Sepiring Makanan, Sejuta Harapan: Kisah Abang dari Manokwari

Di tengah rutinitas yang padat, seringkali kita diingatkan bahwa momen paling mengharukan justru

Tayang:
Editor: Aisyah Sumardi
TRIBUN MEDAN
Sumber: youtube/@ownerjestham 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Di tengah rutinitas yang padat, seringkali kita diingatkan bahwa momen paling mengharukan justru ditemukan di sudut-sudut jalan yang tak terduga. Sebuah siang di Medan menjadi saksi bisu dari pertemuan yang penuh makna antara Jestham dengan seorang Abang pemulung yang tengah berjuang melawan lapar dan dahaga. Momen kebetulan ini bukanlah suatu kebetulan belaka, melainkan sebuah rangkaian takdir yang disusun oleh Yang Maha Kuasa untuk menjawab sebuah doa.(26/08/25) 

 

Semuanya berawal ketika pandangan Jestham tertuju pada sosok yang berdiri lesu di depan sebuah kedai makan. Dalam channel YouTube-nya, Jestham membuka cerita dengan sapaan khasnya, “Hai JeSquad. Jadi Jestham balik lagi nih berbagi kebaikan lagi di jalan, ikutin yaa!” Ia kemudian mendekati Abang tersebut dan bertanya dengan penuh kelembutan, “Kenapa, Bang?” Jawaban yang terlontar sederhana namun menyayat hati, “Lapar.” Ditambah lagi dengan, “Haus juga.” Tanpa pikir panjang dan dengan hati yang tulus, Jestham segera menawarkan bantuan, “Ya udah aku beliin ya, Bang.”

Sepiring Makanan, Sejuta Harapan: Kisah Abang dari Manokwari
Momen kehangatan Jestham saat berbagi dengan Abang pemulung

Percakapan singkat itu pun mulai mengalir, membuka tabir kisah hidup yang penuh dengan lika-liku perjuangan. Saat ditanya asalnya, Abang pemulung itu menjawab, “Papua. Manokwari.” Jarak yang begitu jauh dari tanah Papua ke Medan tentu menyimpan cerita panjang. Dengan suara bergetar, Ia bercerita bahwa orang tuanya telah meninggal, dan semua saudara juga telah tiada, hanya menyisakan saudara perempuannya. Ia merantau sendirian ke Medan tanpa sanak keluarga yang bisa mengulurkan tangan.

 

Kehidupan yang dijalani Abang ini sungguh memilukan. Ketika ditanya di mana Iatinggal, dengan polos ia menjawab, “Aku tidur di rumah kosong.” Ia menyebut sebuah area di Tanjung Anom, Medan. Untuk bertahan hidup, Ia mengandalkan hasil memulung barang bekas. “Cari butut untuk cari makan,” ujarnya. Ia adalah pribadi yang jujur, di tengah lapar yang menggerogoti, Ia teguh pada prinsipnya untuk tidak akan pernah mencuri. Ini menunjukkan kemurnian hati dan harga diri yang masih Ia pegang teguh.

 

Mendengar pengakuan tulus itu, hati Jestham semakin tergerak. Bantuan yang diberikan bukan lagi sekadar tentang sepiring makanan, tetapi lebih dari itu. Setelah membelikannya makanan dan air minum, Jestham juga memberikan sedikit rezeki sebagai bekal untuknya. “Ini juga saya ada sedikit rezeki buat Abang,” kata Jestham. Respons yang diberikan di luar dugaan. Bukannya senang, Abang tersebut justru menitikkan air mata. “Kenapa kok nangis?” tanya Jestham penuh keheranan.

 

Air mata yang mengalir deras di pipinya adalah air mata syukur dan haru yang tak terbendung. Terisak-isak, Abang pemulung itu menjawab, “Makasih ya, Kak ya. Terima kasih sebesar-besarnya.” Ia mengaku, “Karena aku jarang kayak gini, jarang dapat bantuan kayak gini.” Kalimat itu menyadarkan kita semua bahwa bagi sebagian orang, sedikit perhatian dan kebaikan adalah sebuah kemewahan yang mereka idam-idamkan. Kebaikan Jestham pada hari itu adalah sebuah jawaban doa, “Rezeki hari ini dari Tuhan untuk Abang ya.”

 

Sebelum berpamitan, Jestham tidak lupa memberikan penyemangat dan pengingat yang membangun, “Selalu beribadah ingat ya, Bang. Jangan lupa beribadah.” Abang itu pun mengiyakan dengan penuh hormat dan mengucapkan, “Tuhan berkati.”

 

Kisah ini adalah pengingat yang kuat bagi kita semua. Betapa kebaikan sekecil apapun, yang datang dari hati yang tulus, dapat menjadi cahaya harapan yang sangat besar bagi mereka yang sedang berada dalam kegelapan. Pertolongan Tuhan memang selalu datang dari arah yang tak terduga, kadang melalui tangan-tangan kita sendiri untuk menjangkau sesama. Mari kita buka mata dan hati kita lebar-lebar, karena setiap kesempatan untuk berbagi adalah anugerah yang tidak boleh disia-siakan.(*)


Referensi
https://www.youtube.com/watch?v=P9GNR4PhSqI

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved