TRIBUN WIKI

5 Ciri Beras Oplosan yang Wajib Diketahui Oleh Masyarakat

Ada lima ciri beras oplosan yang wajib diketahui oleh masyarakat. Beberapa diantaranya menyangkut warna, bentuk dan juga baunya yang berbeda.

Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Tribun Medan/ChatGPT
BERAS OPLOSAN- Ilustrasi sejumlah petugas melakukan pemeriksaan untuk melihat apakah ada beras oplosan yang beredar di pasaran atau tidak. Ilustrasi ini dibuat menggunakan aplikasi kecerdasan buatan atau AI, Selasa (15/7/2025). 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Pemberitaan saat ini tengah ramai melaporkan adanya temuan 21 merek beras diduga oplosan.

Temuan ini berdasarkan hasil investigasi Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan dan Bareskrim Polri.

Dari hasil investigasi yang dilakukan tim gabungan itu, ada 212 merek beras yang diperiksa di 10 provinsi.

Hasilnya, ditemukan ada 85,6 persen beras yang dijual sebagai beras premium tapi tidak memenuhi standar mutu Standar Nasional Indonesia (SNI).

Baca juga: Apa Itu Komcad, Fungsi dan Tugasnya, Bisakah Ikut Berperang?

Selain itu, 59,8 persen dijual di atas harga eceran tertinggi (HET), dan 21,7 persen tidak sesuai takaran berat bersih dalam kemasan.

"Lagi ditangani sama kepolisian ada 212 merek dan perusahaan. Sekarang lagi dipanggil ke Bareskrim," kata Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, dalam kunjungan meninjau Koperasi Desa Merah Putih di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Klaten, Jawa Tengah, Minggu (13/7/2025), dikutip dari Tribunnews.com.

Lantas, berikut 21 merek beras yang diduga dioplos.

Baca juga: Mengenal Bank Syariah Matahari Muhammadiyah yang Mulai Beroperasi dan Punya Izin OJK

Beras oplosan
Beras oplosan (ilustrasi/Beras oplosan)

1. Wilmar Group: 

  • Sania
  • Sovia
  • Fortune
  • Siip (Aceh, Lampung, Sulsel, Jabodetabek, Yogyakarta)

2. PT Food Station Tjipinang Jaya: 

  • Alfamidi Setra Pulen
  • Setra Ramos
  • Food Station (Aceh, Sulsel, Kalsel, Jabar)

3. PT Belitang Panen Raya: 

  • Raja Platinum
  • Raja Ultima (Jateng, Aceh, Jabar, Jabodetabek)

4. PT Unifood Candi Indonesia: 

  • Larisst
  • Leezaat (Jabodetabek, Jateng, Jabar)

5. PT Buyung Poetra Sembada Tbk: 

  • Topi Koki (Lampung, Jateng)

6. PT Bintang Terang Lestari Abadi: 

  • Elephas Maximus
  • Slyp Hummer (Sumut, Aceh)

7. PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group): 

  • Ayana (Yogyakarta, Jabodetabek)

8. PT Subur Jaya Indotama: 

  • Dua Koki
  • Subur Jaya (Lampung)

9. CV Bumi Jaya Sejati: 

  • Raja Udang
  • Kakak Adik (Lampung)

10. PT Jaya Utama Santikah: 

  • Pandan Wangi BMW Citra
  • Kepala Pandan Wangi (Jabodetabek)

Baca juga: Sidak Beras Oplosan di Sumut, Disperindag: Sudah Dilakukan Penarikan Beras Merek Sania

5 Ciri Beras Oplosan

Di tengah ramainya temuan 21 merek beras diduga oplosan, masyarakat pun ramai mencari informasi seputar beras oplosan.

Ada beberapa hal yang mesti diketahui saat membeli beras.

Cara mengenali beras oplosan ini sangat mudah sekali.

Berikut adalah ciri beras oplosan:

  • Warna butiran beras tidak seragam 

Campuran beras berkualitas berbeda biasanya menghasilkan warna yang bervariasi.

Ada yang putih cerah bercampur dengan yang kusam atau kekuningan.

Ini satu diantara indikasi bahwa beras tersebut merupakan oplosan.

Baca juga: Di Sumut Belum Ditemukan Beras Oplosan, Disperindag Terus Lakukan Sidak  

  • Ukuran butiran beras berbeda-beda 

Beras asli berkualitas biasanya memiliki ukuran dan bentuk butiran yang seragam.

Sedangkan beras oplosan mencampurkan butiran panjang, pendek, besar, dan kecil secara tidak konsisten.

