Universitas MTU Gelar Workshop Evaluasi Penyusunan Kurikulum Outcome Based Education
Universitas MTU Gelar Workshop Evaluasi Penyusunan Kurikulum Outcome Based Education
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Universitas Mahkota Tricom Unggul (MTU) menggelar Workshop Evaluasi Penyusunan Kurikulum Outcome Based Education (OBE) yang dihadiri para dosen di lingkungan kampus di Theater Room Kampus MTU Gedung Grand Jati Junction Tower 3 Lantai 24, Jumat 29 April 2026.
Workshop ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dosen dalam menyusun kurikulum berbasis OBE, yang menitikberatkan pada hasil atau kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan studi.
Rektor Universitas MTU, Dr. Dompak Pasaribu, SE., M.Si., CPA., CACP dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran setiap program studi dalam merancang kurikulum yang selaras dengan visi universitas. Ia meminta para dekan untuk memimpin langsung proses penyusunan kurikulum di masing-masing fakultas.
“Setiap program studi harus memiliki kurikulum yang jelas dan terarah. Setelah workshop ini, kami harapkan para dekan dapat mengoordinasikan penyusunan kurikulum hingga ke tingkat program studi,” ujarnya.
Dalam arahannya, Rektor MTU menjelaskan bahwa terdapat tiga “roh” utama yang harus menjadi dasar dalam pengembangan kurikulum di universitas tersebut.
Pertama adalah teknologi. Menurutnya, seluruh program studi harus mampu mengintegrasikan perkembangan teknologi dalam bidang keilmuannya, termasuk program studi baru seperti hukum bisnis berbasis teknologi.
Kedua adalah entrepreneurship atau kewirausahaan, yang menjadi ciri utama universitas. Ia menekankan bahwa lulusan MTU diharapkan memiliki jiwa kewirausahaan, seperti keberanian, kemandirian, serta kemampuan menghadapi tantangan di dunia kerja.
“Mahasiswa tidak harus semuanya menjadi pengusaha, tetapi harus memiliki karakter entrepreneur, seperti berani dan mandiri,” jelasnya.
Ketiga adalah budaya SIGAP, yang terdiri dari nilai-nilai spiritual, integritas, gigih, adaptif, dan profesional. Nilai ini diharapkan menjadi budaya kerja seluruh civitas akademika dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Rektor juga menyoroti pentingnya profesionalisme dosen, baik melalui pendidikan formal maupun non-formal seperti pelatihan, seminar, dan workshop. Universitas, kata dia, turut mendukung pengembangan tersebut melalui kebijakan pembiayaan.
Dalam sesi materi, dijelaskan bahwa kurikulum OBE memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan kurikulum konvensional. Jika sebelumnya pembelajaran lebih berfokus pada materi yang diajarkan dosen, maka OBE menekankan pada kemampuan nyata yang dapat ditunjukkan mahasiswa setelah menyelesaikan pembelajaran.
Pendekatan ini mendorong dosen untuk berperan tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator dan supervisor. Metode pembelajaran yang diterapkan antara lain berbasis permasalahan (problem-base-learning) kasus (case-based learning) dan proyek (project-based learning), yang menuntut keterlibatan aktif mahasiswa.
Lebih lanjut dijelaskan Rektor bahwa workshop ini adalah kelanjutan daripada workshop yang dilaksanakan Universitas MTU dengan menghadirkan pembicara dari Direktorat Inovasi dan Pengembangan Pendidikan (DIPP) Universitas Airlangga, Prof. Dr. Noorma Rosita, Msi., Apt yang dilaksanakan secara zoom, Kamis 10 Oktober 2024 lalu.
“Dari workshop OBE yang dilakukan dengan Direktorat Inovasi dan Pengembangan Pendidikan (DIPP) Universitas Airlangga, Prof. Dr. Noorma Rosita, Msi., Apt Universitas MTU ditindaklanjuti dengan menyusun kurikulum OBE,” jelas Rektor.
Kurikulum OBE yang disusun setidaknya ada empat aspek. Pertama kurikulum berfungsi sebagai blue print dalam proses transformasi pemberdayaan dan pembudayaan. Kedua kurikulum memenuhi prinsip Link and Match, yakni adanya keselarasan antara target kompetensi yang ingin dicapai. Ketigas kurikulum memuat informasi komprehensif, jelas dan terukur yang dapat menjadi petunjuk arah dan pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran agar dapat menghasilkan lulusan yang sesuai dengan harapan para pihak yang berkepentingan. Keempat kurikulum memenuhi ketentuan legal formal.
Dalan kurikulum OBE juga merumuskan profil lulusan, merumuskan kompetensi lulusan, membuat matrik profil dan kompetensi lulusan, menentukan bahan kajian dan membentuk mata kuliah, membuat matrik mata kuliah dan CPL, menyusun dokumen kurikulum, dan terakhir pengukuran.
Dalam merumuskan profil lulusan kurikulum yang disusun telah membuat penciri atau peran yang dapat dilakukan oleh lulusan di bidang keahlian atau bidang kerja tertentu setelah menyelesaikan studinya.
“Pada TA 2026/2027 kurikulum OBE resmi diterapkan utk semua prodi yg ada di MTU,” tegas Rektor.
Workshop ini juga menghadirkan narasumber Prof. Dr. Ir. Ernita Panjaitan., M.Si merupakan Wakil Rektor I Universitas Methodist Indonesia Medan, yang memaparkan secara mendalam konsep dan implementasi OBE dalam sistem pendidikan tinggi.
Dijelaskanya kalau sebelumnya mahasiswa fokus dengan apa yang diajari dosen tapi di OBE dosen tidak cukup dengan materi yang diajarkan kepada mahasiswa tapi dosen juga harus dapat membuktikan apakah materi yang diajarkan mahasiswa dapat mengimplementasikan sehingga dapat terukur. Jadi OBE berbicara tentang apa yang bisa dilakuin mahasiswa setelah lulus. Dalam kondisi ini dosen banyak menjadi fasilitator
Melalui kegiatan ini, Universitas MTU berharap dapat menghasilkan kurikulum yang adaptif, relevan, dan mampu meningkatkan daya saing lulusan di tengah dinamika dunia pendidikan dan industri yang terus berkembang.(*)
| Universitas MTU Lakukan MoU dengan Komputer Medan |
|
|---|
| Sebanyak 7 Mahasiswa Prodi Agribisnis Universitas MTU Magang di PT.PP. Lonsum Tbk |
|
|---|
| Rektor Universitas MTU Wakil Ketua Bidang Kewirausahaan dan Startup APTISI Sumut 2025–2030 |
|
|---|
| Universitas MTU Bersama Komputer Medan Adakan Workshop Cyber Crime |
|
|---|
| Dosen Prodi TI Universitas MTU Purwanto Simamora Raih Gelar Doktor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Universitas-MTU-Gelar-Workshop-Evaluasi-Penyusunan-Kurikulum.jpg)