Politeknik WBI Jadi Co-Host Event TCUGGp Perkuat Kolaborasi Geopark Asia
Politeknik WBI Jadi Co-Host Event TCUGGp Perkuat Kolaborasi Geopark Asia
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia (WBI) terus memperluas jejaring kolaborasi strategis di tingkat nasional maupun internasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Nota Kesepakatan (MoA) dengan Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (TCUGGp), sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan kawasan Danau Toba berstandar global.
Kerja sama ini menjadi semakin strategis seiring dengan digelarnya rangkaian kegiatan internasional “The 7th Geofestival 2026” yang secara resmi telah diluncurkan melalui soft launching pada 23 April 2026 di Museum Negeri Sumatera Utara . Kegiatan tersebut menandai kesiapan Toba Caldera sebagai pusat perhatian dunia dalam jaringan UNESCO Global Geopark, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam kolaborasi geopark internasional.
Dalam konteks ini, Politeknik WBI dipercaya sebagai co-host dalam penyelenggaraan kegiatan TCUGGp yang melibatkan berbagai geopark dari kawasan Asia. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda Asia Pacific Geoparks Network (APGN), yang akan dilaksanakan secara maraton di tiga lokasi, yakni pre-event di Raja Ampat pada 21–26 Juni 2026, main event di Toba Caldera pada 1–5 Juli 2026, serta post-event di Lenggong Geopark, Malaysia pada 21–24 Juli 2026 .
Event internasional ini rencananya akan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dunia, seperti Koordinator APGN Professor Jin Xiaochi dan Presiden Global Geoparks Network Artur Sá. Selain itu, akan terdapat momentum penting berupa kesepakatan Sister Geopark yang melibatkan 10 geopark di Asia, guna memperkuat kerja sama lintas negara serta mendorong pengembangan ekonomi kreatif di kawasan geopark .
Direktur Politeknik WBI, Dr. Jenny Elisasbeth M.S menyampaikan bahwa keterlibatan kampus sebagai co-host merupakan peluang besar dalam mengintegrasikan pendidikan vokasi dengan praktik nyata di lapangan. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman dalam penyelenggaraan event internasional, tetapi juga terlibat dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan, promosi budaya, serta penguatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Di sisi lain, Badan Pengelola TCUGGp menekankan bahwa kolaborasi dengan institusi pendidikan seperti Politeknik WBI menjadi kunci dalam memperkuat tiga pilar utama geopark, yaitu konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Hal ini sejalan dengan hasil Focus Group Discussion (FGD) yang turut digelar dalam rangkaian kegiatan, yang menekankan pentingnya integrasi kebijakan lintas wilayah, penguatan kelembagaan, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian geosite .
Lebih lanjut, pengembangan geopark juga diarahkan untuk memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, termasuk pengurangan kemiskinan, peningkatan pendapatan, kesetaraan gender, serta kesadaran terhadap mitigasi perubahan iklim . Dengan demikian, keterlibatan berbagai pihak, termasuk dunia pendidikan, menjadi elemen penting dalam menjaga keberlanjutan status UNESCO Global Geopark.
Melalui penandatanganan MoU dan MoA ini, Politeknik WBI menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan vokasi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi global. Keterlibatan aktif dalam ajang TCUGGp diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas mahasiswa, Event tetapi juga berkontribusi nyata dalam mengangkat potensi Danau Toba sebagai destinasi unggulan Indonesia di mata dunia.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Politeknik-WBI-Jadi-Co-Host-Event-TCUGGp-Perkuat-Kolaborasi-Geopark-Asia.jpg)