Toba Mantap 2029

Bupati Toba Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Bacakan Pidato Kepala BPIP

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba melaksanakan upacara memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026.

Tayang:
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
HARI PANCASILA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba melaksanakan upacara memperingati Hari Lahir Pancasila pada hari ini, Senin (1/62026) di Halaman Kantor Bupati Toba, Kabupaten Toba. 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba melaksanakan upacara memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026.

Upacara digelar di halaman kantor Bupati Toba yang diikuti jajaran Forkopimda, ASN, TNI, Polri, Ketua TP. PKK Kabupaten Toba, Staf Ahli TP. PKK Kabupaten Toba, tokoh masyarakat, OKP dan Organisasi Masyarakat serta para pelajar.

Bupati Toba Effendi Napitupulu yang bertindak sebagai Inspektur Upacara membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia, Yudian Wahyudi pada upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026.

Berikut pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia, Yudian Wahyudi pada upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dibacakan oleh Bupati Toba Effendi Napitupulu.

"Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas
tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir
pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia," tutur Effendi Napitupulu saat pembacaan pidato Yudian Wahyudi, Senin (1/6/2026).

"Tema yang diusung dalam peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia. Sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur pancasila tidak hanya relevan menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi," sambungnya.

Pancasila adalah “Bintang Penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya.

"Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh
sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila
adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi
hingga dinamika geopolitik," sambungnya.

"Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif," terangnya.

"Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut
adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik," tuturnya.

Sebagai bangsa yang besar, kita terus
menunjukkan kepemimpinan nyata. Kontribusi
pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran kita dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi kita dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah adalah
pengejawantahan dari sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Kita ingin dunia melihat
bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan
perang, melainkan hadirnya keadilan bagi
seluruh umat manusia.

Bapak, ibu, dan saudara-saudara sebangsa dan
setanah air, Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah. Kepada para menteri dan kepala daerah, saya titipkan pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik yang kita cintai.
Selamat Hari Lahir Pancasila!
Jayalah Indonesiaku!
Merdeka!

(cr3/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved