Berita Viral
Usut Korupsi Rp 80 Miliar di PT Pembangunan Perumahan, KPK Periksa Dua Office Boy
Dugaan korupsi di PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. terus didalami Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
TRIBUN-MEDAN.com - Dugaan korupsi di PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. terus didalami Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Komisi antirasuah menelusuri dugaan pengadaan fiktif di Divisi Engineering, Procurement and Construction (EPC) PT PP (Persero) Tbk.
Kerugian negara dalam kasus ini ditaksir mencapai Rp 80 miliar.
Dalam proses pengusutan kasus ini, KPK sudah memeriksa lima saksi, mulai office boy hingga direktur perusahaan.
Pemeriksaan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (22/7/2025).
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebut lima saksi yang diperiksa adalah:
- Eris Pristiawan (office boy proyek Cirebon-Semarang/Cisem)
- Fachrul Rozi (office boy proyek Cirebon-Semarang/Cisem)
- Imam Ristianto (Direktur PT Adipati Wijaya)
- Riza Pahlevi alias Awing (staf PT Adipati Wijaya)
- Sisca Setya Evi (sekretaris pemilik PT Suprajaya Duaribu Satu)
Penyidikan ini merupakan bagian dari pengusutan proyek fiktif di PT PP periode 2022–2023.
KPK telah menetapkan dua tersangka sejak 9 Desember 2024, namun identitasnya belum diungkap karena proses masih berjalan4.
Untuk mencegah potensi pelarian, KPK telah mengajukan larangan bepergian ke luar negeri bagi dua orang berinisial DM dan HNN sejak 11 Desember 2024.
Pencegahan berlaku selama enam bulan.
Dalam pengembangan perkara, KPK juga menyita aset senilai Rp 62 miliar.
RInciannya, deposito Rp 22 miliar dan uang tunai Rp 40 miliar yang ditemukan dalam brankas.
Penyitaan dilakukan sebagai bagian dari pelacakan aliran dana dan penguatan alat bukti.
Meski sempat dikaitkan dengan proyek pipa gas Cirebon–Semarang (Cisem), KPK menegaskan bahwa kasus ini merupakan perkara terpisah.
KPK menyatakan akan terus mendalami peran para saksi dan menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam praktik korupsi di salah satu BUMN konstruksi terbesar Indonesia.
Profil PT Pembangunan Perumahan
PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, atau PT PP, adalah salah satu perusahaan konstruksi milik negara (BUMN) terbesar dan tertua di Indonesia.
Dikutip PTPP.co.id, perusahaan BUMN ini didirikan pada 26 Agustus 1953 dengan nama NV Pembangunan Perumahan.
Perusahaan ini awalnya bertugas membangun proyek hasil kompensasi perang dari Jepang seperti Hotel Indonesia dan Bali Beach Hotel.
Statusnya berubah menjadi perseroan terbatas pada 1971, dan sejak 2010, sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode PTPP.
Berkantor pusat di Plaza PP, Jakarta Timur, PT PP kini dipimpin oleh Direktur Utama Novel Arsyad dan Komisaris Utama Dhony Rahajoe.
Perusahaan ini memiliki portofolio luas di sektor konstruksi gedung, infrastruktur, EPC (Engineering, Procurement & Construction), properti, energi, dan pengelolaan kawasan.
PT PP juga memiliki sejumlah anak usaha strategis, antara lain:
- PT PP Properti Tbk (pengembangan residensial dan komersial)
- PT PP Presisi Tbk (jasa konstruksi sipil dan alat berat)
- PT PP Urban (pengembangan kawasan dan beton pracetak)
- PT PP Energi (proyek energi bersih dan pembangkit listrik)
- PT PP Infrastruktur (pengembangan jalan tol dan pelabuhan)
- PT PP Semarang Demak (proyek jalan tol strategis)
- PT Sinergi Colomadu (pengelolaan aset budaya dan komersial)
Sejumlah proyek ikonik yang digarap PT PP antara lain:
- Hotel Indonesia, Ambarukmo Palace Hotel, Bali Beach Hotel
- Stadion Manahan Solo, Stadion Gelora Delta Sidoarjo
- Jembatan Holtekamp Jayapura, Pelabuhan Patimban Subang
- Bandara Internasional Yogyakarta, Sirkuit Mandalika Lombok
PT PP juga dikenal sebagai pionir dalam penerapan konstruksi hijau dan teknologi ERP berbasis SAP di sektor konstruksi nasional.
Dengan pengalaman lebih dari 70 tahun, perusahaan ini terus berinovasi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan memperkuat posisi Indonesia di sektor infrastruktur global. (*/tribunmedan.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Threads dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
korupsi PT Pembangunan Perumahan
korupsi PT PP
KPK periksa office boy
PT Pembangunan Perumahan (Persero)
| Sempat Viral, Rudy Mas'ud Coret Nama Adik dari Pemerintahan, Putuskan Tanggung Biaya Kursi Pijat |
|
|---|
| PERNAH Divonis 10 Bulan Penjara Terkait UU Cipta Kerja, Kini Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri |
|
|---|
| Balita 2 Tahun Meninggal di Cianjur, BGN Bantah karena Keracunan MBG, Orang Tua Ikut Buka Suara |
|
|---|
| Gerindra Geram Pernyataan Gubernur Kaltim Bandingkan Adiknya dengan Hasyim, Rudy Masud Minta Maaf |
|
|---|
| NASIB Dekan di Universitas Bengkulu Jadi Tersangka, Nekat Aniaya Guru Besar Perkara BKD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Juru-bicara-KPK-Budi-Prasetyo.jpg)