Berita Internasional

Pengantin Wanita Tewas Ditembak oleh Rombongan Pria Bertopeng Usai Resepsi, Suami Alami Luka Serius

Sungguh memilukan, seorang pengantin wanita berusia 27 tahun tewas ditembak saat meninggalkan resepsi pernikahannya

|
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
PENGANTIN TEWAS: Ilustrasi pengantin wanita tewas. Seorang pengantin wanita berusia 27 tahun tewas ditembak usai acara resepsi pernikahannya pada Minggu dini hari, (22/6/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com - Sebuah tragedi berdarah mengguncang desa Goult, dekat Avignon, Prancis, seorang pengantin wanita berusia 27 tahun tewas ditembak saat meninggalkan resepsi pernikahannya pada Minggu dini hari, (22/6/2025).

Insiden mengerikan ini juga menyebabkan suaminya mengalami luka serius, sementara seorang anak laki-laki berusia 13 tahun turut menjadi korban dan kini berada dalam kondisi kritis.

Dikutip dari Dailystar.co.uk Selasa (24/6/2025), kejadian berlangsung sekitar pukul 04.30 pagi waktu setempat.

Menurut laporan kepolisian, pasangan pengantin yang baru saja menggelar pesta perayaan bersama keluarga dan teman-teman mereka itu hendak meninggalkan balai desa dengan mobil.

Namun, kendaraan mereka tiba-tiba diadang oleh mobil lain yang memblokir jalan keluar.

Beberapa pria bersenjata yang mengenakan balaclava atau penutup wajah keluar dari kendaraan tersebut dan langsung melepaskan tembakan ke arah mobil pengantin.

Tembakan datang dari berbagai jenis senjata api. Dalam sekejap, suasana meriah berubah menjadi kepanikan.

“Serangan itu berlangsung cepat dan brutal,” ujar seorang petugas kepolisian yang enggan disebutkan namanya kepada media lokal.

“Para pelaku tampaknya sangat terorganisir, seperti eksekusi bergaya mafia,” sambungnya.

Akibat penembakan tersebut, pengantin wanita tewas di tempat. Suaminya mengalami luka tembak yang serius dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Seorang bocah laki-laki yang merupakan tamu dalam resepsi juga terkena tembakan dan kini berada dalam kondisi kritis. Selain itu, seorang wanita dewasa mengalami luka ringan akibat baku tembak tersebut.

Salah satu dari pelaku penembakan juga ditemukan tewas, namun belum diketahui secara pasti apakah ia tertembak oleh pihak dari pesta pernikahan atau oleh rekan sendiri.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki asal tembakan yang mengenai pelaku tersebut.

Setelah melakukan aksi brutal itu, para penyerang melarikan diri dari lokasi dengan berjalan kaki. Kepolisian Prancis segera melakukan pengejaran besar-besaran, melibatkan puluhan petugas dan sebuah helikopter untuk menyisir area sekitar Goult.

Dua orang tersangka telah berhasil ditangkap, sementara satu orang lainnya masih dalam pengejaran.

Penyelidikan resmi kini tengah berlangsung. Meski identitas para pelaku belum diumumkan kepada publik, sejumlah media Prancis mengutip sumber kepolisian yang menduga kuat bahwa insiden ini terkait dengan kejahatan terorganisir dan mungkin merupakan bagian dari konflik antar kelompok kriminal, terutama yang berhubungan dengan perdagangan narkoba.

Jaksa wilayah setempat menyebutkan bahwa terdapat 28 orang berada di dalam balai desa saat penyerangan terjadi.

Ia juga menegaskan bahwa pasangan pengantin serta para tamu bukanlah penduduk lokal Goult, melainkan berasal dari luar kota.

Wali Kota Goult, dalam wawancara dengan media setempat, menyatakan rasa terkejut dan kemarahan atas insiden ini.

“Saya sangat marah dan sedih. Goult adalah desa yang damai. Kami memang dekat dengan beberapa kota yang kerap dilanda kekerasan semacam ini, tetapi ini pertama kalinya terjadi di sini,” ungkapnya.

Goult, yang dikenal sebagai desa indah dengan populasi sekitar 1.000 jiwa, belum pernah mengalami kekerasan semacam ini dalam sejarah modernnya. Warga kini berada dalam ketakutan dan berharap agar pelaku segera ditangkap dan diadili.

Di sisi lain, sebuah insiden penembakan terpisah juga dilaporkan terjadi di kota Avignon pada malam yang sama, menewaskan satu orang.

Namun, hingga saat ini pihak berwenang belum memastikan adanya keterkaitan langsung antara kedua peristiwa tersebut.

Otopsi terhadap korban tewas dijadwalkan dilakukan awal pekan ini, seiring dengan penyelidikan yang masih berlanjut.

Pihak berwenang menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bekerja sama memberikan informasi apa pun yang dapat membantu pengungkapan kasus ini.

(cr31/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved