
|
|---|
| Kejati Sumut Periksa Jaksa dan Pengawal Tahanan Buntut Terdakwa Narkoba Kabur dari Penjara PN Stabat |
|
|---|
| OTT di Kominfo Kota Tebingtinggi, Diduga Keponakan Wali Kota dan 1 Pihak Swasta Ditetapkan Tersangka |
|
|---|
| Sempat Heboh Kasus Anggota DPRD Sumut Fajri Akbar Hamili Pegawai Bank, Akhirnya Sepakat Berdamai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/CUACA-EKSTREM-Seorang-warga-berjalan-di-tengah-guyuran.jpg)