Polres Pematangsiantar

Polri Untuk Masyarakat di Jalan Sempit Kota Siantar, Saat Warga Lapar

Seorang warga menerima bantuan sembako dari Kapolsek Siantar Timur IPTU Edy J.J. Manalu di tepi Jalan Sang Naualuh, Jumat petang (13/6).

Editor: Arjuna Bakkara
IST
Seorang warga menerima bantuan sembako dari Kapolsek Siantar Timur IPTU Edy J.J. Manalu di tepi Jalan Sang Naualuh, Jumat petang (13/6). Tanpa seremoni, kegiatan ini menyentuh langsung kehidupan masyarakat, menyuarakan makna sederhana dari “Polri Untuk Masyarakat”. 

TRIBUN-MEDAN.COM, PEMATANGSIANTAR–Matahari sudah hampir hilang di ufuk barat ketika suara mesin kendaraan patroli terdengar perlahan di Jalan Sang Naualuh, Jumat (13 Juni 2025) petang.

Di dalamnya, Kapolsek Siantar Timur IPTU Edy J.J. Manalu, S.H., M.H., duduk bersama beberapa personelnya. Bukan untuk patroli pengamanan malam, melainkan untuk sebuah misi yang lebih tenang namun tak kalah penting menyapa warga yang luput dari perhatian, dengan membawa sekantong beras dan gula.

Hari itu, menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-79, Polsek Siantar Timur turun langsung membagikan bantuan sosial (bansos) kepada warga yang benar-benar membutuhkan. Tidak ada panggung, tidak ada pengeras suara.

Hanya langkah-langkah sederhana di gang-gang sempit dan trotoar jalan, menyusuri Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar.

“Satu dua warga kami temui duduk di emperan rumah, ada juga yang tengah menyapu halaman. Tak banyak bicara. Begitu kami ulurkan bansos, mereka tersenyum kecil, seperti lega,” kata IPTU Edy saat berbincang selepas kegiatan.

Polri, katanya, ingin lebih dari sekadar hadir dalam pengamanan atau penindakan hukum. “Kami ingin menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Saat warga sulit, kami ada. Itu makna Polri Untuk Masyarakat yang sebenarnya,” lanjutnya.

Di tengah kota yang perlahan larut dalam malam, satu per satu paket sembako—beras dan gula  diserahkan. Jumlahnya tak seberapa, tapi bagi sebagian penerima, itu bisa berarti dua hari dapur tetap mengepul.

Salah satu penerima, seorang ibu paruh baya yang enggan disebut namanya, mengaku terkejut saat dihampiri. “Saya kira ada apa, rupanya dikasih bantuan. Saya nggak sangka,” ucapnya lirih, sambil menggenggam erat plastik putih berisi sembako.

Kegiatan ini, kata Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak, S.H., S.I.K., M.H., melalui IPTU Edy, adalah bentuk penguatan kepercayaan publik dan rasa empati sosial yang dibangun dari bawah. “Kepolisian bukan sekadar seragam, tetapi hati. Dan hati itu harus mendengar denyut masyarakat,"ujarnya/

Pernyataan itu mengingatkan pada pidato Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang kerap disampaikan "Polri Untuk Masyarakat’ bukan slogan belaka. Itu janji yang harus ditepati, bahkan di gang-gang kecil yang jauh dari sorotan

Tak ada upacara resmi di hari itu. Tapi senja yang turun di Siantar Timur jadi saksi bahwa kepolisian, dalam wujud yang paling manusiawi, tetap hadir  bukan hanya menjaga, tapi juga merangkul.(Jun-tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved