TRIBUN WIKI
21 Merk Beras Oplosan yang Beredar di Pasaran, Ini Cara Membedakannya
Ada 21 merk beras oplosan yang sempat beredar di pasaran. Beberapa diantaranya justru merupakan merk ternama yang tak kita sangka-sangka.
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM,- Masyarakat Indonesia saat ini ramai mencari tahu informasi seputar merk beras oplosan yang beredar di pasaran.
Hal ini berangkat dari temuan tim gabungan yang terdiri dari Kementerian Pertanian (Kementan), Satuan Tugas (Satgas) Pangan dan Bareskrim Polri.
Dari hasil investigasi yang dilakukan tim gabungan itu, ditemukan 21 merk beras oplosan di pasaran.
Baca juga: Polda Sumut Sidak Swalayan di Medan, Telusuri Dugaan Beras Premium Tak Sesuai Mutu
Selain itu, petugas gabungan juga menemukan fakta, bahwa terdapat 59,8 persen beras dijual di atas harga eceran tertinggi (HET), dan 21,7 persen tidak sesuai takaran berat bersih dalam kemasan.
"Lagi ditangani sama kepolisian ada 212 merek dan perusahaan. Sekarang lagi dipanggil ke Bareskrim," kata Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, dalam kunjungan meninjau Koperasi Desa Merah Putih di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Klaten, Jawa Tengah, Minggu (13/7/2025), dikutip dari Tribunnews.com.
Lantas, apa saja 21 merk beras oplosan tersebut?
Baca juga: Beras Masuk Daftar Merek Oplosan Masih Ditemukan di Ritel Modern Medan
Daftar merk beras oplosan
1. Wilmar Group:
- Sania
- Sovia
- Fortune
- Siip (Aceh, Lampung, Sulsel, Jabodetabek, Yogyakarta)
2. PT Food Station Tjipinang Jaya:
- Alfamidi Setra Pulen
- Setra Ramos
- Food Station (Aceh, Sulsel, Kalsel, Jabar)
3. PT Belitang Panen Raya:
- Raja Platinum
- Raja Ultima (Jateng, Aceh, Jabar, Jabodetabek)
4. PT Unifood Candi Indonesia:
- Larisst
- Leezaat (Jabodetabek, Jateng, Jabar)
5. PT Buyung Poetra Sembada Tbk:
- Topi Koki (Lampung, Jateng)
6. PT Bintang Terang Lestari Abadi:
- Elephas Maximus
- Slyp Hummer (Sumut, Aceh)
7. PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group):
- Ayana (Yogyakarta, Jabodetabek)
8. PT Subur Jaya Indotama:
- Dua Koki
- Subur Jaya (Lampung)
9. CV Bumi Jaya Sejati:
- Raja Udang
- Kakak Adik (Lampung)
10. PT Jaya Utama Santikah:
- Pandan Wangi BMW Citra
- Kepala Pandan Wangi (Jabodetabek)
Baca juga: Sidak Beras Oplosan di Sumut, Disperindag: Sudah Dilakukan Penarikan Beras Merek Sania
5 Ciri Beras Oplosan
Di tengah ramainya temuan 21 merek beras diduga oplosan, masyarakat pun ramai mencari informasi seputar beras oplosan.
Ada beberapa hal yang mesti diketahui saat membeli beras.
Cara mengenali beras oplosan ini sangat mudah sekali.
Berikut adalah ciri beras oplosan:
- Warna butiran beras tidak seragam
Campuran beras berkualitas berbeda biasanya menghasilkan warna yang bervariasi.
Ada yang putih cerah bercampur dengan yang kusam atau kekuningan.
Ini satu diantara indikasi bahwa beras tersebut merupakan oplosan.
Baca juga: Di Sumut Belum Ditemukan Beras Oplosan, Disperindag Terus Lakukan Sidak
-
Ukuran butiran beras berbeda-beda
Beras asli berkualitas biasanya memiliki ukuran dan bentuk butiran yang seragam.
Sedangkan beras oplosan mencampurkan butiran panjang, pendek, besar, dan kecil secara tidak konsisten.
