Berita Medan
Beras Masuk Daftar Merek Oplosan Masih Ditemukan di Ritel Modern Medan
Menurutnya, beras premium yang masuk dalam daftar investigasi umumnya dijual di supermarket modern.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Sejumlah beras dengan merek premium masuk daftar penyelidikan terindikasi oplosan, masih beredar di pasar ritel modern di Medan.
Perusahaan yang masuk dalam pemeriksaan tersebut adalah Wilmar Group, PT Food Station Tjipinang Jaya, PT Belitang Panen Raya (BPR), dan PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group).
Pemeriksaan ini dilakukan menyusul temuan adanya 26 merek beras premium yang beredar di pasaran terindikasi tidak sesuai dengan standar mutu yang tertera pada kemasannya.
Berdasarkan amatan Tribun Medan di ritel modern, beras yang masih tersedia yakni dari PT Bintang Terang Lestari Abadi, Elephas Maximus.
Sedangkan untuk di pasar tradisional tidak ditemukan satupun merek tersebut.
Agam, salah satu pedagang beras di Pasar Sei Sikambing, mengaku tidak menjual merek-merek beras yang diduga dioplos.
Menurutnya, beras premium yang masuk dalam daftar investigasi umumnya dijual di supermarket modern.
"Kami di pasar tradisional jarang jual merek-merek itu. Tapi masyarakat tetap harus hati-hati, jangan sampai tertipu harga mahal tapi kualitasnya tidak sesuai," ujarnya.
Di Pasar Sukaramai, kekhawatiran serupa dirasakan para pedagang.
Marni, salah satu penjual beras, mengaku selama ini hanya mengambil stok dari distributor tetap.
Namun, isu oplosan membuatnya lebih berhati-hati.
"Kami belum pernah ketemu beras oplosan, tapi sekarang jadi takut juga. Kalau ada pemeriksaan dari pemerintah, kami siap dibantu," katanya.
Pedagang lain, Andi, menyebut beras di pasar tradisional umumnya dijual curah tanpa merek, sehingga sulit mendeteksi kecurangan.
"Kalau dari fisik sih terlihat bagus, tapi kami bukan ahli. Pemerintah sebaiknya periksa dari gudang atau produsen, bukan hanya ke pedagang kecil," pungkasnya.
Berikut Daftar Beras yang Diselidiki :
Wilmar Group
Beberapa merek berasnya yang kini diselidiki adalah:
– Sania
– Sovia
– Fortune
– Siip
PT Food Station Tjipinang Jaya
– Alfamidi Setra Pulen
– Beras Premium Setra Ramos
– Beras Pulen Wangi
– Food station
– Ramos Premium
– Setra Pulen
- Setra Ramos
PT Belitang Panen Raya (BPR)
Produsen ini juga masuk dalam daftar pemeriksaan dengan dua merek andalannya:
– Raja Platinum
– Raja Ultima
PT Unifood Candi Indonesia
– Larisst
– Leezaat
PT Buyung Poetra Sembada Tbk
– Topi Koki
PT Bintang Terang Lestari Abadi
– Elephas Maximus
– Slyp Hummer
PT Sentosa Utama Lestari/Japfa Group
– Ayana
PT Subur Jaya Indotama
– Dua Koki
– Beras Subur Jaya
CV Bumi Jaya Sejati
– Raja Udang
– Kakak Adik
PT Jaya Utama Santikah
Tiga varian beras dari produsen ini juga tengah diselidiki:
– Pandan Wangi BMW Citra
– Kepala Pandan Wangi
– Medium Pandan Wangi
(cr26/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Semangat Kartini, Ajak Perempuan Berkarya Lewat Literasi Keuangan dan Seni |
|
|---|
| Lebih dari Sebulan Operasi Tangkapi Begal Hingga Pungli, Kodaeral I Ringkus 21 Orang Bandit |
|
|---|
| Mendagri Hadiahi Pemko Medan Penghargaan, Dinilai Aktif Bantu Daerah Terdampak Bencana |
|
|---|
| Penyebab Kecelakaan Brigjen Pol Purn Raziman Tarigan Masih Diselidiki Satlantas Polrestabes Medan |
|
|---|
| Rekafin, Startup Pencatatan Keuangan Berbasis AI, Perkuat Layanan Lewat Umpan Balik Pengguna |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/CEK-PASAR-Salah-satu-merek-yang-masuk-daftar-oplosan-Elephas-Maximus.jpg)