Berita Viral
HISTERIS Istri Yunus Ariwei, Bawa Kue Untuk Kejutan Ultah, Sang Suami Ternyata Sudah tak Bernyawa
Dalam video yang beredar di media sosial, tampak sang istri terus histeris mendapati tubuh suaminya kaku.
TRIBUN-MEDAN.com - Histeris istri Yunus Ariwei.
Niat membawa kue untuk kejutan ulang tahun Yunus Ariwei, sang istri malah menemukan tubuh suaminya kaku.
Yunus Ariwei tak lagi bernafas, ia ditemukan sudah tak bernyawa.
Baca juga: Ephorus HKBP Pendeta Victor Tinambunan Bertemu Para Pastor, Bahas Tutup TPL
Dalam video yang beredar di media sosial, tampak sang istri terus histeris mendapati tubuh suaminya kaku.
Diduga dalam ambulans, sang istri terus memeluk Yunus yang sudah kaku.
Ia terus memukul wajah sang suami.
Baca juga: WANITA Hamil Diduga Nikahi Jenazah Kekasihnya di Dompu NTB, Ini Penjelesan Kemenag dan Polisi
Saat ibadah pelepasan sang suami, sang istri dan anak-anaknya menangis di sisi peti sang suami.

Melansir dari TribunJateng, Yunus ditemukan telah meninggal dunia di kediamannya pada Kamis dini hari, 5 Juni 2025.
Sang istri datang ke kamar tidur bersama anaknya.
Mereka ingin memberikan kejutan ulang tahun untuk Yunus yang berulang tahun pada 6 Juni 2025.
Baca juga: Ramalan Zodiak Taurus dan Gemini 12 Juni 2025, saatnya Bicara Hal yang Lebih Serius
Dalam rekaman video, terlihat sang istri membawa kue ulang tahun lengkap dengan lilin yang menyala.
Seorang gadis diduga anak dari Yunus merekam momen bahagia tersebut.
Keduanya masuk ke kamar dengan perlahan dan penuh harap.
Baca juga: 4 Pulau Aceh Masuk Sumut, Ini Nama Beserta Deretan Faktanya
Mereka hendak membangunkan Yunus yang sedang tidur.
Namun, ketika sang istri memanggil dan menggoyangkan tubuhnya, Yunus tidak kunjung bangun.
Kue ulang tahun yang sudah disiapkan lalu diletakkan di nakas samping tempat tidur.

Setelah beberapa kali mencoba membangunkan, sang istri mulai panik.
Ia menyadari ada sesuatu yang tidak beres.
Yunus ternyata sudah tidak bernyawa.
Si istri dan anak pun terpukul.
Sosok Yunus Ariwei
Kabar duka ini menyebar cepat di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak.
Banyak yang tak percaya bahwa sosok yang dikenal baik hati dan ramah ini telah pergi untuk selamanya.
Yunus Ariwei dikenal sebagai pejabat yang rendah hati dan mudah bergaul.
Baca juga: Alasan Aditya Habisi Dian Novita, Tak Puas Layanan Korban di Kamar Hotel 203 Semarang
Ia menjabat sebagai Kepala BPKAD Kabupaten Pegaf sejak 29 Juli 2019.
Dedikasinya dalam pengelolaan keuangan daerah sangat dihargai oleh banyak pihak.
Jenazah almarhum disemayamkan di Rumah Duka Brawijaya, Manokwari.
Baca juga: Apa Fungsi Paru Sapi, Apakah Halal atau Haram? Berikut Penjelasannya
Seluruh kerabat, keluarga, hingga masyarakat Kabupaten Pegunungan Arfak datang memberikan penghormatan terakhir.
Doa dan ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan.
Hingga kini belum ada keterangan resmi penyebab meninggalnya Yunus Ariwei.
Dikenal Pemimpin yang Baik
Kabar wafatnya Yunus Ariwei menyebar cepat, terutama di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak.
Banyak yang tidak percaya, bahwa sosok yang dikenal ramah, bersahaja, dan berdedikasi itu telah pergi untuk selamanya.
“Beliau bukan hanya pimpinan, tapi juga panutan bagi kami. Baik dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari,” ungkap salah satu rekan kerja Yunus di lingkungan Pemkab Pegaf.
Baca juga: Barcelona Dapatkan Kiper Baru, Rekrut Joan Garcia dari Espanyol, Telan Biaya Rp464 Miliar
Yunus telah menjabat sebagai Kepala BPKAD Kabupaten Pegaf sejak 29 Juli 2019.
Dalam kapasitasnya tersebut, ia dikenal sebagai figur profesional yang berkomitmen terhadap transparansi dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah.
Baca juga: 5.454 Peserta Berebut 2.652 Kursi di SMM USU 2025, Berikut Jadwal Ujiannya
Jenazah almarhum disemayamkan di Rumah Duka Brawijaya, Manokwari.
Seluruh kerabat, rekan kerja, hingga masyarakat umum dari Pegunungan Arfak dan sekitarnya berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir.
Doa dan ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai pihak.
Ungkapan duka tak hanya datang dari kalangan ASN, tetapi juga dari masyarakat yang mengenalnya sebagai pribadi yang mudah didekati dan suka membantu.
“Bapak Yunus selalu menyapa dengan senyum. Tidak pernah merasa lebih tinggi dari kami rakyat kecil,” ujar seorang warga yang turut hadir di rumah duka.
(*/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.