Anda bisa melihat bentuk beras secara kasat mata.
Beras oplosan kadang mengeluarkan bau yang tidak biasa atau kurang sedap, berbeda dari aroma beras asli yang segar.
Beberapa diantaranya bahkan menimbulkan bau apek, karena diduga lama disimpan.
Baca juga: Inilah 13 Merek Beras Oplosan Dijual Ke Masyarakat, Sudah Jadi Temuan Satgas Pangan Polri
-
Tekstur nasi menjadi lembek atau terlalu lengket
Nasi dari beras oplosan cenderung tidak pulen dan mudah basi.
Berbeda dengan nasi dari beras murni yang biasanya lebih kenyal dan tahan lama.
Bahkan, beberapa diantaranya ketika setelah selesai dimasak sering berair.
- Dijual karungan
Beras oplosan biasanya dijual karungan tanpa merek.
Pihak penjual biasanya akan beralasan bahwa beras tersebut baru saja disalin dari karung aslinya.
Hal ini juga bisa menjadi tanda, bahwa beras yang dijual adalah oplosan.
Namun, ciri beras oplosan yang paling mencolok adalah soal warna, ukuran, dan juga aromanya.
3 Jenis Beras Oplosan
Tidak semua beras yang dioplos itu buruk.
Ada beberapa beras yang memang sengaja dioplos untuk menghasilkan takaran pangan yang lengkap.
Beras yang dioplos dengan tujuan tertentu bisa jadi memiliki kualitas lebih baik daripada standar beras biasa. Hanya saja, tidak semua beras oplosan dapat dianggap demikian.
“Kalau dalam bahasa Indonesia, oplosan itu artinya hasil campuran. Jadi, oplos itu tidak selalu bermakna negatif, kecuali jika konteks produk oplosan berakibat kepada penurunan mutu,” tutur Ahli Teknologi Industri Pertanian, IPB University, Profesor Tajuddin Bantacut, Minggu (13/6/2025) dikutip dari Kompas.com.
Kamu bisa menyimak tiga jenis beras oplosan yang mengacu pada makna berbeda berikut ini.
1. Beras campur (mixed rice)
Jenis beras oplosan yang dimaksud beras campur, merujuk pada beras yang digabung dengan bahan atau jenis karbohidrat lain.
Contohnya, jagung atau umbi-umbian sehingga bisa dikatakan sebagai beras jagung atau beras singkong.
“Jadi, walau tanpa menggunakan beras, hanya gilingan kasar jagung, bisa disebut dengan beras jagung karena digunakan untuk ditanak dan dimakan,” jelas dia.
“Banyak juga beras dicampur dengan bahan lain-lain supaya mempunyai bentuk yang baru, tetapi itu tidak diklaim sebagai beras murni,” sambung Tajuddin.
2. Campuran beberapa jenis beras
Selanjutnya, ada campuran beberapa jenis beras (blended rice) yang juga bisa dikategorikan beras oplosan, tetapi tidak mengubah mutunya. Misalnya, beras jasmin, beras pandan wangi, beras telang, beras rojolele, dan sebagainya.
“Nah, ini tidak menurunkan kualitas ya, tapi dia menjadi special rice. Yang mungkin dipersoalkan sekarang adalah beras yang dipalsukan,” sambung dia.
3. Beras oplosan yang menurunkan mutu atau merugikan pembeli
Terakhir, ada beras oplosan atau beras yang dipalsukan dan kali ini, memiliki makna negatif.
Dalam hal ini, beras oplosan dicampur dengan bahan lain yang tidak seharusnya ada dalam beras asli.
Misalnya, beras plastik yang juga sempat ramai dibicarakan beberapa tahun lalu, atau jenis beras berkualitas rendah, yang seharusnya tidak diklaim dengan mutu baik pada kemasannya.
“Itu disebut dengan oplosan. Diklaim, tetapi ditambahkan bahan lain atau bahan atau beras dengan kualitas yang lebih rendah, tapi diklaim dengan kualitas yang baik,” kata Tajuddin.(ray/kompas.com/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-merk-beras-oplosan.jpg)