Anda bisa melihat bentuk beras secara kasat mata.

  •  

Beras oplosan kadang mengeluarkan bau yang tidak biasa atau kurang sedap, berbeda dari aroma beras asli yang segar.

Beberapa diantaranya bahkan menimbulkan bau apek, karena diduga lama disimpan.

Baca juga: Inilah 13 Merek Beras Oplosan Dijual Ke Masyarakat, Sudah Jadi Temuan Satgas Pangan Polri

BERAS OPLOSAN- Seorang pekerja sedang mengangkat beras di Pasar Pringgan Medan, Senin (7/7/2025). Pemprov Sumut respon 13 merek beras  yang ditemukan Bareskrim Polri diduga oplosan.
BERAS OPLOSAN- Seorang pekerja sedang mengangkat beras di Pasar Pringgan Medan, Senin (7/7/2025). Pemprov Sumut respon 13 merek beras  yang ditemukan Bareskrim Polri diduga oplosan. (TRIBUN MEDAN/ANISA)
  • Tekstur nasi menjadi lembek atau terlalu lengket 

Nasi dari beras oplosan cenderung tidak pulen dan mudah basi.

Berbeda dengan nasi dari beras murni yang biasanya lebih kenyal dan tahan lama.

Bahkan, beberapa diantaranya ketika setelah selesai dimasak sering berair.

  • Dijual karungan

Beras oplosan biasanya dijual karungan tanpa merek.

Pihak penjual biasanya akan beralasan bahwa beras tersebut baru saja disalin dari karung aslinya.

Hal ini juga bisa menjadi tanda, bahwa beras yang dijual adalah oplosan.

Namun, ciri beras oplosan yang paling mencolok adalah soal warna, ukuran, dan juga aromanya.

3 Jenis Beras Oplosan

Tidak semua beras yang dioplos itu buruk.

Ada beberapa beras yang memang sengaja dioplos untuk menghasilkan takaran pangan yang lengkap.

Beras yang dioplos dengan tujuan tertentu bisa jadi memiliki kualitas lebih baik daripada standar beras biasa. Hanya saja, tidak semua beras oplosan dapat dianggap demikian.

“Kalau dalam bahasa Indonesia, oplosan itu artinya hasil campuran. Jadi, oplos itu tidak selalu bermakna negatif, kecuali jika konteks produk oplosan berakibat kepada penurunan mutu,” tutur Ahli Teknologi Industri Pertanian, IPB University, Profesor Tajuddin Bantacut, Minggu (13/6/2025) dikutip dari Kompas.com.

Kamu bisa menyimak tiga jenis beras oplosan yang mengacu pada makna berbeda berikut ini.

1. Beras campur (mixed rice)

Jenis beras oplosan yang dimaksud beras campur, merujuk pada beras yang digabung dengan bahan atau jenis karbohidrat lain.

Contohnya, jagung atau umbi-umbian sehingga bisa dikatakan sebagai beras jagung atau beras singkong.

“Jadi, walau tanpa menggunakan beras, hanya gilingan kasar jagung, bisa disebut dengan beras jagung karena digunakan untuk ditanak dan dimakan,” jelas dia.

“Banyak juga beras dicampur dengan bahan lain-lain supaya mempunyai bentuk yang baru, tetapi itu tidak diklaim sebagai beras murni,” sambung Tajuddin.

2. Campuran beberapa jenis beras

Selanjutnya, ada campuran beberapa jenis beras (blended rice) yang juga bisa dikategorikan beras oplosan, tetapi tidak mengubah mutunya. Misalnya, beras jasmin, beras pandan wangi, beras telang, beras rojolele, dan sebagainya.

“Nah, ini tidak menurunkan kualitas ya, tapi dia menjadi special rice. Yang mungkin dipersoalkan sekarang adalah beras yang dipalsukan,” sambung dia.

3. Beras oplosan yang menurunkan mutu atau merugikan pembeli

Terakhir, ada beras oplosan atau beras yang dipalsukan dan kali ini, memiliki makna negatif.

Dalam hal ini, beras oplosan dicampur dengan bahan lain yang tidak seharusnya ada dalam beras asli.

Misalnya, beras plastik yang juga sempat ramai dibicarakan beberapa tahun lalu, atau jenis beras berkualitas rendah, yang seharusnya tidak diklaim dengan mutu baik pada kemasannya.

“Itu disebut dengan oplosan. Diklaim, tetapi ditambahkan bahan lain atau bahan atau beras dengan kualitas yang lebih rendah, tapi diklaim dengan kualitas yang baik,” kata Tajuddin.(ray/kompas.com/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved