Berita Internasional

Viral Tak Ada Satu Pun Tamu Datang di Pesta Pernikahan, Ternyata Ini Penyebabnya

Sebuah pernikahan di sebuah desa di Provinsi Jiangxi, Tiongkok, baru-baru ini menjadi perbincangan hangat di media sosial .

Tayang:
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
PERNIKAHAN TANPA TAMU: Seorang wanita menikah untuk ketiga kalinya, tapi warga desa yang diundang tak ada yang menghadiri pernikahan, Minggu (29/6/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com - Sebuah pernikahan di sebuah desa di Provinsi Jiangxi, Tiongkok, baru-baru ini menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah tidak satu pun warga desa menghadiri pesta pernikahan seorang wanita yang menikah untuk ketiga kalinya.

Ketidakhadiran massal itu menimbulkan pertanyaan besar, hingga akhirnya latar belakang keluarga mempelai wanita terungkap dan mengubah persepsi publik.

Dikutip dari Sanook.com Minggu (29/6/2025), seorang wanita muda dari sebuah keluarga di desa tersebut menggelar pesta pernikahan besar-besaran.

Namun, alih-alih mendapat sambutan hangat dan ucapan selamat dari tetangga, pesta itu justru sepi tanpa kehadiran satu pun warga desa, meskipun meja-meja telah penuh dengan makanan dan hidangan pesta.

Pesta pernikahan seharusnya menjadi momen bahagia yang mempererat hubungan sosial dalam komunitas.

Namun, dalam kasus ini, justru sebaliknya yang terjadi. Menurut laporan, warga desa sengaja memboikot acara tersebut karena adanya rasa tidak suka terhadap perilaku keluarga mempelai wanita.

Diketahui bahwa keluarga tersebut selama ini dikenal tertutup dan kurang berbaur dengan masyarakat desa.

Mereka jarang menghadiri acara komunitas, baik pesta pernikahan maupun pemakaman.

Jika pun hadir, mereka hanya datang sebentar untuk memberi hadiah lalu pergi dengan alasan sibuk.

Masalah mulai muncul ketika wanita itu menikah untuk pertama kalinya.

Dalam pesta yang digelar, keluarga mempelai mengundang banyak orang dan menerima banyak hadiah uang.

Namun setelah enam bulan menikah, pasangan muda itu sering bertengkar. Sang ibu lantas mendorong anak perempuannya untuk bercerai.

Tak lama setelah perceraian, keluarga ini kembali menjodohkan putrinya dengan pria lain dari desa yang sama dan menggelar pesta pernikahan kedua.

Perilaku ini mulai memicu keresahan di tengah masyarakat. Beberapa warga memilih tidak menghadiri pesta kedua tersebut karena merasa dimanfaatkan.

Kekecewaan semakin memuncak setelah keluarga tersebut marah-marah dan menyalahkan warga yang tidak hadir.

Tidak lama setelah pernikahan kedua, sang wanita kembali bercerai. Dan dalam waktu hanya satu bulan, keluarganya kembali mengadakan pernikahan ketiga.

Namun kali ini, warga desa sepakat untuk tidak hadir sama sekali.

Bagi warga, ketidakhadiran mereka adalah bentuk protes atas apa yang mereka nilai sebagai tindakan tidak etis dan manipulatif dari keluarga tersebut.

Bagi keluarga mempelai, kejadian itu menjadi pukulan berat.

Selain kehilangan dukungan sosial, mereka juga harus menanggung beban finansial karena pesta tetap dilangsungkan tanpa tamu, yang berarti tanpa amplop uang dari warga.

Pesta pernikahan yang awalnya diharapkan menjadi ajang kebahagiaan justru menjadi sumber utang dan rasa malu.

Setelah cerita ini menyebar luas di media sosial Tiongkok, banyak warganet menyatakan simpati kepada warga desa.

Mereka menilai wajar jika warga menolak untuk terus-menerus menghadiri pernikahan orang yang sama dan mengeluarkan uang berkali-kali.

Di tengah tekanan ekonomi dan sosial, keputusan warga untuk bersikap tegas dianggap masuk akal.

(cr31/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved